La Paz, ELrolumNews — Dua ledakan besar terjadi di sebuah barak militer di Bolivia barat pada Jumat (4/9/2026), menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden ini terjadi di barak militer kota Viacha, sekitar 30 kilometer barat daya ibu kota La Paz, dan mengguncang gudang amunisi yang berada di dalam kompleks tersebut .
Direktur Kesehatan Viacha, Rita Nebraska, mengkonfirmasi bahwa setidaknya 62 pasien dirawat di rumah sakit setempat . Sebanyak 14 orang di antaranya dipindahkan ke rumah sakit khusus di La Paz karena trauma dan luka bakar parah .
Kepala Komando Militer Wilayah La Paz, Edgar Caballero, mengonfirmasi bahwa ledakan terjadi di gudang amunisi . Sumber dari kepolisian Viacha menyebutkan dua ledakan terjadi secara berturut-turut, yang pertama pada pukul 10.30 pagi (14.30 GMT) dan ledakan kedua pada pukul 13.30 (17.30 GMT) .
“Senjata peledak, peluru, dan amunisi, itulah sebabnya ledakannya begitu besar, menyebabkan kerusakan pada atap dan dinding barak,” kata seorang sumber kepolisian .
Warga setempat melaporkan merasakan getaran hebat yang membuat rumah mereka bergetar. “Kami berada di rumah saat ledakan terjadi. Kami pikir itu adalah gempa bumi,” kata seorang warga Viacha kepada radio lokal .
Gambar-gambar yang diposting di media sosial dan media lokal menunjukkan asap tebal membubung di atas barak, dengan beberapa bangunan menunjukkan kerusakan struktural parah.
Presiden Bolivia Luis Arce mengonfirmasi adanya korban jiwa dan menyatakan bahwa “semua otoritas negara telah dimobilisasi” untuk merespons tragedi tersebut . Pihak berwenang membuka pusat evakuasi dan berkoordinasi dengan rumah sakit setempat untuk menangani korban luka .
Hingga saat ini, penyebab ledakan masih dalam penyelidikan. Pihak berwenang belum dapat memastikan apakah ledakan disebabkan oleh kecelakaan atau faktor lain. Wilayah La Paz, yang terletak di pegunungan Andes, sering mengalami aktivitas seismik, tetapi tidak ada laporan gempa bumi pada waktu itu .
(*/fvs)





