Wahyu 7:1-17, “Siapakah yang Dapat Bertahan?” Umat yang Dimeteraikan dan Kerumunan Besar di Hadapan Anak Domba

Theology, ElrolumNews – Wahyu 6 berakhir dengan pertanyaan yang mengguncang:

“Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?” (Wahyu 6:17)

Sebelum meterai ketujuh dibuka, Yohanes melihat sebuah jeda. Empat malaikat menahan keempat penjuru bumi. Angin tidak boleh bertiup sebelum hamba-hamba Allah dimeteraikan pada dahi mereka.

Jeda ini menyatakan bahwa penghakiman tidak bergerak secara liar. Allah terlebih dahulu mengenal, menandai, dan memelihara umat-Nya. Di tengah penghakiman, umat Allah tidak selalu diselamatkan dari penderitaan, tetapi mereka diselamatkan dari murka terakhir dan dijaga sampai tiba di hadapan takhta.goodwaylibrary+1

Yohanes kemudian mendengar jumlah 144.000 dari suku-suku Israel. Setelah itu, ia melihat kerumunan besar yang tidak terhitung dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa. Ia mendengar jumlah umat Allah di bumi sebagai pasukan yang teratur, lalu melihat mereka di surga sebagai umat yang menang dan tak terhitung.

Wahyu 7 menjawab pertanyaan pasal 6: yang dapat bertahan adalah mereka yang dimeteraikan Allah dan dibersihkan oleh darah Anak Domba.

Gambaran Umum Struktur Pasal

Wahyu 7:1-17 terbagi dalam tiga bagian:

  • Ayat 1-3 — Empat Malaikat dan Meterai Allah: Angin penghakiman ditahan sampai umat Allah dimeteraikan.

  • Ayat 4-8 — 144.000 yang Dimeteraikan: Yohanes mendengar jumlah umat Allah dari dua belas suku Israel.

  • Ayat 9-17 — Kerumunan Besar: Yohanes melihat umat yang tak terhitung dari segala bangsa berdiri di hadapan takhta dan Anak Domba.

Pasal ini bukan terutama urutan kronologis setelah Wahyu 6, melainkan jeda penghiburan dan penglihatan paralel. Bagian pertama menggambarkan umat Allah yang masih berada dalam perjuangan di bumi; bagian kedua menggambarkan umat yang telah keluar dari penderitaan dan berdiri dengan kemenangan di hadapan takhta.clearlyreformed

Inti Teologis

1. Penghakiman Ditahan oleh Kedaulatan Allah

Yohanes melihat empat malaikat memegang keempat penjuru bumi agar angin tidak bertiup. Angin dalam bahasa kenabian sering menggambarkan kekuatan penghakiman dan kekacauan yang dilepaskan atas bumi.

Namun angin itu ditahan. Penghakiman tidak dimulai sebelum Allah memberikan tanda pada hamba-hamba-Nya.

Ini menegaskan:

  • Penghakiman Allah memiliki waktu yang telah ditentukan.

  • Tidak ada kuasa yang bertindak di luar izin Allah.

  • Umat Allah dikenal sebelum bencana dilepaskan.

  • Allah memelihara gereja-Nya di tengah dunia yang bergolak.

John Calvin menulis:

“God holds the winds in His hand, and He restrains the fury of the wicked until His servants have been sealed according to His eternal purpose.”

(Allah memegang angin-angin itu di tangan-Nya, dan menahan keganasan orang fasik sampai hamba-hamba-Nya dimeteraikan sesuai dengan tujuan kekal-Nya.)

Meterai Allah bukan berarti umat-Nya tidak pernah mengalami kesusahan. Para martir dalam Wahyu 6 justru mengalami kematian. Meterai berarti mereka adalah milik Allah dan tidak akan kehilangan keselamatan mereka.

2. Meterai di Dahi: Identitas, Kepemilikan, dan Perlindungan

Malaikat itu berkata:

“Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka.” (Wahyu 7:3)

Dalam dunia kuno, meterai dapat menunjukkan:

  • Kepemilikan.

  • Otoritas.

  • Keaslian.

  • Perlindungan.

  • Identitas seseorang.

Meterai pada dahi menunjukkan bahwa umat Allah dikenal secara terbuka sebagai milik-Nya. Ini kontras dengan tanda binatang dalam Wahyu 13. Ada dua identitas yang bertentangan: umat Anak Domba dan pengikut binatang.

Meterai Allah tidak selalu terlihat oleh dunia. Banyak orang percaya mungkin dianggap lemah, tidak penting, atau kalah. Namun di hadapan Allah, identitas mereka jelas.

Meterai ini berhubungan dengan karya Roh Kudus:

  • Efesus 1:13-14 — Orang percaya dimeteraikan dengan Roh Kudus.

  • Efesus 4:30 — Roh Kudus menjadi meterai sampai hari penyelamatan.

  • 2 Timotius 2:19 — Tuhan mengenal siapa yang menjadi milik-Nya.

Herman Bavinck menulis:

“The seal of the Spirit does not remove believers from the world, but assures them that they belong to God while they remain in the world.”

(Meterai Roh tidak mengeluarkan orang percaya dari dunia, tetapi meyakinkan mereka bahwa mereka adalah milik Allah sementara mereka masih berada di dalam dunia.)

3. 144.000: Angka Simbolis Kesempurnaan Umat Allah

Yohanes mendengar jumlah 144.000:

“Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.” (Wahyu 7:4)

Angka ini dapat dipahami sebagai:

12×12×1.000=144.00012 \times 12 \times 1.000 = 144.000

Angka 12 dapat melambangkan:

  • Dua belas suku Israel.

  • Dua belas rasul.

  • Umat Allah dalam keseluruhan sejarah penebusan.

Angka 1.000 dapat menunjukkan jumlah besar, kelengkapan, atau kepenuhan. Karena itu, 144.000 paling tepat dipahami secara simbolis sebagai keseluruhan umat Allah yang dimeteraikan dan dipelihara.

Ligonier mencatat bahwa angka 144.000 tidak perlu dibatasi pada jumlah matematika literal. Hubungan antara 144.000 dan kerumunan besar menunjukkan bahwa umat Allah yang disebut secara teratur dalam ayat 4-8 adalah umat yang sama dengan umat yang dilihat tak terhitung dalam ayat 9-17.learn.ligonier

C.H. Spurgeon berkata:

“If there shall be in heaven a multitude surpassing all human arithmetic, out of all nations, and kindreds, and peoples, and tongues, how certain the Gospel is to achieve yet a great success.”

(Jika di surga terdapat kerumunan yang melampaui seluruh perhitungan manusia, dari segala bangsa, kaum, umat, dan bahasa, betapa pastinya Injil akan mencapai keberhasilan yang besar.)

4. Israel dalam Wahyu 7: Gereja sebagai Umat Perjanjian

Daftar suku dalam Wahyu 7 memiliki beberapa ciri yang tidak sepenuhnya sama dengan daftar suku Israel dalam Perjanjian Lama:

  • Yehuda disebut pertama.

  • Lewi disertakan.

  • Dan tidak dicantumkan.

  • Yusuf dicantumkan.

  • Efraim tidak disebut secara langsung.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa Yohanes tidak sedang memberikan sensus etnis biasa. Ia sedang memakai bahasa simbolis tentang umat perjanjian yang telah ditebus oleh Anak Domba.

Pendekatan Reformed melihat kesinambungan umat Allah dalam perjanjian:

  • Umat Allah dalam Perjanjian Lama.

  • Gereja sebagai umat yang dipersatukan dengan Kristus.

  • Orang Yahudi dan non-Yahudi yang percaya kepada Mesias.

  • Penggenapan janji kepada Abraham dalam umat dari segala bangsa.

Ligonier menyatakan bahwa “Israel” dalam konteks umat sejati Allah ditentukan oleh iman, bukan semata-mata hubungan etnis. Orang Yahudi dan non-Yahudi yang percaya kepada Kristus menjadi ahli waris janji.

Namun penafsiran ini tidak bermaksud menghapus sejarah atau identitas etnis Israel. Fokusnya adalah bahwa keselamatan ditentukan oleh hubungan iman dengan Mesias, bukan keturunan biologis semata.

5. Dari Mendengar Jumlah kepada Melihat Kerumunan

Dalam ayat 4 Yohanes berkata, “Aku mendengar jumlah mereka.” Dalam ayat 9 ia berkata, “Setelah itu aku melihat.”

Perbedaan ini penting secara sastra:

  • Ia mendengar jumlah pasukan yang dimeteraikan.

  • Ia melihat kerumunan besar dari segala bangsa.

  • Ia mendengar gambaran simbolis tentang Israel.

  • Ia melihat penggenapan universalnya dalam gereja dari segala bangsa.

Ini adalah pola “mendengar dan melihat” dalam Wahyu. Apa yang didengar Yohanes sering dijelaskan atau diperluas oleh apa yang kemudian dilihatnya.

Dalam ayat 5-8, umat Allah tampak seperti pasukan Israel yang teratur dan siap menghadapi peperangan rohani. Dalam ayat 9-17, umat yang sama terlihat sebagai kerumunan pemenang yang berdiri di hadapan takhta.

Clearly Reformed menjelaskan kedua bagian itu sebagai satu umat yang dilihat dari dua sudut pandang: gereja yang sedang berjuang di bumi dan gereja yang telah menang di surga.

6. Kerumunan Besar dari Segala Bangsa

Yohanes melihat:

“Suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa.” (Wahyu 7:9)

Gambaran ini adalah penggenapan janji Allah kepada Abraham bahwa keturunannya akan menjadi seperti bintang di langit dan pasir di tepi laut (Kejadian 22:17).

Kerumunan itu:

  • Tidak dapat dihitung manusia.

  • Berasal dari setiap bangsa.

  • Berdiri di hadapan takhta dan Anak Domba.

  • Mengenakan jubah putih.

  • Memegang daun palem.

  • Berseru bahwa keselamatan berasal dari Allah dan Anak Domba.

Penyelamatan dari segala bangsa memperlihatkan bahwa Injil tidak pernah dimaksudkan hanya untuk satu kelompok etnis. Gereja bukan komunitas yang dibentuk oleh satu budaya, bahasa, atau negara. Gereja adalah umat yang dibeli oleh darah Anak Domba.

Ligonier memberikan tiga kesimpulan:

  • Gereja tidak boleh menolak seseorang karena ras atau kebangsaannya.

  • Injil pasti menyelamatkan umat Allah.

  • Keberhasilan Injil tidak bergantung pada kekuatan politik atau budaya gereja.

7. Jubah Putih dan Daun Palem

Jubah putih melambangkan:

  • Pembenaran.

  • Kemurnian.

  • Kemenangan.

  • Penerimaan di hadapan Allah.

Namun jubah itu tidak menjadi putih karena usaha manusia. Salah satu tua-tua menjelaskan:

“Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.” (Wahyu 7:14)

Secara manusiawi, darah akan membuat kain menjadi merah. Namun darah Anak Domba memiliki kuasa yang menyucikan dosa. Ini adalah paradoks penebusan: umat menjadi putih bukan karena tidak pernah berdosa, tetapi karena dosa mereka ditutupi dan dihapus oleh darah Kristus.

Daun palem merupakan lambang kemenangan dan perayaan. Daun palem juga mengingatkan pada penyambutan Yesus sebagai Raja dalam Yohanes 12:12-16. Kerumunan itu tidak merayakan kemenangan politik manusia, melainkan kemenangan Anak Domba.

8. “Mereka yang Keluar dari Penderitaan Besar”

Salah satu tua-tua bertanya:

“Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” (Wahyu 7:13)

Jawabannya:

“Mereka adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar.” (Wahyu 7:14)

Istilah “penderitaan” berasal dari kata Yunani thlipsis, yang digunakan dalam Perjanjian Baru untuk penderitaan umat Allah dalam dunia yang menentang kerajaan Kristus.

Yesus berkata:

“Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)

Karena itu, “penderitaan besar” dapat dipahami dalam dua lapisan:

  • Penderitaan gereja sepanjang zaman antara kedatangan pertama dan kedua Kristus.

  • Intensifikasi penderitaan menjelang akhir zaman.

Dalam kerangka Reformed, gereja tidak dijanjikan akan diangkat sebelum mengalami seluruh penderitaan. Gereja dijanjikan akan dipelihara di tengah penderitaan dan dibawa dengan selamat kepada kemuliaan.

Anthony Hoekema menulis:

“Tribulation characterizes the entire age between Christ’s two comings, though it may reach a final climactic intensity before the end.”

(Penderitaan menjadi ciri seluruh zaman di antara kedatangan pertama dan kedua Kristus, meskipun penderitaan itu dapat mencapai intensitas klimaks menjelang akhir.)

9. Allah Menaungi Umat-Nya

Ayat 15 menyatakan:

“Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.”

Kata “membentangkan kemah” mengingatkan pada kehadiran Allah di tengah umat-Nya. Dalam Perjanjian Lama, Allah hadir melalui Kemah Suci. Dalam Kristus, Allah diam di antara manusia. Dalam penggenapan akhir, Allah menaungi umat-Nya secara sempurna.

Allah tidak hanya menyelamatkan umat dari hukuman. Ia membawa mereka ke dalam hadirat-Nya.

10. Tidak Ada Lagi Kelaparan, Kehausan, atau Air Mata

Ayat 16-17 memberikan serangkaian janji:

  • Tidak akan lapar lagi.

  • Tidak akan haus lagi.

  • Matahari tidak akan menyengat.

  • Tidak akan mengalami panas terik.

  • Anak Domba akan menjadi Gembala.

  • Ia akan menuntun ke mata air kehidupan.

  • Allah akan menghapus segala air mata.

Di sini paradoks lain muncul: Anak Domba adalah Gembala. Ia adalah korban yang disembelih sekaligus Gembala yang menuntun umat-Nya.

Gambaran ini menggemakan Mazmur 23:

  • Tuhan adalah Gembala.

  • Ia membawa umat ke air yang tenang.

  • Ia memelihara di tengah lembah kekelaman.

  • Ia membawa umat ke hadirat-Nya.

Ligonier menegaskan bahwa penderitaan umat Allah berakhir bukan hanya karena mereka memperoleh makanan atau bebas dari sakit, tetapi terutama karena mereka menikmati kehadiran Allah.

Puncak janji bukan sekadar tidak ada lagi rasa lapar atau tangisan. Puncaknya adalah: Allah sendiri hadir bersama umat-Nya.

Tabel Simbol dan Makna Teologis

SimbolGambaran dalam Wahyu 7Makna TeologisReferensi Silang
Empat penjuru bumiEmpat malaikat menahan anginPenghakiman bersifat universal dan tetap berada di bawah kendali AllahYesaya 11:12; Yehezkiel 7:2
Empat anginAngin ditahan agar tidak merusak bumiKuasa penghakiman Allah yang belum dilepaskan sepenuhnyaYeremia 49:36; Daniel 7:2
Meterai pada dahiHamba-hamba Allah ditandaiKepemilikan, identitas, keaslian, dan perlindungan ilahiYehezkiel 9:4-6; Efesus 1:13-14
144.000Jumlah umat yang dimeteraikan dari suku-suku IsraelKelengkapan umat perjanjian yang dipelihara AllahWahyu 14:1-5; Roma 9:6-8
Jubah putihDipakai kerumunan besarPembenaran, kemurnian, kemenangan, dan penerimaan dalam KristusYesaya 1:18; Wahyu 3:5; 19:8
Daun palemDipegang umat di hadapan takhtaKemenangan dan perayaan atas keselamatan AllahImamat 23:40; Yohanes 12:13
Darah Anak DombaJubah dicuci dan diputihkanPenyucian dosa melalui kematian substitusional KristusYesaya 53:4-6; 1 Petrus 1:18-19
Kemah AllahAllah menaungi umat-NyaPerlindungan dan hadirat Allah yang kekalKeluaran 40:34-38; Yohanes 1:14; Wahyu 21:3
Mata air kehidupanAnak Domba menuntun umat-NyaKepuasan, kehidupan kekal, dan pemeliharaan sempurnaMazmur 23:1-2; Yesaya 49:10; Wahyu 22:1

Tabel Perbandingan Pendekatan Tafsir

AspekHistoris-Idealis ReformedPreteris ParsialFuturis DispensationalInterpretasi AlternatifPenekanan Teologis
144.000Simbol keseluruhan umat Allah dari umat perjanjian, termasuk Yahudi dan non-Yahudi yang percayaDapat melambangkan sisa Yahudi yang percaya kepada Mesias sebelum kehancuran Yerusalem144.000 orang Yahudi literal yang diselamatkan dan dilindungi pada masa kesusahan besarKelompok khusus orang Yahudi yang menjadi pelayan misi pada masa akhirAllah mengenal dan memelihara seluruh umat pilihan-Nya
Kerumunan besarUmat yang sama dengan 144.000, dilihat sebagai gereja yang menang di surgaOrang-orang non-Yahudi yang diselamatkan dalam konteks penghakiman abad pertamaOrang-orang dari segala bangsa yang diselamatkan selama TribulasiUmat tebusan yang telah keluar dari penderitaan akhir zamanInjil menyelamatkan umat dari segala bangsa
Penderitaan besarPenderitaan gereja sepanjang zaman dengan intensifikasi pada akhir zamanTerutama penderitaan dalam perang Yahudi-Romawi dan kehancuran YerusalemPeriode literal tujuh tahun menjelang kedatangan KristusPenganiayaan besar yang menimpa umat Allah pada periode akhirGereja dipelihara di tengah penderitaan, bukan selalu dikeluarkan darinya
Israel dan gerejaKesinambungan umat perjanjian digenapi dalam semua yang percaya kepada KristusMenekankan kesinambungan antara sisa Yahudi dan gereja awalMembedakan Israel nasional dari gereja secara ketatIsrael literal dan gereja memiliki peran terpisah dalam penggenapan akhirIman kepada Mesias, bukan etnisitas semata, menentukan umat Allah
Perlindungan AllahPerlindungan rohani dari murka final, meski gereja dapat mengalami penderitaan fisikPerlindungan umat Allah di tengah krisis abad pertamaPerlindungan fisik khusus selama masa TribulasiPerlindungan khusus atas kelompok yang ditentukan AllahKeselamatan akhir umat Allah tidak dapat digagalkan

Aplikasi Praktis

1. Personal: Hidup sebagai Milik Allah

Meterai di dahi menunjukkan bahwa identitas utama orang percaya adalah milik Allah.

Aplikasi: Jangan biarkan pekerjaan, status sosial, kegagalan, latar belakang keluarga, atau pendapat manusia menjadi identitas utama Anda. Dalam Kristus, Anda dikenal dan dimiliki Allah.

2. Relasional: Menolak Rasisme dan Eksklusivisme

Kerumunan besar berasal dari setiap bangsa, suku, kaum, dan bahasa.

Aplikasi: Gereja tidak boleh menolak orang karena warna kulit, suku, kebangsaan, bahasa, atau status sosial. Rasisme di dalam gereja merupakan penghinaan terhadap karya Anak Domba.

3. Keluarga: Membangun Harapan di Tengah Penderitaan

Wahyu 7 mengajarkan bahwa penderitaan bukan akhir kisah umat Allah.

Aplikasi: Ajarkan anak-anak untuk memahami kesulitan melalui pengharapan Injil. Jangan menjanjikan kehidupan tanpa masalah; ajarkan bahwa Kristus menyertai dan membawa umat-Nya menuju kemenangan.

4. Spiritual: Berdiri Teguh dalam Penderitaan

Umat yang berdiri di hadapan takhta adalah mereka yang telah keluar dari penderitaan besar. Mereka tidak menang dengan menghindari seluruh kesusahan, tetapi dengan tetap setia di dalamnya.

Aplikasi: Bertahanlah dalam doa, Firman, persekutuan gereja, dan iman kepada Kristus ketika mengalami tekanan.

5. Komunal: Gereja sebagai Umat Multinasional

Gereja di bumi harus mencerminkan kerumunan besar di surga.

Aplikasi: Bangun komunitas yang menerima orang dari berbagai latar belakang. Kesatuan gereja tidak didasarkan pada kesamaan budaya, tetapi pada darah Anak Domba.

6. Emosional: Membawa Air Mata kepada Allah

Allah berjanji menghapus setiap air mata. Ini menunjukkan bahwa tidak ada penderitaan umat-Nya yang diabaikan.

Aplikasi: Jangan merasa bahwa kesedihan Anda terlalu kecil untuk dibawa kepada Allah. Ia melihat kehilangan, penyakit, penolakan, dan air mata umat-Nya.

7. Misional: Percaya pada Keberhasilan Injil

Kerumunan itu tidak dapat dihitung. Injil pasti mengumpulkan umat Allah dari segala bangsa.

Aplikasi: Beritakan Injil dengan tekun meskipun hasilnya tampak kecil. Keberhasilan misi tidak bergantung pada kekuatan manusia, melainkan pada kuasa Allah dalam Injil.

Kesimpulan

Wahyu 7 menjawab pertanyaan Wahyu 6:17, “Siapakah yang dapat bertahan?”

Yang dapat bertahan adalah:

  1. Mereka yang dimeteraikan sebagai milik Allah.

  2. Mereka yang dibersihkan oleh darah Anak Domba.

  3. Mereka yang tetap setia dalam penderitaan.

  4. Mereka yang berasal dari segala bangsa dan percaya kepada Kristus.

  5. Mereka yang akhirnya berdiri di hadapan takhta dalam kemenangan.

Angka 144.000 menggambarkan umat Allah yang lengkap dan terlindungi. Kerumunan besar menunjukkan keluasan umat tebusan yang tidak dapat dihitung. Kedua gambaran itu menyatakan satu kebenaran: Allah tidak akan kehilangan seorang pun dari umat yang telah ditebus-Nya.

Ligonier menyatakan bahwa gereja terdiri dari umat dari segala bangsa dan bahwa Injil pasti mencapai keberhasilan karena Allah memiliki umat yang akan percaya kepada Kristus.

Puncak pasal ini bukan sekadar keamanan dari penderitaan. Puncaknya adalah kehadiran Allah:

“Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.”

Dan puncak pelayanan Anak Domba adalah:

“Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu akan menggembalakan mereka.”

Anak Domba adalah Gembala. Ia memimpin umat yang telah ditebus-Nya kepada mata air kehidupan. Ia tidak hanya membawa mereka keluar dari penderitaan; Ia membawa mereka masuk ke dalam hadirat Allah.

(el)

Referensi
Alkitab:
  • Wahyu 6:1-17; 7:1-17; 9:4; 12:11; 13:16-17; 14:1-5; 21:3-4; 22:1-5.
  • Kejadian 12:1-3; 22:17-18.
  • Keluaran 12:13; 19:5-6; 40:34-38.
  • Imamat 23:40.
  • Bilangan 1:1-46.
  • Mazmur 23; 72:8-17; 87; 91:1-16.
  • Yesaya 25:6-9; 49:10; 53:4-6; 65:17-25.
  • Yehezkiel 9:4-6; 47:1-12.
  • Daniel 12:1-3.
  • Zakharia 3:9; 14:16.
  • Matius 24:21-31.
  • Yohanes 10:14-16; 16:33.
  • Kisah Para Rasul 14:22.
  • Roma 8:35-39; 9:6-8; 11:25-27.
  • Galatia 3:7, 29.
  • Efesus 1:13-14; 2:11-22; 4:30.
  • Filipi 3:20-21.
  • 1 Petrus 1:6-9; 2:9-10; 5:8-10.
  • 2 Timotius 2:19.
  • Ibrani 12:22-24.
Komentar dan Sumber Reformed:
  • Calvin, John. Institutes of the Christian Religion.
  • Henry, Matthew. Commentary on the Whole Bible.
  • Sproul, R.C. Materi pengajaran tentang Injil dan keselamatan.
  • Spurgeon, C.H. “The Multitude before the Throne.”learn.ligonier
  • Poythress, Vern S. The Returning King: A Guide to the Book of Revelation.
  • Beale, G.K. The Book of Revelation.
  • Hendriksen, William. More Than Conquerors.
  • Johnson, Dennis E. Triumph of the Lamb.
  • Hoekema, Anthony A. The Bible and the Future.clearlyreformed
  • Bavinck, Herman. Reformed Dogmatics.
  • Berkhof, Louis. Systematic Theology.
Sumber Online:
  • Ligonier Ministries. “The Great Multitude.”learn.ligonier
  • Ligonier Ministries. “The Lamb and His Tribes.”learn.ligonier
  • Enduring Word. “Revelation 7 Commentary: The 144,000 and the Great Multitude.”enduringword
  • Clearly Reformed. “A Great Multitude.”clearlyreformed
  • Goodway Library. “Revelation 7 Commentary: The Sealed and the Multitude.”goodwaylibrary
  • Revelation My Bible Explorer. “The Sealed Servants and the Great Multitude.”revelation.mybibleexplorer
  • Bible Hub. “Revelation 7.”biblehub
  • Pastor Jason Elder. “Revelation 7:9-17 Commentary and Meaning.”pastorjasonelder

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Ilustrasi

Wahyu 11:1-19 , “Kedua Saksi yang Tidak Diam”: Kesaksian...

Theology, ElrolumNews - Wahyu 10 mengakhiri pasal dengan panggilan kepada Yohanes untuk bernubuat lagi kepada banyak bangsa,...
Ilustrasi

Wahyu 10:1-11, “Manis seperti Madu, Pahit dalam Perut”: Gulungan...

Theology, ElrolumNews - Setelah sangkakala keenam berbunyi, Yohanes kembali melihat sebuah jeda. Seperti Wahyu 7 yang menjadi...
Ilustrasi

Wahyu 9:1-21, “Mereka Tidak Bertobat”: Jurang Maut, Pasukan...

Theology, Elrolumnews - Sangkakala kelima dan keenam membawa penglihatan Wahyu ke dalam wilayah yang lebih gelap. Jika...

More

Recomended

Read More