Sanaa, ELrolumNews — Pertempuran sengit masih berlangsung di sekitar Selat Bab al-Mandab, Yaman. Pejabat militer dari kedua pihak melaporkan lebih dari 40 orang tewas dalam bentrokan di area pegunungan Kahbub dan sekitarnya selama 24 jam terakhir.
Di sisi lain, pemimpin Houthi Abdul-Malik al-Houthi membantah tuduhan bahwa kelompoknya berusaha menyerang kota suci Mekah. Dalam pidato yang disiarkan televisi, ia menyebut tuduhan tersebut sebagai “kebohongan” dan “misinformasi” yang digunakan untuk memobilisasi dukungan.
“Kami tidak pernah berniat menyerang Mekah. Tuduhan itu adalah fabrikasi untuk menjustifikasi agresi terhadap Yaman,” tegas al-Houthi.
Pertempuran di sekitar Bab al-Mandab terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi berusaha merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi di sekitar selat strategis tersebut.
Selat Bab al-Mandab merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia. Ketegangan di wilayah ini turut memengaruhi arus perdagangan global dan harga minyak dunia.
Konflik berkepanjangan di Yaman telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang parah. Ribuan warga sipil menjadi korban, sementara jutaan lainnya mengungsi dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Organisasi internasional terus menyerukan gencatan senjata dan solusi damai untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
(fvs)





