Tips & Fakta Kuliner, Elrolumnews – Telur adalah lauk yang murah dan mudah ditemukan, tetapi juga salah satu makanan yang paling sering diperdebatkan terkait kolesterol. Jawabannya ternyata tidak seragam, bergantung pada kondisi tiap orang dan pola makan secara keseluruhan.
Berapa kolesterol dalam satu butir telur?
Situs Kementerian Kesehatan menyebut satu butir telur mengandung sekitar 160-210 mg kolesterol, di samping sekitar 6 gram protein. Pemberitaan detikHealth yang mengutip Mayo Clinic menyebut sekitar 186 mg per butir, seluruhnya berada di kuning telur. Angkanya berbeda tipis antar sumber, antara lain karena ukuran telur.
Apa kata penelitian?
Situs Kemenkes menyatakan bahwa sebagian besar orang sehat dapat mengonsumsi hingga tujuh butir telur per minggu tanpa berdampak pada kesehatan jantung. Dr. James O’Keefe, anggota kelompok kerja nutrisi dan gaya hidup American College of Cardiology, dalam pemberitaan detikHealth menyebut bahwa penelitian-penelitian baru tidak menunjukkan telur memperburuk kadar kolesterol. Pemberitaan RRI juga melaporkan sebuah penelitian pada 2025 yang menemukan konsumsi telur harian dalam pola makan DASH tidak memperburuk tekanan darah maupun indikator kesehatan jantung lain.
Namun, hasilnya tidak bulat. Pemberitaan detikHealth mencatat sebagian penelitian mengaitkan konsumsi telur dengan peningkatan risiko pada kelompok tertentu, misalnya penderita diabetes. RRI juga mencatat beberapa penelitian yang mengaitkan konsumsi telur dalam jumlah tinggi dengan risiko hipertensi pada kelompok tertentu.
Siapa yang perlu lebih berhati-hati?
Kemenkes dan pemberitaan lainnya menyarankan individu dengan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, atau hiperkolesterolemia familial untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Ahli diet Susan Campbell, yang dikutip detikHealth dan Kontan merujuk Cleveland Clinic, menyarankan penderita penyakit kardiovaskular atau kolesterol tinggi membatasi telur sekitar tiga hingga empat butir per minggu. Angka ini adalah saran dari satu ahli, bukan batas yang berlaku untuk semua orang.
Apakah cara memasak dan pendampingnya berpengaruh? Pemberitaan detikHealth mengutip pandangan bahwa makanan yang sering dimakan bersama telur, seperti bacon, sosis, dan ham, mungkin lebih berkontribusi pada risiko penyakit jantung dibanding telurnya sendiri. Telur yang digoreng dengan banyak minyak juga menambah lemak dan kalori dibanding telur rebus.
Bagaimana dengan putih telur saja? Kolesterol hanya terdapat di kuning telur, sehingga memilih putih telur mengurangi asupan kolesterol. Namun kuning telur juga mengandung zat gizi lain, sehingga pilihan ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan saran tenaga kesehatan.
Bagi sebagian besar orang sehat, telur dalam jumlah wajar tampaknya dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Bagi penderita diabetes, penyakit jantung, atau kolesterol tinggi, jumlah yang sesuai sebaiknya ditentukan bersama dokter atau ahli gizi, karena rekomendasi antar sumber tidak seragam.




