Cakalang Fufu, Ikan Asap Manado yang Diapit Bambu dan Disantap Bersama Tinutuan

Kuliner Nusantara, Elrolumnews – Ikannya dibelah memanjang. Ekornya tetap utuh. Dua bilah bambu menjepitnya dari kiri dan kanan sebelum ditempatkan di atas bara.

Itulah cakalang fufu, ikan cakalang asap yang menjadi salah satu ikon kuliner Sulawesi Utara.

Arti di Balik Nama

- Advertisement -

Menurut pemberitaan JawaPos.com yang mengutip laman IPB, “fufu” berarti “diasap” dalam bahasa Minahasa. Karena itu, cakalang fufu secara harfiah berarti cakalang yang diasap. Proses pengasapan tidak hanya memberi aroma dan warna khas, tetapi juga menjadi cara mengawetkan ikan.

Cara Mengasapnya

- Advertisement -

Sejumlah media menggambarkan proses yang serupa: ikan dibersihkan, dibelah, diapit kerangka bambu, lalu diasap hingga kulitnya berwarna kemerahan atau kecokelatan. TIMES Indonesia menyebut ikan dibaluri garam dan bubuk soda, diasap sekitar empat jam, lalu didinginkan sekitar dua jam.

Soal daya tahan, laporan berbeda-beda. CNN Indonesia menulis bahwa cakalang fufu dapat bertahan hingga enam bulan, sementara TIMES Indonesia menyebut sekitar satu bulan pada suhu ruang bila diolah dengan benar. Perbedaan ini mungkin dipengaruhi cara pengolahan, tingkat pengasapan, dan kondisi penyimpanan, sehingga pembaca disarankan memeriksa aroma dan kondisi ikan sebelum dikonsumsi.

Pendamping yang Setia

Cakalang fufu lazim disantap dengan nasi hangat dan sambal dabu-dabu, dimasak sebagai cakalang fufu rica-rica, atau dijadikan lauk pendamping nasi kuning dan tinutuan. Selain itu, cakalang juga dipakai sebagai isian panada, camilan khas Manado.

Lebih dari Sekadar Lauk

Menurut JawaPos.com, kuliner ini ikut menopang ekonomi nelayan dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari usaha pengasapan ikan. Kompas TV pada 2021 pernah melaporkan sekelompok mahasiswa di Manado yang membuat dan menjual cakalang fufu untuk membantu biaya kuliah, dengan ikan mentah dibeli dari pelelangan ikan di Bitung. Sebuah penelitian mahasiswa agribisnis dari Universitas Katolik De La Salle Manado juga menganalisis nilai tambah pengolahan cakalang fufu di Desa Tambala, Minahasa.

Dari bilah bambu hingga meja sarapan tinutuan, cakalang fufu memperlihatkan bagaimana cara mengawetkan ikan bisa tumbuh menjadi identitas kuliner sebuah daerah.

(el)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
Nasi pecel Madiun dalam pincuk daun pisang dengan sayuran rebus, sambal pecel, tempe, dan rempeyek.

Pecel, dari Sambal Kacang yang “Dilumat” hingga Pincuk Daun...

Kuliner Nusantara, Elrolumnews – Sayurnya direbus. Sambalnya dari kacang yang dihaluskan. Wadahnya selembar daun pisang yang dilipat...
Es buah dengan potongan melon, semangka, dan nata de coco dalam kuah susu manis dingin

Resep Es Buah Segar Susu Melon Semangka, Aman Disajikan...

Resep Masakan, Elrolumnews – Es buah adalah minuman penutup berisi potongan aneka buah dalam kuah susu manis...
Tempe mendoan tipis dengan lapisan tepung berbumbu, disajikan bersama cabai rawit dan sambal kecap

Resep Tempe Mendoan Renyah Lentur, Gurih dengan Sambal Kecap

Resep Masakan, Elrolumnews – Tempe mendoan adalah gorengan tempe tipis yang dibalut adonan tepung berbumbu daun bawang,...
Advertisement

Lainnya

Popular