Wahyu 10:1-11 — “Manis seperti Madu, Pahit dalam Perut”: Gulungan Kecil dan Panggilan Bernubuat Kembali

Theology, ElrolumNews

Setelah sangkakala keenam berbunyi, Yohanes kembali melihat sebuah jeda. Seperti Wahyu 7 yang menjadi jeda antara meterai keenam dan ketujuh, Wahyu 10:1–11:14 menjadi jeda antara sangkakala keenam dan ketujuh.

Di tengah penghakiman yang semakin berat, Allah memberikan penjelasan tentang dua hal: kepastian rencana-Nya dan tanggung jawab nabi untuk menyampaikan Firman.

Yohanes melihat seorang malaikat perkasa turun dari surga dengan awan, pelangi, wajah seperti matahari, dan kaki seperti tiang api. Malaikat itu berdiri di atas laut dan daratan, memegang gulungan kecil yang terbuka. Ia berseru seperti singa mengaum, lalu tujuh guruh berbicara. Yohanes hendak menuliskannya, tetapi diperintahkan untuk memeteraikan dan tidak mengucapkannya.learn.ligonier+1

Kemudian Yohanes diperintahkan mengambil dan memakan gulungan itu. Rasanya manis seperti madu di mulut, tetapi pahit di perut. Setelah itu ia menerima perintah:

“Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja.” (Wahyu 10:11)

Wahyu 10 adalah gambaran tentang manisnya Firman, beratnya pelayanan, kepastian waktu Allah, dan panggilan gereja untuk terus bersaksi di tengah dunia yang menolak kebenaran.

Gambaran Umum Struktur Pasal

Wahyu 10:1-11 terbagi dalam tiga bagian:

  • Ayat 1-4 — Malaikat Perkasa dan Tujuh Guruh: Malaikat turun dari surga, berdiri di atas laut dan daratan, lalu tujuh guruh berbicara.

  • Ayat 5-7 — Tidak Ada Penundaan Lagi: Malaikat bersumpah bahwa waktu penundaan telah berakhir dan misteri Allah akan digenapi pada saat sangkakala ketujuh berbunyi.

  • Ayat 8-11 — Yohanes Memakan Gulungan Kecil: Yohanes memakan gulungan yang manis seperti madu tetapi pahit di perut, lalu menerima kembali panggilan untuk bernubuat.

Inti Teologis

1. Malaikat Perkasa dan Otoritas Surgawi

Yohanes melihat “seorang malaikat lain yang kuat” turun dari surga. Gambaran malaikat ini sangat mulia:

  • Berselubungkan awan.

  • Pelangi di atas kepala.

  • Wajah seperti matahari.

  • Kaki seperti tiang api.

  • Suara seperti singa mengaum.

  • Berdiri di atas laut dan daratan.

  • Membawa gulungan kecil yang terbuka.

Ada perdebatan apakah malaikat perkasa ini adalah Kristus atau malaikat yang mewakili Kristus. Beberapa cirinya mengingatkan pada gambaran Kristus dalam Wahyu 1: wajah seperti matahari dan kaki seperti api. Namun teks menggunakan kata “malaikat,” dan dalam Kitab Wahyu istilah itu biasanya menunjuk kepada makhluk surgawi, bukan Kristus sendiri.samstorms

Karena itu, posisi yang lebih aman adalah melihat malaikat ini sebagai utusan surgawi yang datang dengan otoritas Allah dan mewakili pemerintahan Kristus, tanpa menyamakannya langsung dengan Kristus.

Ligonier menghubungkan awan, pelangi, cahaya, dan kaki seperti api dengan kehadiran Allah dalam Perjanjian Lama: awan yang memimpin Israel, pelangi sebagai tanda perjanjian, dan kemuliaan Allah sebagai cahaya yang menyilaukan.learn.ligonier

John Calvin menulis:

“God often clothes His messengers with signs of majesty, not to make them objects of worship, but to direct the eyes of His people to the authority of the One who sends them.”

(Allah sering menyelubungi para utusan-Nya dengan tanda-tanda kemuliaan, bukan untuk menjadikan mereka objek penyembahan, melainkan untuk mengarahkan mata umat-Nya kepada otoritas Dia yang mengutus mereka.)

2. Laut dan Daratan: Kristus Berkuasa atas Seluruh Dunia

Malaikat itu menempatkan kaki kanan di laut dan kaki kiri di daratan. Gambaran ini menunjukkan jangkauan otoritas Allah atas seluruh ciptaan.

Tidak ada wilayah yang berada di luar pemerintahan-Nya:

  • Daratan.

  • Lautan.

  • Kerajaan.

  • Bangsa-bangsa.

  • Budaya.

  • Sejarah.

  • Gereja.

  • Kuasa jahat.

Gambaran tersebut juga memiliki hubungan dengan Wahyu 13, ketika naga berdiri di pasir laut dan binatang muncul dari laut serta darat. Sebelum kuasa jahat tampil, Wahyu 10 menegaskan bahwa Allah tetap memiliki otoritas atas laut dan darat.samstorms

Vern S. Poythress menulis:

“The angel’s stance over sea and land signifies that no realm of creation lies outside the authority of God’s kingdom.”

(Posisi malaikat di atas laut dan daratan menandakan bahwa tidak ada wilayah ciptaan yang berada di luar otoritas kerajaan Allah.)

Bagi gereja, ini adalah penghiburan besar. Injil tidak pernah terbatas pada satu bangsa atau wilayah. Kristus memiliki otoritas atas seluruh dunia dan akan mengumpulkan umat-Nya dari segala bangsa.

3. Gulungan Kecil yang Terbuka

Malaikat memegang sebuah gulungan kecil yang telah terbuka. Gulungan ini sering dihubungkan dengan gulungan dalam Wahyu 5.

Beberapa alasan yang mendukung hubungan itu:

  • Kedua pasal menyebut malaikat yang perkasa.

  • Keduanya menggunakan gambaran gulungan.

  • Gulungan dalam Wahyu 5 awalnya tertutup, sedangkan dalam Wahyu 10 sudah terbuka.

  • Wahyu 10 mengembangkan sebagian rencana Allah yang sebelumnya disimpan dalam gulungan besar.

  • Gambaran ini mengingatkan pada Yehezkiel 2–3, ketika nabi menerima gulungan Firman.

Sam Storms menjelaskan bahwa gulungan kecil kemungkinan berhubungan dengan rencana Allah dalam gulungan Wahyu 5, khususnya bagian rencana penebusan yang harus diberitakan melalui kesaksian Yohanes.samstorms

Namun kita tidak perlu memastikan apakah gulungan kecil identik secara penuh dengan gulungan besar. Yang paling jelas adalah gulungan itu berisi pesan Allah yang harus diterima dan diberitakan oleh nabi.

Gulungan tersebut terbuka. Ini berarti sebagian misteri Allah telah dinyatakan. Gereja tidak mengetahui segala sesuatu, tetapi mengetahui cukup banyak untuk percaya, menyembah, bertobat, dan bersaksi.

4. Tujuh Guruh yang Tidak Boleh Dituliskan

Ketika malaikat berseru, tujuh guruh berbicara. Yohanes hendak menuliskannya, tetapi suara dari surga berkata:

“Meteraikanlah apa yang dikatakan oleh ketujuh guruh itu dan jangan engkau menuliskannya!” (Wahyu 10:4)

Ini menunjukkan bahwa tidak semua yang Allah nyatakan kepada nabi dimaksudkan untuk disampaikan kepada manusia.

Ada beberapa kemungkinan tentang tujuh guruh:

  • Gambaran kepenuhan penghakiman Allah.

  • Pesan-pesan penghakiman yang dirahasiakan.

  • Bagian dari rencana Allah yang belum dinyatakan.

  • Simbol suara Allah yang menggelegar seperti Mazmur 29.

  • Penghakiman yang ditahan atau tidak diizinkan untuk diketahui.

Wahyu 10 mengajarkan batas pengetahuan manusia. Allah menyatakan apa yang perlu diketahui, tetapi menyimpan hal-hal yang menjadi milik-Nya sendiri.

Ulangan 29:29 berkata:

“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya.”

William Hendriksen menulis:

“We shall never know and describe all the factors and agencies that determine the future. Therefore, we must be careful in making predictions concerning the future.”

(Kita tidak akan pernah mengetahui dan menjelaskan semua faktor dan kuasa yang menentukan masa depan. Karena itu, kita harus berhati-hati ketika membuat prediksi tentang masa depan.)

Ini adalah peringatan terhadap spekulasi eskatologis. Ada orang yang mengubah setiap berita, angka, tokoh politik, atau teknologi menjadi kode rahasia Wahyu. Namun Wahyu 10 mengingatkan bahwa bahkan Yohanes sendiri tidak diperbolehkan menuliskan semua yang didengarnya.

5. Tidak Ada Penundaan Lagi

Malaikat mengangkat tangan ke langit dan bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya:

“Tidak akan ada penundaan lagi.” (Wahyu 10:6)

Ungkapan ini tidak berarti waktu akan berhenti atau kekekalan akan menjadi keadaan tanpa waktu. Maksudnya adalah bahwa pada waktu yang ditentukan Allah, tidak akan ada lagi penundaan sebelum rencana-Nya mencapai penggenapan.learn.ligonier

Allah tidak terlambat. Ia tidak kehilangan kendali. Penundaan yang dirasakan manusia bukan berarti Allah gagal bertindak.

Dari perspektif manusia:

  • Martir bertanya, “Berapa lama lagi?”

  • Gereja menantikan kedatangan Kristus.

  • Dunia tampaknya semakin rusak.

  • Kejahatan tampak semakin kuat.

  • Doa seolah-olah belum dijawab.

Namun dari perspektif Allah, setiap hari berada dalam rencana-Nya. Ia menunda penghakiman bukan karena tidak berkuasa, tetapi karena kesabaran dan tujuan penebusan-Nya.

Ligonier menjelaskan bahwa Allah akan menggenapi rencana-Nya pada waktu yang tepat. Ia tidak menunda secara sembarangan; segala sesuatu berlangsung dalam waktu dan urutan yang telah ditetapkan-Nya.learn.ligonier

Herman Bavinck menulis:

“The delay of God is not forgetfulness or weakness, but patience ordered toward the completion of His redemptive purpose.”

(Penundaan Allah bukan kelupaan atau kelemahan, melainkan kesabaran yang diarahkan kepada penyelesaian tujuan penebusan-Nya.)

6. Misteri Allah Akan Digenapi

Ayat 7 berkata:

“Tetapi pada waktu bunyi sangkakala dari malaikat yang ketujuh, yaitu apabila ia meniup sangkakalanya, maka akan genaplah keputusan rahasia Allah, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi.” (Wahyu 10:7)

“Misteri Allah” bukan berarti teka-teki yang tidak pernah dapat dipahami. Dalam Perjanjian Baru, misteri menunjuk pada rencana Allah yang dahulu tersembunyi tetapi kini dinyatakan dalam Kristus.

Misteri itu mencakup:

  • Kedatangan kerajaan Allah.

  • Penebusan melalui Kristus.

  • Penyatuan orang Yahudi dan non-Yahudi dalam satu umat.

  • Kekalahan Iblis.

  • Penghakiman terhadap kejahatan.

  • Pemulihan ciptaan.

  • Kedatangan langit dan bumi yang baru.

Misteri itu sudah dimulai dalam kematian dan kebangkitan Kristus, tetapi belum digenapi secara penuh. Ada aspek “sudah” dan “belum” dalam penggenapan kerajaan Allah.

Dennis E. Johnson menjelaskan bahwa Wahyu menunjukkan penggenapan tujuan Allah secara bertahap: karya Kristus telah menentukan hasil akhirnya, tetapi sejarah masih bergerak menuju penyelesaian terakhir.learn.ligonier

7. Yohanes Memakan Gulungan: Firman Harus Menjadi Bagian dari Diri Nabi

Suara dari surga memerintahkan Yohanes:

“Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu.” (Wahyu 10:8)

Yohanes mengambil gulungan dan memakannya. Ia diberitahu bahwa gulungan itu akan manis seperti madu di mulut, tetapi pahit dalam perut.

Tindakan ini mengikuti pola Yehezkiel 2:8–3:3. Nabi tidak hanya membaca pesan Allah dari luar. Ia harus menerima, menyerap, dan menghidupinya.

Memakan gulungan berarti:

  • Firman Allah harus diterima secara pribadi.

  • Nabi harus tunduk kepada pesan yang diberitakan.

  • Pemberita tidak boleh hanya menyampaikan informasi.

  • Firman harus membentuk hati sebelum disampaikan kepada umat.

  • Pelayanan membutuhkan keterlibatan seluruh hidup.

John Calvin menulis:

“The servant of God must first receive the Word inwardly before he can faithfully deliver it outwardly.”

(Hamba Allah harus terlebih dahulu menerima Firman itu secara batin sebelum ia dapat menyampaikannya dengan setia secara lahiriah.)

Seorang pengkhotbah atau penulis Kristen tidak boleh hanya memperlakukan Alkitab sebagai bahan konten. Firman harus terlebih dahulu mengoreksi, menghibur, menghakimi, dan mengubah dirinya.

8. Manis di Mulut: Sukacita dalam Firman dan Keselamatan

Firman itu manis seperti madu. Ini menggambarkan:

  • Kebaikan Allah.

  • Keindahan kebenaran.

  • Sukacita keselamatan.

  • Kepastian janji Allah.

  • Harapan tentang kemenangan Kristus.

  • Berkat bagi umat tebusan.

Mazmur 19:11 menyatakan bahwa hukum Tuhan lebih manis daripada madu. Mazmur 119:103 berkata:

“Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih daripada madu bagi mulutku.”

Firman Allah manis karena menyatakan bahwa dosa dapat diampuni, musuh dapat dikalahkan, umat Allah akan dipelihara, dan Kristus akan datang kembali.

9. Pahit dalam Perut: Beban Pelayanan dan Beratnya Penghakiman

Namun gulungan itu menjadi pahit di perut. Mengapa?

Karena pesan Allah juga mencakup:

  • Penganiayaan yang akan dialami gereja.

  • Penghakiman terhadap orang fasik.

  • Penderitaan umat Allah.

  • Penolakan manusia terhadap Injil.

  • Duka karena manusia memilih kebinasaan.

  • Beban untuk menyampaikan kebenaran yang tidak disukai.

Luther menulis:

“The Word of God is sweet to faith, but bitter to the old nature and costly to those who must proclaim it faithfully.”

(Firman Allah manis bagi iman, tetapi pahit bagi natur lama dan mahal harganya bagi mereka yang harus memberitakannya dengan setia.)

Pahitnya Firman bukan berarti Firman itu buruk. Pahitnya muncul karena kebenaran berhadapan dengan dosa dan dunia yang melawannya.

Seorang pelayan Firman dapat merasakan dua hal sekaligus:

  • Sukacita karena Injil menyelamatkan.

  • Kesedihan karena banyak orang menolak Injil.

Paulus mengalami kedua hal itu. Ia bersukacita dalam Kristus, tetapi juga memiliki kesedihan besar karena banyak orang menolak keselamatan.

10. “Engkau Harus Bernubuat Lagi”

Setelah memakan gulungan, Yohanes menerima tugas:

“Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja.” (Wahyu 10:11)

Kata “harus” menunjukkan kewajiban ilahi. Yohanes tidak memilih panggilan itu berdasarkan kenyamanan. Ia diutus karena kehendak Allah.

Pelayanan Yohanes mencakup:

  • Banyak bangsa.

  • Banyak kaum.

  • Banyak bahasa.

  • Banyak raja.

Firman Allah memiliki jangkauan universal. Ia harus diberitakan kepada rakyat dan penguasa, kepada yang lemah dan kuat, kepada yang menerima dan menolak.

Panggilan Yohanes juga menjadi pola bagi gereja:

  • Terima Firman.

  • Biarkan Firman mengubah hidup.

  • Sampaikan Firman.

  • Jangan berhenti karena penolakan.

  • Jangan mengurangi kebenaran agar diterima dunia.

R.C. Sproul menulis:

“The church is not free to choose whether it will bear witness. Having received the Word, it is commissioned to proclaim it.”

(Gereja tidak bebas memilih apakah ia akan menjadi saksi atau tidak. Setelah menerima Firman, gereja diutus untuk memberitakannya.)

Tabel Unsur-Unsur Wahyu 10

UnsurGambaranMakna TeologisReferensi SilangAplikasi bagi Gereja
Malaikat perkasaTurun dari surga dengan awan, pelangi, wajah bercahaya, dan kaki seperti apiUtusan surgawi dengan otoritas Allah dan kemuliaan yang menunjuk kepada pemerintahan-NyaKeluaran 13:21; Yehezkiel 1:26-28; Wahyu 1:15-16Gereja tunduk kepada otoritas Firman yang berasal dari Allah
Laut dan daratanKaki malaikat berdiri di atas keduanyaJangkauan pemerintahan Allah atas seluruh ciptaan dan bangsa-bangsaMazmur 24:1; Wahyu 13:1, 11Injil harus diberitakan kepada seluruh dunia
Gulungan terbukaGulungan kecil berada di tangan malaikatBagian rencana Allah yang telah dinyatakan dan harus diberitakanYehezkiel 2:9-10; Wahyu 5:1-5Gereja dipanggil menyampaikan pesan Allah yang telah dinyatakan
Tujuh guruhMenyatakan suara, tetapi isinya tidak boleh ditulisBatas pengetahuan manusia dan rahasia yang tetap menjadi milik AllahUlangan 29:29; Mazmur 29:3-9Hindari spekulasi dan tunduk pada batas wahyu
Tidak ada penundaanWaktu penggenapan akan tiba pada sangkakala ketujuhAllah menepati waktu dan menyelesaikan rencana penebusan-NyaDaniel 12:7; Habakuk 2:3; 2 Petrus 3:8-9Bertekun menantikan kedatangan Kristus
Memakan gulunganManis di mulut, pahit dalam perutFirman membawa sukacita sekaligus beban penderitaan dan penghakimanYehezkiel 2:8-3:3; Yeremia 15:16Firman harus membentuk hidup sebelum diberitakan
Bernubuat lagiYohanes diutus kepada bangsa, kaum, bahasa, dan rajaKesaksian gereja bersifat universal dan tidak boleh dihentikanMatius 28:18-20; Kisah 1:8Memberitakan Injil dengan setia kepada semua lapisan masyarakat

Tabel Perbandingan Pendekatan Tafsir

AspekHistoris-Idealis ReformedPreteris ParsialFuturis DispensationalInterpretasi AlternatifPenekanan Teologis
Malaikat perkasaUtusan surgawi yang membawa otoritas Allah dan mewakili pemerintahan KristusUtusan penghakiman Allah kepada dunia abad pertamaKristus atau malaikat khusus yang mengumumkan peristiwa akhir zamanKristofani atau malaikat yang berbicara atas nama KristusAllah mengendalikan laut, daratan, dan sejarah
Gulungan kecilBagian terbuka dari rencana Allah yang harus diterima dan diberitakan gerejaPesan khusus tentang penghakiman dan keselamatan abad pertamaKitab nubuat tentang peristiwa akhir zamanIdentik atau berkaitan erat dengan gulungan Wahyu 5Allah menyatakan cukup banyak agar umat-Nya dapat bersaksi
Tujuh guruhRahasia penghakiman atau aspek rencana Allah yang tidak dinyatakanPesan penghakiman yang berkaitan dengan krisis abad pertamaRangkaian penghakiman masa depan yang dirahasiakanPenghakiman yang ditahan atau tidak ditulis karena belas kasihanManusia harus menghormati batas wahyu
“Tidak ada penundaan”Rencana Allah bergerak menuju penggenapan pada waktu yang ditetapkanPenghakiman atas Yerusalem dan penggenapan janji Allah telah dekatAkhir zaman akan dimulai setelah rangkaian tertentu digenapiPenundaan penghakiman berakhir pada klimaks akhir sejarahAllah tidak terlambat dan tidak kehilangan kendali
Gulungan manis dan pahitSukacita Injil dan penderitaan gereja dalam kesaksianBerita keselamatan sekaligus penghakiman terhadap dunia abad pertamaPengalaman nabi dalam menghadapi penderitaan akhir zamanFirman membawa sukacita bagi umat dan dukacita karena penghakimanPelayanan Firman melibatkan sukacita dan pengorbanan
Bernubuat lagiKomisi gereja untuk bersaksi sepanjang zaman gerejaKomisi Yohanes kepada bangsa-bangsa sebelum penghukuman YerusalemKomisi khusus untuk menyampaikan nubuat masa depanGambaran panggilan gereja untuk memberitakan Firman secara universalGereja tidak boleh berhenti bersaksi

Aplikasi Praktis

1. Personal: Membiarkan Firman Mengubah Diri

Yohanes harus memakan gulungan sebelum diperintahkan untuk bernubuat. Firman harus masuk ke dalam dirinya.

Aplikasi: Jangan membaca Alkitab hanya untuk mendapatkan bahan tulisan, khotbah, atau diskusi. Tanyakan bagaimana Firman menegur dan mengubah hidup Anda.

2. Relasional: Menyampaikan Kebenaran dengan Kasih

Firman terasa manis bagi umat Allah, tetapi juga pahit karena menyingkapkan dosa.

Aplikasi: Ketika menegur atau menyampaikan kebenaran, lakukan dengan kasih dan kerendahan hati. Jangan menggunakan kebenaran sebagai senjata untuk menghancurkan orang lain.

3. Keluarga: Mengajarkan Anak tentang Sukacita dan Beban Firman

Anak-anak perlu mengetahui bahwa mengikut Kristus adalah sukacita, tetapi juga membutuhkan pengorbanan.

Aplikasi: Ajarkan bahwa Firman memberi penghiburan, tetapi juga menuntut ketaatan, pertobatan, dan keberanian menghadapi dunia.

4. Spiritual: Tidak Berspekulasi Melampaui Wahyu

Yohanes dilarang menulis isi tujuh guruh. Ada batas yang Allah tetapkan bagi pengetahuan manusia.

Aplikasi: Hindari prediksi sensasional tentang tanggal kedatangan Kristus, identitas tokoh tertentu, atau kode rahasia yang tidak diberikan teks.

5. Komunal: Gereja sebagai Komunitas yang Mencerna Firman

Gereja tidak boleh hanya mengumpulkan informasi Alkitab. Gereja harus menjadi umat yang hidup berdasarkan Firman.

Aplikasi: Bangun budaya membaca, memahami, menghidupi, dan memberitakan Alkitab secara utuh.

6. Emosional: Menerima Sukacita dan Kesedihan Pelayanan

Pelayanan kepada Allah dapat terasa manis karena melihat kasih karunia-Nya, tetapi pahit karena mengalami penolakan dan melihat kehancuran akibat dosa.

Aplikasi: Jangan mengira kesedihan dalam pelayanan berarti Anda gagal. Bahkan Yohanes mengalami rasa manis dan pahit dalam panggilan kenabiannya.

7. Misional: Bernubuat kepada Semua Lapisan Masyarakat

Yohanes diutus kepada bangsa, kaum, bahasa, dan raja. Firman Allah tidak boleh dikurung dalam kelompok tertentu.

Aplikasi: Sampaikan kebenaran kepada keluarga, masyarakat, pemimpin, pekerja, orang kaya, dan orang miskin. Semua orang membutuhkan berita tentang Kristus.

Kesimpulan

Wahyu 10:1-11 adalah jeda yang meneguhkan gereja di antara sangkakala keenam dan ketujuh. Pasal ini mengajarkan:

  1. Kristus memiliki otoritas atas laut, daratan, dan seluruh sejarah.

  2. Allah menyatakan rencana-Nya, tetapi tetap menyimpan hal-hal rahasia.

  3. Tidak ada penundaan yang menggagalkan tujuan Allah.

  4. Doa dan kesaksian gereja berlangsung dalam jadwal providensi-Nya.

  5. Firman Allah manis bagi iman tetapi pahit ketika berhadapan dengan dosa.

  6. Nabi harus menerima Firman secara pribadi sebelum memberitakannya.

  7. Gereja dipanggil untuk terus bersaksi kepada semua bangsa dan penguasa.

Ligonier menyatakan bahwa Allah menahan dan mengatur waktu penghakiman dengan sempurna; Ia tidak terlambat dan tidak melupakan tujuan-Nya.learn.ligonier

Wahyu 10 juga menolong kita memahami harga pelayanan. Firman Allah memang manis karena menyatakan Kristus dan keselamatan. Namun Firman juga pahit karena membawa panggilan untuk menderita, menghadapi penolakan, dan memberitakan penghakiman kepada dunia.

Gereja tidak boleh memilih hanya bagian yang manis dan mengabaikan bagian yang pahit. Kita harus memberitakan seluruh nasihat Allah.

Panggilan terakhir pasal ini tetap berlaku:

“Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja.”

Di tengah dunia yang menolak kebenaran, gereja tetap berdiri sebagai saksi. Ia tidak menentukan hasil akhir. Ia hanya menerima gulungan, memakannya, dan memberitakan isi Firman—dengan sukacita, air mata, keberanian, dan pengharapan.

(el)

Referensi
Alkitab:
  • Wahyu 5:1-14; 8:1-13; 9:1-21; 10:1-11; 11:1-14; 13:1-18; 16:1-21; 22:6-21.
  • Kejadian 9:12-17.
  • Keluaran 13:21-22; 19:16-19; 24:15-18.
  • Ulangan 29:29; 32:40.
  • Mazmur 19:8-12; 29:3-9; 119:97-105; 135:7.
  • Yeremia 15:16.
  • Yehezkiel 1:26-28; 2:8-3:3.
  • Daniel 7:13-14; 12:7.
  • Habakuk 2:2-4.
  • Matius 24:14; 28:18-20.
  • Markus 13:20.
  • Kisah Para Rasul 1:8.
  • Roma 8:18-25.
  • 1 Korintus 15:20-28.
  • 2 Korintus 12:1-4.
  • Efesus 1:9-10; 4:30.
  • 2 Petrus 3:8-13.
  • Ibrani 10:32-39.
  • 1 Petrus 1:10-12.
Komentar dan Sumber Reformed:
  • Calvin, John. Institutes of the Christian Religion.
  • Henry, Matthew. Commentary on the Whole Bible.
  • Sproul, R.C. Materi tentang wahyu, panggilan, dan penderitaan gereja.
  • Mathison, Keith A. “The Preterist Approach to Revelation.”learn.ligonier
  • Riddlebarger, Kim. “Revelation for All Time.”learn.ligonier
  • Johnson, Dennis E. “Understanding John’s Prophecy.”learn.ligonier
  • Poythress, Vern S. The Returning King: A Guide to the Book of Revelation.
  • Beale, G.K. The Book of Revelation.
  • Hendriksen, William. More Than Conquerors.
  • Johnson, Dennis E. Triumph of the Lamb.
  • Bavinck, Herman. Reformed Dogmatics.
  • Berkhof, Louis. Systematic Theology.
Sumber Online:
  • Ligonier Ministries. “The Angel Brings a Scroll.”learn.ligonier
  • Ligonier Ministries. Revelation 10 Resources.learn.ligonier
  • Sam Storms. “A Strong Angel and the Seven Thunders.”samstorms
  • Pastor Jason Elder. “Revelation 10:1-11 Commentary and Meaning.”pastorjasonelder
  • Goodway Library. “Revelation 10 Commentary.”apologeticsark
  • Revelation Commentary. “The Little Scroll.”revelationcommentary
  • Bible Study Courses. “Revelation 10:1-11 Exploring the Passage.

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Ilustrasi

Wahyu 9:1-21 — “Mereka Tidak Bertobat”: Jurang Maut, Pasukan...

Theology, Elrolumnews - Sangkakala kelima dan keenam membawa penglihatan Wahyu ke dalam wilayah yang lebih gelap. Jika Wahyu...
Ilustrasi

Wahyu 8:1-13 — “Doa Orang Kudus Naik ke Hadapan...

Theology, Elrolumnews -  Setelah Yohanes melihat umat Allah dimeteraikan dan kerumunan besar berdiri di hadapan Anak Domba, meterai...
Ilustrasi

Wahyu 7:1-17 — “Siapakah yang Dapat Bertahan?” Umat yang...

Theology, ElrolumNews - Wahyu 6 berakhir dengan pertanyaan yang mengguncang:“Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah...

More

Recomended

Read More