“Barangsiapa Bertelinga, Hendaklah Ia Mendengar”: Kristus Menilai, Menegur, dan Memelihara Gereja – Wahyu 2:1-29

Theology, ElrolumNews – Kristus yang dimuliakan tidak hanya menampakkan diri kepada Yohanes di tengah tujuh kaki dian. Ia juga berbicara kepada gereja-gereja-Nya. Dari takhta kemuliaan-Nya, Kristus melihat lebih dalam daripada laporan pelayanan, jumlah jemaat, reputasi teologis, atau keberhasilan organisasi. Ia melihat kasih yang mulai padam, iman yang tetap bertahan, kompromi yang dibiarkan, dan dosa yang disembunyikan.

Empat jemaat pertama menerima pesan yang berbeda. Efesus bekerja keras dan memiliki ketajaman doktrinal, tetapi telah meninggalkan kasihnya yang mula-mula. Smirna miskin secara materi dan mengalami penderitaan, tetapi dinilai kaya oleh Kristus. Pergamus tetap mengakui nama Kristus, tetapi membiarkan ajaran palsu. Tiatira bertumbuh dalam kasih dan pelayanan, tetapi menoleransi seorang pengajar yang menyesatkan umat kepada penyembahan berhala dan percabulan.

Wahyu 2 bukan hanya surat kepada empat jemaat abad pertama. Setiap pesan ditutup dengan panggilan, “Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” Karena itu, pasal ini adalah cermin bagi gereja sepanjang zaman.

Gambaran Umum Struktur Pasal

Wahyu 2:1-29 berisi empat surat Kristus:

  • Ayat 1-7 — Efesus: Gereja yang bekerja keras dan menjaga kemurnian ajaran, tetapi meninggalkan kasih mula-mula.

  • Ayat 8-11 — Smirna: Gereja yang miskin dan tertindas, tetapi kaya secara rohani serta dipanggil untuk setia sampai mati.

  • Ayat 12-17 — Pergamus: Gereja yang tinggal di tengah pusat penyembahan berhala, tetap mengakui Kristus, tetapi menoleransi ajaran kompromistis.

  • Ayat 18-29 — Tiatira: Gereja yang bertumbuh dalam kasih, iman, pelayanan, dan ketekunan, tetapi membiarkan pengaruh “Izebel” merusak umat.

Keempat surat ini memiliki pola yang berulang: Kristus memperkenalkan diri, menyatakan bahwa Ia mengetahui keadaan jemaat, memberikan pujian atau teguran, memanggil jemaat untuk merespons, dan menjanjikan upah bagi mereka yang menang.

Inti Teologis

1. Kristus adalah Tuhan atas Gereja

Setiap surat dimulai dengan pengenalan terhadap Kristus. Kepada Efesus, Ia memperkenalkan diri sebagai Dia yang memegang ketujuh bintang di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara tujuh kaki dian emas (ayat 1).

Simbol ini menghubungkan Wahyu 2 dengan Wahyu 1. Kristus hadir di tengah gereja dan memegang para utusan atau pemimpin jemaat dalam otoritas-Nya. Gereja bukan milik pendeta, majelis, denominasi, atau anggota jemaat. Gereja adalah milik Kristus.

Kata Yunani yang digunakan untuk “memegang” memiliki nuansa memegang dengan kuat atau menguasai secara penuh. Artinya, gereja tidak berada di luar pengawasan Kristus. Ia memelihara, menilai, menegur, dan bila perlu mengambil kaki dian dari tempatnya.

John Calvin menulis tentang hubungan Kristus dengan gereja:

“Christ is not separated from His Church, but is present in the midst of it, governing it by His Word and Spirit.”

(Kristus tidak terpisah dari Gereja-Nya, melainkan hadir di tengah-tengahnya, memerintahnya melalui Firman dan Roh-Nya.)

Prinsip ini penting bagi eklesiologi Reformed. Gereja sejati tidak ditentukan terutama oleh kemegahan bangunan, jumlah anggota, atau popularitas pemimpinnya. Gereja sejati harus tunduk kepada Kristus sebagai Kepala, menerima Firman-Nya sebagai otoritas, dan hidup dalam kekudusan.

2. Efesus: Kemurnian Doktrin Tanpa Kasih

Kristus memuji jemaat Efesus karena pekerjaan, jerih payah, ketekunan, dan keberanian mereka menguji orang-orang yang mengaku sebagai rasul tetapi sebenarnya pendusta. Mereka tidak tahan terhadap kejahatan dan membenci perbuatan Nikolaus.

Ini adalah gereja yang serius terhadap kebenaran. Mereka tidak mudah percaya kepada setiap pengajar. Mereka mengingat peringatan Paulus tentang serigala-serigala yang akan masuk ke tengah jemaat dan menyesatkan umat (Kisah Para Rasul 20:29-31).

Namun Kristus berkata:

“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” (Wahyu 2:4)

Mereka tidak kehilangan kasih secara tidak sengaja; teks tersebut menggambarkan bahwa mereka telah meninggalkannya. Dari luar, jemaat Efesus tampak sehat: sibuk, tekun, ortodoks, dan berani melawan ajaran palsu. Namun Kristus melihat masalah yang tidak selalu terlihat oleh manusia: kasih kepada Kristus dan sesama telah mendingin.

J.C. Ryle menulis:

“A church may have correct doctrine, active ministries, and a reputation for holiness, yet be spiritually defective if love for Christ has grown cold.”

(Sebuah gereja dapat memiliki doktrin yang benar, pelayanan yang aktif, dan reputasi kekudusan, tetapi tetap memiliki cacat rohani apabila kasih kepada Kristus telah menjadi dingin.)

Jalan Pemulihan Efesus

Kristus memberikan tiga perintah:

  1. Ingatlah dari mana mereka telah jatuh.

  2. Bertobatlah dari kondisi tersebut.

  3. Lakukanlah lagi pekerjaan semula.

Pertobatan bukan sekadar perasaan bersalah. Pertobatan berarti berbalik arah. Jemaat Efesus dipanggil untuk kembali kepada kasih dan praktik yang dahulu menjadi ciri kehidupan mereka bersama Kristus.

Peringatan Kristus sangat serius:

“Jika tidak, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” (Wahyu 2:5)

Sebuah gereja dapat tetap memiliki struktur, liturgi, program, dan nama, tetapi kehilangan kesaksian rohaninya. Kaki dian yang diambil menggambarkan hilangnya fungsi gereja sebagai terang dan kemungkinan penghakiman atas keberadaan gerejawi yang sudah tidak setia.

Namun Kristus juga mengingatkan bahwa kebencian terhadap perbuatan Nikolaus adalah hal yang baik. Gereja tidak boleh memilih antara kasih dan kebenaran. Kasih tanpa kebenaran menjadi sentimentalitas; kebenaran tanpa kasih berubah menjadi kekerasan rohani.

3. Smirna: Miskin di Mata Dunia, Kaya di Hadapan Kristus

Kepada Smirna, Kristus memperkenalkan diri sebagai “Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali.” Gelar ini sangat sesuai bagi jemaat yang sedang menghadapi ancaman kematian.

Kristus berkata:

“Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu—namun engkau kaya.” (Wahyu 2:9)

Smirna merupakan kota yang makmur secara ekonomi dan kuat dalam budaya penyembahan Kaisar. Namun orang-orang Kristen di sana mengalami kemiskinan dan kemungkinan kehilangan pekerjaan atau harta karena kesetiaan kepada Kristus.

Penilaian Kristus berlawanan dengan penilaian dunia. Dunia melihat kemiskinan; Kristus melihat kekayaan rohani. Dunia melihat kekalahan; Kristus melihat ketekunan. Dunia melihat ancaman kematian; Kristus melihat mahkota kehidupan.

R.C. Sproul menulis:

“The church at Smyrna was poor in the eyes of the world but rich in the eyes of Christ. This reminds us that the true measure of the church is not material prosperity but faithfulness to Jesus.”

(Jemaat Smirna miskin di mata dunia tetapi kaya di mata Kristus. Ini mengingatkan kita bahwa ukuran sejati gereja bukanlah kemakmuran materi, melainkan kesetiaan kepada Yesus.)

Penderitaan yang Terbatas oleh Kedaulatan Allah

Kristus memperingatkan bahwa beberapa orang akan dimasukkan ke dalam penjara dan mengalami penderitaan selama “sepuluh hari.” Perdebatan mengenai apakah angka ini literal, simbolis, atau menunjuk pada periode tertentu tidak boleh mengaburkan pesan utamanya: penderitaan itu nyata, tetapi terbatas di bawah kedaulatan Allah.

Iblis dapat menyerang, tetapi ia tidak berdaulat. Ia dapat menganiaya, tetapi tidak dapat menentukan batas akhir penderitaan umat Allah. Kristus tetap memegang kendali.

Perintah Kristus adalah:

“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Wahyu 2:10)

Mahkota yang dimaksud bukan simbol kekuasaan duniawi, melainkan mahkota kemenangan bagi mereka yang bertahan dalam iman. Janji berikutnya menegaskan:

“Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.” (Wahyu 2:11)

Kematian pertama mungkin mengambil tubuh, tetapi kematian kedua tidak memiliki kuasa atas mereka yang ada di dalam Kristus.

4. Pergamus: Kesetiaan di Tengah Tekanan dan Bahaya Kompromi

Pergamus disebut sebagai tempat “takhta Iblis.” Kota itu merupakan pusat kehidupan politik dan keagamaan Asia Kecil, termasuk penyembahan kepada Kaisar dan berbagai dewa lokal.

Meskipun demikian, jemaat Pergamus tetap berpegang pada nama Kristus:

“Engkau berpegang kepada nama-Ku dan tidak menyangkal imanmu kepada-Ku.” (Wahyu 2:13)

Kristus bahkan menyebut Antipas sebagai saksi-Nya yang setia, yang dibunuh di tengah-tengah mereka.

Namun di dalam jemaat itu terdapat masalah serius. Sebagian orang berpegang pada ajaran Bileam dan Nikolaus. Ajaran tersebut mendorong umat untuk makan persembahan berhala dan melakukan percabulan. Dengan kata lain, mereka berusaha mempertahankan identitas Kristen sambil berkompromi dengan pola hidup pagan.enduringword+1

Masalah Pergamus bukan sekadar adanya ajaran palsu di luar jemaat. Masalahnya adalah jemaat membiarkannya berada di dalam komunitas dan memengaruhi anggota lainnya.

John Owen menulis:

“The greatest danger to the church is not always open persecution, but the gradual corruption of faith and obedience from within.”

(Bahaya terbesar bagi gereja tidak selalu berupa penganiayaan terbuka, melainkan kerusakan iman dan ketaatan secara bertahap dari dalam.)

Kristus memanggil Pergamus untuk bertobat. Jika tidak, Ia akan datang dan memerangi mereka dengan pedang yang keluar dari mulut-Nya. Pedang itu menggambarkan kuasa Firman Kristus yang menghakimi dan menyingkapkan kesalahan.

Janji bagi yang Menang

Kristus menjanjikan tiga hal:

  • Manna yang tersembunyi: Pemeliharaan dan persekutuan yang hanya dikenal oleh umat Allah.

  • Batu putih: Lambang penerimaan, pembenaran, atau undangan ke dalam perjamuan kemenangan.

  • Nama baru: Identitas baru yang diberikan Kristus kepada umat-Nya.

Nama baru ini menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya pengampunan dari masa lalu, tetapi juga pemberian identitas baru dalam perjanjian kasih karunia.

5. Tiatira: Bertumbuh dalam Kasih tetapi Menoleransi Kejahatan

Tiatira menerima pujian yang sangat kuat:

“Aku tahu segala pekerjaanmu: kasihmu, imanmu, pelayananmu, dan ketekunanmu. Aku tahu bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak daripada yang pertama.” (Wahyu 2:19)

Berbeda dari Efesus, Tiatira mengalami pertumbuhan dalam kasih dan pelayanan. Namun mereka memiliki masalah yang tidak kalah serius: mereka menoleransi perempuan yang disebut “Izebel,” yang mengaku sebagai nabi dan menyesatkan hamba-hamba Kristus kepada percabulan dan penyembahan berhala.

“Izebel” kemungkinan merupakan nama simbolis yang mengingatkan pada istri Raja Ahab dalam 1 Raja-raja 16–21. Seperti Izebel dalam sejarah Israel, pengaruh ini menggabungkan penyembahan kepada Allah dengan praktik pagan.

Kristus berkata bahwa Ia telah memberikan kesempatan kepada perempuan itu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat. Di sini terlihat dua hal:

  • Kesabaran Allah: Ia memberikan waktu untuk bertobat.

  • Kepastian penghakiman: Jika pertobatan ditolak, hukuman akan datang.

Kristus menyatakan:

“Aku mengetahui bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatanmu.” (Wahyu 2:23)

Kedaulatan Kristus bukan hanya atas sejarah besar, tetapi juga atas pikiran dan hati manusia. Tidak ada motivasi yang tersembunyi dari mata-Nya.

Namun tidak semua anggota Tiatira mengikuti ajaran itu. Kepada mereka yang tidak berpegang pada ajaran Izebel, Kristus berkata:

“Apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.” (Wahyu 2:25)

Ini adalah panggilan untuk ketekunan. Orang percaya tidak dipanggil mengejar ajaran baru yang sensasional, melainkan berpegang pada Injil yang telah diterima.

Janji Otoritas dan Bintang Timur

Kepada mereka yang menang, Kristus menjanjikan:

  • Otoritas atas bangsa-bangsa.

  • Kemenangan atas musuh.

  • Bintang timur.

“Bintang timur” menunjuk kepada Kristus sendiri, sebagaimana Wahyu 22:16 menyebut Yesus sebagai “Bintang Timur yang gilang-gemilang.” Puncak hadiah bagi orang percaya bukan sekadar kekuasaan atau kemakmuran, melainkan Kristus.

Tabel Perbandingan Empat Jemaat

JemaatKarakter KristusPujianTeguranPanggilanJanji bagi yang Menang
EfesusMemegang tujuh bintang dan berjalan di tengah kaki dianKerja keras, ketekunan, kemurnian doktrin, pengujian nabi palsuMeninggalkan kasih mula-mulaIngat, bertobat, dan lakukan pekerjaan semulaMakan dari pohon kehidupan di Firdaus Allah
SmirnaYang Awal dan Yang Akhir, yang mati dan hidup kembaliKesetiaan dalam kesusahan, kemiskinan, dan penganiayaanTidak ada teguranJangan takut; setia sampai matiMahkota kehidupan dan tidak mengalami kematian kedua
PergamusDia yang memiliki pedang tajam bermata duaBerpegang pada nama Kristus di tempat takhta IblisMenoleransi ajaran Bileam dan NikolausBertobat dan menolak kompromiManna tersembunyi, batu putih, dan nama baru
TiatiraAnak Allah, mata seperti nyala api dan kaki seperti tembagaKasih, iman, pelayanan, ketekunan, dan pertumbuhan pekerjaanMenoleransi “Izebel” dan percabulan rohaniMemegang teguh iman sampai Kristus datangOtoritas atas bangsa-bangsa dan bintang timur

 Tabel Perbandingan Pendekatan Tafsir

 

AspekReformed Historis-IdealisPreteris ParsialFuturis DispensationalPelajaran Teologis
Tujuh jemaatJemaat nyata abad pertama yang juga mewakili gereja sepanjang zamanTerutama jemaat nyata di Asia Kecil pada abad pertamaJemaat nyata dan kadang dipandang sebagai tahap sejarah gerejaSemua gereja harus mendengar penilaian Kristus
“Kasih mula-mula”Bahaya ortodoksi tanpa kasih dalam setiap zaman gerejaMasalah khusus jemaat Efesus abad pertamaCiri periode tertentu dalam sejarah gerejaKebenaran dan kasih harus berjalan bersama
“Sepuluh hari”Periode penderitaan terbatas di bawah providensi AllahPenganiayaan lokal dan terbatas pada masa awal gerejaDapat menunjuk pada periode penderitaan eskatologisIblis tidak berdaulat; penderitaan memiliki batas
Ajaran Bileam dan IzebelSimbol kompromi gereja dengan penyembahan berhala dan dosaAjaran konkret yang berkembang di jemaat abad pertamaGambaran kemurtadan pada masa tertentu atau masa depanGereja dipanggil menolak kompromi doktrinal dan moral
Janji bagi pemenangPengharapan eskatologis bagi semua orang percaya yang bertekunPenghiburan bagi orang percaya abad pertama yang menderitaHadiah kerajaan Mesianik di masa depanKristus memelihara umat-Nya sampai akhir

Aplikasi Praktis

1. Personal: Memeriksa Kasih kepada Kristus

Efesus mengingatkan bahwa aktivitas rohani tidak otomatis berarti kedekatan dengan Kristus. Seseorang dapat rajin melayani, membaca buku teologi, membela doktrin, dan tetap mengalami kemunduran kasih.

Aplikasi: Periksa apakah pelayanan Anda lahir dari kasih kepada Kristus atau hanya dari kewajiban, kebiasaan, ambisi, atau keinginan mempertahankan reputasi.

2. Relasional: Menggabungkan Kebenaran dan Kasih

Efesus memiliki ketajaman doktrin, tetapi kasihnya mendingin. Gereja masa kini perlu menghindari dua ekstrem: kasih tanpa kebenaran dan kebenaran tanpa kasih.

Aplikasi: Tegurlah kesalahan dengan kelemahlembutan. Pertahankan doktrin yang benar tanpa memperlakukan saudara seiman sebagai musuh.

3. Keluarga: Mengajar Anak tentang Kesetiaan

Smirna menunjukkan bahwa kesetiaan kepada Kristus kadang membawa penderitaan dan kerugian. Anak-anak perlu memahami bahwa iman bukan janji hidup nyaman.

Aplikasi: Ajarkan anak untuk menghargai kesetiaan lebih daripada popularitas, kekayaan, atau penerimaan sosial.

4. Spiritual: Bertobat Sebelum Hati Mengeras

Efesus dipanggil untuk mengingat, bertobat, dan kembali. Tiatira juga diperingatkan agar tidak terus menoleransi dosa.

Aplikasi: Jangan menunda pertobatan. Dosa yang terus dipelihara akan mengeraskan hati dan merusak kesaksian gereja.

5. Komunal: Menjaga Kemurnian Gereja

Pergamus dan Tiatira menunjukkan bahaya membiarkan ajaran palsu serta perilaku dosa tinggal di dalam jemaat.

Aplikasi: Gereja perlu memiliki pengajaran yang sehat, disiplin gerejawi, dan kepemimpinan yang berani menegur dosa dengan kasih.

6. Emosional: Tidak Takut dalam Penderitaan

Kristus mengetahui penderitaan Smirna dan menyebut mereka kaya. Ia tidak menjanjikan bahwa mereka tidak akan menderita, tetapi menjanjikan kehadiran dan mahkota kehidupan.

Aplikasi: Ketika mengalami penolakan atau tekanan karena iman, ingatlah bahwa penilaian Kristus lebih penting daripada penilaian dunia.

7. Misional: Menjadi Terang yang Setia

Gereja adalah kaki dian. Gereja dipanggil menerangi dunia, bukan menyembunyikan kebenaran atau menyesuaikan diri dengan kegelapan.

Aplikasi: Beritakan Injil dengan jelas, hiduplah kudus, dan tunjukkan bahwa Kristus adalah Tuhan satu-satunya di tengah dunia yang menyembah banyak “tuan.”


Kesimpulan

Wahyu 2:1-29 menunjukkan bahwa Kristus mengenal gereja-Nya secara sempurna. Ia mengetahui kerja keras Efesus, penderitaan Smirna, kesetiaan Pergamus, dan pertumbuhan pelayanan Tiatira. Namun Ia juga mengetahui kasih yang telah mendingin, kompromi yang ditoleransi, dan dosa yang disembunyikan.

Empat pesan utama dari pasal ini adalah:

  1. Gereja harus memiliki kebenaran dan kasih.

  2. Penderitaan tidak berarti gereja telah ditinggalkan Kristus.

  3. Kompromi terhadap ajaran palsu dan dosa akan merusak kesaksian gereja.

  4. Kristus memanggil umat-Nya untuk bertobat dan bertekun sampai akhir.

Kristus bukan hanya Penyelamat gereja, tetapi juga Hakim dan Rajanya. Ia berjalan di tengah kaki dian, memegang bintang-bintang, menguji batin dan hati, serta memberikan upah kepada mereka yang menang.

Bagi gereja masa kini, pertanyaan utamanya bukan hanya, “Apakah kita aktif?” Pertanyaannya adalah: Apakah kita masih mengasihi Kristus? Apakah kita tetap setia ketika menderita? Apakah kita menolak kompromi? Apakah kita berani bertobat?

Pada akhirnya, hadiah terbesar bagi mereka yang menang bukan sekadar pohon kehidupan, mahkota, manna tersembunyi, batu putih, atau kuasa atas bangsa-bangsa. Hadiah terbesar itu adalah Kristus sendiri—Dia yang hadir di tengah gereja dan memelihara umat-Nya sampai akhir.

(el)

Referensi
Alkitab:
  • Wahyu 1:12-20; 2:1-29; 3:1-22; 22:12-16.
  • Kejadian 2:8-9; 3:22-24.
  • Keluaran 20:1-6.
  • 1 Raja-raja 16:29-33; 18:1-19:2; 21:1-29.
  • Kisah Para Rasul 19:1-41; 20:17-38.
  • Mazmur 2; 16:8-11; 110.
  • Daniel 7:13-14.
  • Matius 5:14-16; 24:13.
  • Yohanes 14:15; 15:1-5.
  • Roma 8:35-39; 12:9-21.
  • 1 Korintus 13:1-13.
  • Efesus 2:1-10; 4:14-16.
  • Ibrani 10:32-39; 12:1-3.
  • Yakobus 1:12.
  • 1 Petrus 1:6-9; 5:8-10.
Komentar dan Sumber Reformed:
  • Calvin, John. Institutes of the Christian Religion.
  • Henry, Matthew. Commentary on the Whole Bible.
  • Sproul, R.C. Materi pengajaran tentang ketekunan, penderitaan, dan gereja.
  • Ferguson, Sinclair. Christ’s Message to the Church.
  • Godfrey, W. Robert. Letters to Ephesus, Smyrna, Pergamum, and Thyatira.learn.ligonier+1
  • Riddlebarger, Kim. Materi historis-idealis tentang Kitab Wahyu.
  • Poythress, Vern S. The Returning King: A Guide to the Book of Revelation.
  • Beale, G.K. The Book of Revelation.
  • Hendriksen, William. More Than Conquerors.
  • Johnson, Dennis E. Triumph of the Lamb.
Sumber Online:
  • Ligonier Ministries. Revelation 2 Resources.Enduring Word. Revelation 2 Commentary: Jesus’ Letters to the Churches.
  • Goodway Library. Revelation 2 Commentary: Christ Addresses Four Churches.
  • The Kingdom Built. Revelation 2 Bible Study.
  • The Narrow Gate. Revelation 2: Letters to Ephesus, Smyrna, Pergamum, and Thyatira.
  • Monergism. Reformed Sermons on Revelation 2.

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

gambar ilustrasi

Wahyu 5:1-14 — “Layaklah Anak Domba”: Kristus yang Disembelih...

Theology, ElrolumNews - Dalam Wahyu 4, Yohanes melihat takhta Allah. Tidak ada kekacauan yang dapat mengguncangkan pemerintahan-Nya. Namun...
gambar ilustrasi

Wahyu 4:1-11 — “Satu Takhta Berdiri di Surga”: Kedaulatan...

Theology, ElrolumNews - Setelah menyampaikan pesan kepada tujuh jemaat, Yohanes melihat sebuah pintu terbuka di surga. Ia mendengar...
Foto Ilustrasi

Wahyu 3:1-22 — “Bangunlah dan Berjaga-jagalah”: Kristus Menilai Gereja...

Theology, Elrolumnews - Kristus melanjutkan surat-Nya kepada tujuh jemaat. Kali ini Ia berbicara kepada tiga gereja dengan kondisi...

More

Recomended

Read More