Manado, Elrolumnews — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan dua gempa bumi terjadi di wilayah Indonesia pada Minggu (20/9/2026) pagi. Gempa pertama mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dan gempa kedua terjadi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Gempa magnitudo 2,4 mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada pukul 07.04 Wita. Pusat gempa berada di laut, sekitar 69 kilometer timur laut Talaud, pada kedalaman 69 kilometer.
Ricky Daniel Aror, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, menyatakan bahwa gempa tersebut tidak terasa hingga Manado.
“Gempa ini tergolong kecil dan tidak terasa di Manado. Tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa,” ujar Ricky dalam keterangannya.
Sementara itu, gempa magnitudo 2,2 juga terjadi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 05.12 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 18 kilometer barat laut Labuan Bajo, pada kedalaman 10 kilometer.
Arief Tyastama, Kepala Stasiun Geofisika Kupang, menyatakan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar lokal.
“Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang,” ujar Arief.
BMKG memastikan bahwa kedua gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG,” tegas Ricky.
Indonesia merupakan negara yang rawan gempa karena berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. BMKG terus memantau aktivitas seismik di seluruh wilayah Indonesia.
(fvs)





