Moskow/Kiev, Elrolumnews — Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa serangan udara mereka menyasar pusat data terbesar yang mendukung operasi militer Ukraina, termasuk pemrosesan, transfer, dan penyimpanan data serta intelijen.
“Kami berhasil melumpuhkan infrastruktur vital yang digunakan musuh untuk mengoordinasikan operasi militer mereka,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
Sementara itu, Ukraina menerima 252 jenazah warganya dari Rusia. Menurut pihak Rusia, jenazah tersebut milik warga negara Ukraina, termasuk personel militer.
Proses repatriasi jenazah ini merupakan bagian dari kesepakatan kemanusiaan antara kedua negara. Pihak berwenang Ukraina tengah melakukan identifikasi terhadap jenazah yang diterima.
Konflik Rusia-Ukraina masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Serangan udara dan pertempuran darat terus terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di sekitar pusat data militer dan infrastruktur strategis lainnya.
Kedua pihak terus melaporkan keberhasilan masing-masing dalam operasi militer mereka. Namun, dampak kemanusiaan dari konflik ini terus bertambah.
Di tengah eskalasi militer, upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik masih terus berjalan. Utusan khusus Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mengunjungi Moskow dan Kiev untuk mendorong proposal perdamaian.
Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan konkret yang dicapai untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
(fvs)





