Bursa Asia Pesta, IHSG Menguat! Pasar Optimis Kesepakatan AS-Iran Buka Selat Hormuz, Data PDB RI Tembus 5,29%

Jakarta, ElrolumNews — Bursa saham Asia-Pasifik kompak menguat pada perdagangan Rabu (5/8), mengikuti reli Wall Street yang dipicu optimisme terhadap potensi kesepakatan diplomatik AS-Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz, serta laporan keuangan emiten AS yang solid.

Pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menyebut peluang kesepakatan dengan Iran dalam waktu dekat menjadi katalis utama . Indeks S&P 500 melonjak 1,8% ke level tertinggi sepanjang masa di atas 7.700, sementara Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 900 poin dan kembali mencetak rekor penutupan tertinggi.

Bursa Asia turut merayakan sentimen positif tersebut:

- Advertisement -
  • Korsel Kospi memimpin penguatan, melonjak lebih dari 4% pada awal perdagangan 

  • Jepang Nikkei 225 naik 1,83% 

  • Australia S&P/ASX 200 menguat 0,46% 

  • Shanghai Composite menguat 0,37% 

IHSG dibuka menguat 18,98 poin atau 0,30% ke posisi 6.338,59 pada Rabu pagi. Penguatan ini dipicu oleh investor yang bersikap risk on seiring membaiknya tensi geopolitik antara AS dan Iran.

Pada perdagangan Selasa (4/8), IHSG telah ditutup menguat signifikan 1,37% ke level 6.319,61, dengan aksi beli investor asing sebesar Rp741,19 miliar.

Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebutkan secara teknikal IHSG diprakirakan akan menguji resistansi di level 6.370-6.400 . Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.246-6.211, berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance 6.377, kemudian 6.450, hingga 6.500.

Data ekonomi domestik turut menjadi sentimen positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal II/2026 . Angka ini melampaui konsensus pasar yang memperkirakan perlambatan ke 5,1%.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan berdasarkan besaran PDB pada kuartal II/2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.552,1 triliun . Bila dibandingkan dengan triwulan I/2026 atau secara Q-to-Q, ekonomi tumbuh sebesar 3,73%.

Konsumsi rumah tangga diperkirakan masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi, didorong oleh program perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, serta stimulus selama masa libur sekolah di triwulan II.

Sentimen geopolitik membaik setelah muncul optimisme upaya diplomatik antara AS dengan Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan AS dan Iran berpotensi mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan kebebasan pelayaran bagi kapal-kapal komersial pada Selasa atau Rabu (5/8).

“Kami sedang melakukan pembicaraan dengan pihak Iran. Ada kemungkinan kami dapat mencapai kesepakatan hari ini atau besok (Rabu) untuk membuka Selat Hormuz dan bergerak menuju situasi yang lebih normal dalam konflik ini,” kata Bessent kepada CNBC.

Harapan ini mendorong penurunan harga minyak dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko . Kontrak berjangka minyak mentah WTI turun 5,7% dan ditutup di level US$75,77 per barel.

(*/fvs)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

IHSG Anjlok 1,51% ke Bawah 6.050, Rupiah Melemah ke...

Jakarta, ElrolumNews — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan hingga pertengahan sesi I perdagangan Rabu (29/7)....

IHSG Ambrol Hampir 2% ke Level 6.196, Harga Minyak...

Jakarta, ElrolumNews – Pasar saham Indonesia kembali tertekan pada penutupan perdagangan Jumat (24/7). IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup...

IHSG Ambruk 2,1% ke 6.183, Minyak Tembus 100 Dolar...

Jakarta, ElrolumNews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah signifikan pada perdagangan Jumat...

More

Recomended

Read More