Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.646, IHSG Fluktuatif! Harga Emas Antam Turun Rp3.000, Geopolitik dan Data AS Jadi Tekanan

Jakarta, ELrolumNews — Pasar keuangan Indonesia memulai pekan dengan sentimen beragam. Rupiah melemah tipis ke Rp17.646 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin (7/9/2026), sementara IHSG sempat menguat sebelum berbalik ke zona merah . Tekanan terhadap rupiah dan pasar saham datang dari kombinasi eskalasi geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, serta data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan .

Rupiah dibuka melemah 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.646 dari penutupan sebelumnya di Rp17.642 . Pelemahan ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz setelah Iran mengancam zona terlarang, yang turut mendorong penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak mentah .

Harga minyak WTI bergerak di kisaran 91,92 dolar AS per barel, sementara Brent di sekitar 96,55 dolar AS per barel . Kenaikan ini meningkatkan kebutuhan valuta asing untuk impor, sehingga menekan nilai tukar rupiah .

Dari AS, data Nonfarm Payrolls Agustus 2026 tercatat 162.000, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 56.000 . Data yang solid ini meningkatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed menjadi sekitar 60 persen, yang turut mendukung penguatan dolar AS .

IHSG dibuka menguat 0,24 persen ke level 6.652,09, namun kemudian berbalik melemah 0,12 persen ke 6.628,19 pada sesi I . Saham perbankan menjadi pemberat utama, dengan BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi kontributor pelemahan terbesar . Sementara saham energi seperti BUMI dan BYAN menjadi penopang indeks .

Pelaku pasar saat ini menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia yang dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB, di mana sebelumnya posisinya mencapai US$145,3 miliar . Pekan ini juga akan ada rilis data indeks keyakinan konsumen, penjualan eceran, serta inflasi dan PPI AS yang akan menjadi penentu arah pasar .

Harga emas batangan Antam turun Rp3.000 menjadi Rp2.637.000 per gram . Harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga turut turun Rp3.000 ke level Rp2.490.000 per gram . Penurunan tipis ini terjadi di tengah tekanan dari penguatan dolar AS .

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dan Presiden Deutsche Bundesbank Joachim Nagel menghadiri konferensi pers setelah pertemuan Dewan Gubernur ECB di wisma Deutsche Bundesbank di Berlin, Jerman, 10 September 2026.

ECB Naikkan Suku Bunga Lagi! Harga Minyak Tembus $100...

Frankfurt, ELrolumNews — Bank Sentral Eropa (ECB) kembali menaikkan suku bunga acuan pada Kamis (10/9/2026) untuk kedua kalinya...
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto

DJP Siapkan Penagihan Tunggakan Pajak Global di 2027! Bimo...

Jakarta, ELrolumNews — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mulai mempersiapkan implementasi penagihan tunggakan pajak global sebagai salah...
Data tenaga kerja AS kuat dorong peluang kenaikan suku bunga The Fed ke 58,4%

Data Tenaga Kerja AS Kuat, Peluang Kenaikan Suku Bunga...

Washington, ELrolumNews — Pasar keuangan global bereaksi terhadap rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang jauh melampaui ekspektasi...

More

Recomended

Read More