Kuliner Nusantara, Elrolumnews – Kuahnya keruh. Kental. Gurih dengan aroma santan yang khas.
Itulah ciri yang paling mudah dikenali dari Soto Betawi, soto khas Jakarta yang pada daftar sup terbaik dunia versi TasteAtlas 2024 menempati posisi kedua, tepat di bawah rawon.
Menurut laman resmi pariwisata Indonesia, perbedaan paling mencolok Soto Betawi dari soto daerah lain terletak pada kuahnya yang keruh dan kental, hasil perpaduan santan dan susu sapi. Asal-usulnya dikaitkan dengan akulturasi budaya yang terjadi di Batavia, nama Jakarta di masa lalu.
Menariknya, sebutan “Soto Betawi” belum setua hidangannya. Dalam pemberitaan ANTARA, koki Arief Kristyanto dari Sadadjiwa Trims Indonesia menjelaskan bahwa nama ini mulai dikenal pada 1977, ketika seorang pedagang etnis Tionghoa menggunakannya untuk menjual soto yang ia jajakan.
Sebelumnya, soto berkuah santan atau susu lazim dijual dengan nama pemilik kedainya, misalnya soto haji tertentu atau soto bang tertentu. Setelah nama “Soto Betawi” dipakai, sebutan itu bertahan hingga sekarang.
Soto sendiri hadir dalam banyak versi di Indonesia, antara lain soto Lamongan, soto Kudus, dan soto Banjar, dan nama-nama tersebut berkaitan dengan asal-usul masing-masing. Dalam pemberitaan yang sama, Soto Betawi disebut sebagai salah satu contoh bagaimana nama sebuah hidangan bisa terbentuk dari kebiasaan berdagang di kota besar.
Dari warung yang dinamai pemiliknya hingga masuk daftar sup terbaik dunia, perjalanan Soto Betawi menunjukkan bahwa identitas sebuah hidangan kadang terbentuk belakangan, tetapi tetap berakar pada pertemuan budaya yang jauh lebih lama.
(el)




