George Müller: Pria yang Berdoa dan Tuhan Menjawab

Religi, ELrolumNews –

“Kisah nyata George Müller, seorang pria yang memulai hidup sebagai pencuri dan pembohong, tetapi menjadi salah satu teladan iman terbesar dalam sejarah Kristen. Ia merawat lebih dari 10.000 anak yatim tanpa pernah meminta sumbangan sepeser pun—hanya melalui doa. Kisahnya membuktikan bahwa Tuhan masih menjawab doa hari ini.”

Masa Muda yang Penuh Dosa

Aku lahir pada tanggal 27 September 1805 di Kroppenstaedt, sebuah desa kecil dekat Halberstadt di Kerajaan Prusia . Ayahku adalah seorang pemungut pajak. Ia ingin aku menjadi pendeta Lutheran agar bisa mendapatkan posisi yang menguntungkan di gereja negara .

Tetapi masa mudaku jauh dari gambaran seorang calon pendeta.

Aku adalah seorang pencuri, pembohong, dan penjudi. Ketika ibuku sedang sekarat, aku—pada usia 14 tahun—sedang bermain kartu dengan teman-teman dan minum-minum . Dua tahun kemudian, aku dipenjara karena penipuan . Aku menghabiskan beberapa minggu di penjara sebelum ayahku membayar uang jaminan untuk membebaskanku.

Ayahku kemudian mengirimku ke Universitas Halle untuk belajar teologi. Ia berharap pendidikan agama akan membawaku kembali ke jalan yang benar. Tetapi aku tetap menjalani hidup yang sama—berpesta, berjudi, dan menipu.

Pertemuan yang Mengubah Segalanya

Pada suatu malam di bulan November 1825, seorang teman sekelasku, Beta, mengundangku ke sebuah pertemuan doa di rumah seorang Kristen. Aku pergi—bukan karena tertarik pada agama, tetapi karena penasaran.

Malam itu, sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan terjadi. Aku mendengar orang-orang Kristen berdoa dan membaca Alkitab dengan cara yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Mereka berbicara tentang Yesus seolah-olah Dia adalah sahabat mereka. Mereka berdoa seolah-olah Tuhan benar-benar mendengarkan.

Aku pulang ke kamarku malam itu dengan hati yang gelisah. Aku tidak bisa tidur. Aku terus memikirkan apa yang aku lihat dan dengar.

Dan di malam itu, aku menyerahkan hidupku kepada Yesus Kristus.

Aku berhenti minum. Aku berhenti berjudi. Aku berhenti menipu. Aku mulai membaca Alkitab setiap hari. Aku mulai berdoa. Dan aku mulai merasakan panggilan Tuhan dalam hidupku.

Belajar Hidup dengan Iman

Setelah lulus, aku datang ke Inggris untuk bekerja dengan orang-orang Yahudi melalui London Missionary Society . Tetapi aku jatuh sakit, dan aku pikir aku tidak akan selamat. Ketika aku pulih, aku menyerahkan diri sepenuhnya untuk melakukan kehendak Tuhan .

Aku meninggalkan London Missionary Society. Aku yakin bahwa Tuhan akan menyediakan kebutuhanku jika aku melakukan pekerjaan Kristen. Aku menjadi pendeta di Ebenezer Chapel di Devon, dan tidak lama kemudian, aku menikah dengan Mary Groves .

Selama menjadi pendeta, aku menolak gaji tetap. Aku percaya bahwa praktik itu bisa membuat anggota jemaat memberi karena kewajiban, bukan karena kerelaan . Aku juga menghapus penyewaan bangku gereja, karena aku berpendapat bahwa itu memberikan prestise yang tidak adil bagi orang kaya .

Pada tahun 1832, aku pindah ke Bristol untuk memulai pekerjaan di Bethesda Chapel . Di sana, aku melihat kemiskinan dan penyakit yang merajalela. Banyak anak yatim hidup sebagai “street urchins” atau di rumah kerja .

Dan aku merasa Tuhan memanggilku untuk melakukan sesuatu.

Langkah Iman yang Besar

Pada tahun 1836, aku membuka panti asuhan pertamaku.

Aku menyewa rumah di 6 Wilson Street untuk menampung 30 anak yatim perempuan . Tidak lama kemudian, aku menyewa tiga rumah lagi, dan jumlah anak yang dirawat meningkat menjadi 120 .

Aku memiliki dua alasan untuk membuka panti asuhan ini. Pertama, aku ingin memberikan rumah dan makanan bagi anak-anak miskin yang tidak memiliki siapa pun. Kedua, aku adalah seorang yang memiliki iman yang besar, dan aku ingin semua orang melihat bahwa Tuhan yang aku percayai itu nyata dan menjawab doa—dan Tuhan akan menunjukkan ini dengan menyediakan apa yang anak-anak yatim itu butuhkan .

Aku memutuskan bahwa aku tidak akan pernah meminta dukungan finansial kepada siapa pun. Aku tidak akan pernah berutang. Aku akan membawa setiap kebutuhan kepada Tuhan dalam doa, dan aku akan menunggu Dia menyediakannya.

Ini bukan keputusan yang mudah. Tetapi aku percaya bahwa Tuhan akan setia.

Tuhan yang Menjawab Doa

Selama bertahun-tahun, aku mengalami bagaimana Tuhan menjawab doa dengan cara-cara yang ajaib.

Suatu pagi, ketika semua anak sudah duduk di meja untuk sarapan, tidak ada makanan di rumah. Aku meminta mereka berdoa mengucap syukur untuk sarapan yang belum ada. Ketika mereka selesai berdoa, seorang tukang roti mengetuk pintu—ia membawa cukup roti segar untuk memberi makan semua orang. Tidak lama kemudian, seorang penjual susu datang; keretanya rusak di depan panti asuhan, dan ia memberikan susu segar yang banyak kepadaku .

Pada tanggal 12 Februari 1842, aku menulis dalam buku harianku:

“Seorang saudara dalam Tuhan datang kepadaku pagi ini dan, setelah beberapa menit berbicara, memberiku dua ribu pound untuk melengkapi Rumah Yatim yang baru… Sekarang aku mampu memenuhi semua pengeluaran. Kemungkinan besar, aku bahkan akan memiliki beberapa ratus pound lebih dari yang aku butuhkan. Tuhan tidak hanya memberi sebanyak yang benar-benar diperlukan untuk pekerjaan-Nya, tetapi Dia memberi dengan berlimpah. Berkat ini memenuhiku dengan kegembiraan yang tak terlukiskan. Dia telah memberikan jawaban penuh atas ribuan doaku selama 1.195 hari terakhir.”

Setiap hadiah dicatat, apakah itu satu farthing, £3.000, atau satu sendok teh tua . Catatan akuntansi disimpan dengan cermat dan tersedia untuk diperiksa .

Panti Asuhan di Ashley Down

Pada tahun 1845, tetangga-tetangga mengeluh tentang kebisingan anak-anak yatim yang bermain di jalan dan bau dari saluran air yang tersumbat . Aku mulai berdoa dan mengumumkan rencanaku untuk membuka panti asuhan baru yang lebih besar di luar pusat kota, di mana anak-anak bisa memiliki ruang untuk bermain dan udara segar untuk bernapas .

Pada bulan Februari 1846, aku telah menerima £10.000 yang diperlukan untuk membangun Rumah Yatim yang baru . Pada tanggal 3 Februari, aku menemukan sebidang tanah di Ashley Down. Setelah meninggalkan pesanku pada tanggal 4 Februari, aku bertemu dengan pemilik tanah keesokan harinya. Ia mengaku:

“Aku terbangun jam tiga pagi ini dan tidak bisa tidur lagi sampai jam lima. Sementara aku berbaring terjaga, pikiranku terus-menerus tertuju pada sebidang tanah itu… dan aku memutuskan bahwa jika engkau mengajukan permohonan untuk itu, aku tidak hanya akan memberikannya kepadamu, tetapi dengan harga 120 pound per acre, bukan 200 pound, harga yang sebelumnya aku minta.”

Rumah Yatim pertama di Ashley Down dibuka pada tahun 1849 dan menampung 300 anak . Rumah kedua dibuka pada tahun 1857 untuk 400 anak. Pada tahun 1862, Rumah ketiga dibuka untuk 450 anak. Pada tahun 1868, Rumah keempat dibuka, dan pada tahun 1870, Rumah kelima dibuka—masing-masing menampung 450 anak .

Pada puncaknya, Ashley Down menjadi rumah bagi 2.050 anak yatim plus staf .

Pendidikan dan Kasih

Setiap pagi setelah sarapan, ada waktu untuk membaca Alkitab dan berdoa. Setiap anak diberikan sebuah Alkitab ketika meninggalkan panti asuhan, bersama dengan peti timah berisi dua set pakaian .

Anak-anak didandani dengan baik dan dididik dengan baik—aku bahkan mempekerjakan seorang inspektur sekolah untuk menjaga standar yang tinggi . Faktanya, banyak yang mengklaim bahwa pabrik-pabrik dan tambang-tambang di sekitarnya tidak bisa mendapatkan cukup pekerja karena usahaku dalam mengamankan magang, pelatihan profesional, dan posisi pelayanan rumah tangga untuk anak-anak yang cukup umur untuk meninggalkan panti asuhan .

Aku dituduh “meninggikan orang miskin di atas kedudukan alami mereka dalam hidup” — tetapi aku tidak peduli. Aku ingin anak-anak ini memiliki masa depan yang lebih baik .

Pelayanan Misi di Usia Senja

Pada tanggal 26 Maret 1875, pada usia 71 tahun—setelah kematian istri pertamaku pada tahun 1870 dan pernikahanku dengan Susannah Grace Sanger pada tahun 1871—aku dan Susannah memulai periode perjalanan misi selama 17 tahun .

Kami berkhotbah di Inggris, Skotlandia, Irlandia, Swiss, Jerman, Belanda, Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Spanyol, Italia, Mesir, Israel, Suriah, Turki, Yunani, Austria, Hungaria, Bohemia, Rusia, Polandia, India, Australia, China, Jepang, Selat Malaka, Singapura, Penang, Kolombo, Selandia Baru, dan Sailan .

Kami melakukan perjalanan lebih dari 200.000 mil dan berkhotbah kepada lebih dari 3 juta orang .

Aku selalu berniat membayar sendiri semua biaya perjalanan kami, tetapi dana selalu datang untuk menutupi semua pengeluaran kami .

Akhir Hidup yang Penuh Syukur

Aku meninggal pada tanggal 10 Maret 1898, pada usia 92 tahun .

Ketika aku meninggal, surat kabar Daily Telegraph menulis bahwa aku telah “merampas dari jalan-jalan yang kejam ribuan korban dan dari rumah-rumah kerja ribuan anak terlantar yang tak berdaya.”

Selama hidupku, aku merawat lebih dari 10.000 anak yatim . Aku juga mendirikan 117 sekolah yang memberikan pendidikan Kristen kepada lebih dari 120.000 anak . Aku mendistribusikan hampir dua juta Alkitab dan teks-teks keagamaan .

Dan yang paling penting: aku tidak pernah meminta sumbangan sepeser pun kepada siapa pun. Aku tidak pernah berutang. Aku hanya berdoa, dan Tuhan menjawab.

Aku adalah bukti hidup bahwa Tuhan masih menjawab doa hari ini.

Pelajaran dari George Müller

Dari kehidupan George Müller, kita belajar banyak hal:

Pertama, tidak ada orang yang terlalu jauh untuk diubah oleh kasih karunia Tuhan. Müller adalah pencuri, pembohong, dan penjudi. Tetapi Tuhan mengubahnya menjadi salah satu teladan iman terbesar dalam sejarah. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni. Tidak ada masa lalu yang terlalu kelam untuk diubahkan.

Kedua, doa adalah kunci untuk pekerjaan yang besar. Müller tidak pernah meminta sumbangan kepada siapa pun. Ia membawa setiap kebutuhan kepada Tuhan dalam doa. Dan Tuhan menjawab—kadang-kadang pada saat-saat terakhir, tetapi selalu tepat waktu.

Ketiga, iman berarti bergantung sepenuhnya pada Tuhan. Müller tidak pernah berutang. Ia tidak pernah meminta. Ia hanya percaya. Dan Tuhan tidak pernah mengecewakannya.

Saya tidak tahu apa yang Anda hadapi hari ini.

Mungkin Anda sedang bergumul dengan masa lalu Anda. Mungkin Anda merasa terlalu banyak dosa untuk diampuni. Mungkin Anda sedang menghadapi kebutuhan yang tampaknya tidak mungkin dipenuhi.

Ingatlah George Müller.

Ia adalah pencuri yang menjadi penginjil. Ia adalah pembohong yang menjadi teladan iman. Ia adalah orang berdosa yang diubahkan oleh kasih karunia Tuhan. Dan ia merawat lebih dari 10.000 anak yatim—tanpa pernah meminta sepeser pun.

Jika Tuhan bisa mengubah Müller, Dia bisa mengubah Anda. Jika Tuhan bisa menyediakan untuk 10.000 anak yatim melalui doa, Dia bisa menyediakan kebutuhan Anda.

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” — Matius 7:7

KESIMPULAN

Tiga Pelajaran dari George Müller

1. Tidak Ada Orang yang Terlalu Jauh untuk Diubahkan

Müller adalah pencuri, pembohong, dan penjudi. Tetapi Tuhan mengubahnya menjadi salah satu teladan iman terbesar dalam sejarah. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni. Tidak ada masa lalu yang terlalu kelam untuk diubahkan.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)

2. Doa adalah Kunci untuk Pekerjaan yang Besar

Müller tidak pernah meminta sumbangan kepada siapa pun. Ia membawa setiap kebutuhan kepada Tuhan dalam doa. Dan Tuhan menjawab—kadang-kadang pada saat-saat terakhir, tetapi selalu tepat waktu.

“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16, BIMK)

3. Iman Berarti Bergantung Sepenuhnya pada Tuhan

Müller tidak pernah berutang. Ia tidak pernah meminta. Ia hanya percaya. Dan Tuhan tidak pernah mengecewakannya.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” (Amsal 3:5)

Untuk Renungan

  • Apakah Anda percaya bahwa Tuhan masih menjawab doa hari ini?

  • Apakah Anda bersedia bergantung sepenuhnya pada Tuhan untuk kebutuhan Anda?

  • Apakah ada area di mana Anda perlu mempercayai Tuhan untuk menyediakan?

  • Bacalah Matius 7:7-12 — tentang kuasa doa.

  • Bacalah Filipi 4:19 — “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”

Kabar baiknya: Tuhan yang menjawab doa George Müller adalah Tuhan yang sama yang mendengarkan doa Anda hari ini. Dia tidak pernah berubah. Dia masih setia.

(el)

Sumber Utama
  1. Wikipedia. “George Müller”. Sumber yang mencatat kelahiran (27 September 1805), masa muda sebagai pencuri dan penjudi, penjara pada usia 16 tahun, pertobatan di Halle, pindah ke Bristol (1832), pendirian panti asuhan (1836), dan kematian (10 Maret 1898) .
  2. Pierson, Arthur T. George Müller of Bristol: His Life of Prayer and Faith. London: Pickering and Inglis, 1899. Biografi klasik yang menjadi rujukan utama tentang kehidupan Müller, termasuk prinsip-prinsip doa dan pemeliharaan Tuhan .
  3. Müller, George. The Autobiography of George Müller. Whitaker House, 1996. Otobiografi Müller yang menceritakan perjalanan hidupnya dari dosa menuju anugerah, serta prinsip-prinsip hidup dalam iman .
  4. Müller, George. Answers to Prayer. DigiCat, 2022. Kumpulan kesaksian Müller tentang jawaban doa dalam pelayanannya, termasuk kisah roti dan susu yang datang tepat waktu .
  5. BBC News. “Orphanage museum closed for repairs after flood” (13 Agustus 2026). Sumber yang mencatat bahwa Müller merawat lebih dari 10.000 anak yatim di lima rumah Ashley Down, dan bahwa museum George Müller di Bristol menyimpan lebih dari 17.500 catatan asli panti asuhan .
  6. Bristol City Council Archives. “George Müller of Bristol” (Bk/2690) dan “The Bristol Orphan Houses” (Bk/2687). Arsip resmi yang menyimpan biografi dan sejarah panti asuhan Müller .
  7. Visit Bristol. “The story of the Müller Orphan Homes in Bristol” (2 Maret 2021). Sumber yang mencatat detail pendirian panti asuhan di Wilson Street (1836), pembelian tanah di Ashley Down (1846), dan pembukaan lima rumah yatim (1849-1870) .
  8. Vision Christian Media. “He Never Asked for Money—Yet Cared for Thousands of Orphans” (30 Maret 2025). Sumber yang mencatat jumlah anak yang dirawat (10.024), pendirian 117 sekolah, dan perjalanan misi ke 42 negara .
  9. Project Gutenberg. “George Müller of Bristol” oleh Arthur T. Pierson (2008). Sumber yang mencatat detail kehidupan Müller, termasuk pengalaman doa dan pemeliharaan Tuhan .
  10. Bristol Archives. “Selected extracts from the diary of George Muller” (Bk/604). Kumpulan kutipan dari buku harian Müller yang mencatat jawaban-jawaban doa .

Catatan: George Müller meninggal pada 10 Maret 1898 pada usia 92 tahun. Warisannya—khususnya teladan hidup dalam iman dan doa—terus menginspirasi jutaan orang Kristen di seluruh dunia hingga hari ini. The George Müller Charitable Trust masih beroperasi, melanjutkan pekerjaan merawat anak-anak yatim dan rentan secara internasional.

 

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkait
Lima sola Reformasi menegaskan bahwa Alkitab, iman, anugerah, Kristus, dan kemuliaan Allah berada di pusat iman Kristen. Foto ilustrasi: ELrolumNews.

Lima Sola Reformasi: Fondasi Iman yang Mengembalikan Gereja kepada...

Religion, ElrolumNews - Reformasi abad ke-16 bukan sekadar gerakan yang mengubah wajah gereja di Eropa. Di balik...
Allah telah memberikan segala sesuatu yang diperlukan untuk hidup dan kesalehan; karena itu, bertumbuhlah dalam iman, kekudusan, dan kasih.

Renungan 2 Petrus 1:3–15: Anugerah yang Mengubah Hidup

Anugerah yang Mengubah Hidup: Bertumbuh dalam Panggilan dan Pemilihan Allah — 2 Petrus 1:3–15 Religion, ElrolumNews - Ada...
Ulrich Zwingli, reformator Swiss abad ke-16, dikenal melalui khotbah ekspositorisnya di Grossmünster Zurich yang membantu membentuk Reformasi di Swiss. Foto ilustrasi: ELrolumNews.

Ulrich Zwingli: Ketika Khotbah Alkitab Mengubah Zurich

Religion, ElrolumNews - Pada 1 Januari 1519, Huldrych Zwingli memulai pelayanannya di Grossmünster, gereja utama Zurich, dengan...

Lainnya

Popular