Jakarta, ELrolumNews — Pasar keuangan Indonesia mencatatkan kinerja impresif pada penutupan perdagangan Kamis (3/9/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 72,11 poin atau 1,09% ke level 6.667,89 . Penguatan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang mencapai 40,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp18,39 triliun .
Rupiah juga mencatat penguatan signifikan, menguat 0,56% ke level Rp17.650 per dolar AS, yang merupakan level terkuat sejak 21 Mei 2026 . Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar AS yang turun ke area 99,27 serta aliran modal masuk yang terus berlanjut .
Sebanyak 402 saham menguat, 213 saham melemah, dan 180 saham stagnan . Sektor transportasi menjadi penopang penguatan terbesar dengan kenaikan 2,45%, diikuti sektor perindustrian (1,89%) dan sektor barang konsumen non-siklikal (1,62%) .
Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menjadi top gainers LQ45 dengan penguatan 8,25%, disusul saham Bukit Asam (PTBA) dan Japfa Comfeed (JPFA) yang masing-masing naik 6,25% .
Dari dalam negeri, pelaku pasar merespons positif pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia . Hal ini dinilai memberikan sinyal keberlanjutan kebijakan moneter bank sentral .
Analis JP Morgan juga mengapresiasi penegasan kebijakan fiskal pemerintah, termasuk komitmen menjaga batas defisit anggaran di level 3% yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan Agustus lalu . Hal ini diharapkan dapat memicu kembalinya aliran dana asing ke pasar modal Indonesia .
Harga emas dunia melonjak 2,3% ke US$4.488,54 per ons, didorong pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS . Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed yang lebih dovish .
Investor kini menantikan data Non-Farm Payrolls AS yang akan dirilis pada Jumat (4/9) waktu setempat, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS .
(*/fvs)





