Wanita Sederhana yang Mengubah Tiongkok: Kisah Gladys Aylward

Religi, ElrolumNews

“Kisah nyata Gladys Aylward, seorang wanita biasa dari Inggris yang tidak diterima di sekolah misi, tetapi menjadi berkat bagi ribuan jiwa di Tiongkok. Ia membuktikan bahwa Tuhan tidak mencari orang yang hebat, tetapi orang yang mau dipakai.”

Mimpi yang Terlalu Besar

Aku ingin menjadi misionaris.

Itu adalah panggilan yang aku rasakan sejak muda. Aku ingin pergi ke Tiongkok. Aku ingin memberitakan kabar baik. Aku ingin melayani jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus.

Tapi ada masalah. Aku tidak memiliki pendidikan tinggi. Aku tidak memiliki uang. Aku bahkan tidak lulus ujian masuk sekolah misi karena dianggap “tidak cukup memenuhi syarat.” Aku hanyalah seorang pekerja rumah tangga sederhana. Tidak ada yang istimewa dariku.

Tapi aku tidak menyerah.

Dengan tabungan yang aku kumpulkan dari pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga, aku membeli tiket kereta api. Perjalanan dari Inggris ke Tiongkok memakan waktu berbulan-bulan. Aku harus melewati jalur darat yang berbahaya — melintasi pegunungan, melewati gurun, menghadapi cuaca buruk dan ancaman perang.

Orang-orang menganggapku gila. Seorang wanita sendirian, tanpa uang, tanpa perlindungan, pergi ke negeri yang asing.

Tapi aku tahu satu hal: Tuhan memanggilku. Dan panggilan-Nya lebih besar dari semua ketakutan itu.

Sesampai di Tiongkok

Aku tiba di Tiongkok. Di sana, aku mulai melayani dengan sederhana.

Aku mengajar anak-anak. Aku menolong orang miskin. Aku merawat orang sakit. Aku melakukan apa yang bisa aku lakukan dengan apa yang aku miliki.

Aku bukan pengkhotbah yang hebat. Aku bukan teolog yang pintar. Aku hanya wanita biasa yang mengasihi Tuhan dan mengasihi orang-orang di sekitarku.

Namun di tengah kesederhanaan itu, Tuhan mulai bekerja.

Anak-anak yang aku ajar mulai mendengar tentang Yesus. Orang-orang miskin yang aku tolong mulai melihat kasih Kristus melalui hidupku. Perlahan, gereja-gereja kecil mulai tumbuh.

Saat Perang Datang

Kemudian perang datang. Tiongkok sedang dilanda konflik. Keadaan menjadi sangat berbahaya. Sebagai wanita asing, aku seharusnya segera pergi.

Tapi aku tidak bisa meninggalkan anak-anak yang sudah menjadi tanggung jawabku. Lebih dari seratus anak yatim piatu bergantung padaku. Jika aku pergi, mereka akan mati.

Aku memutuskan untuk tetap tinggal. Dan pada saat itulah aku melakukan hal yang paling luar biasa.

Aku memimpin seratus anak itu berjalan melewati pegunungan dalam kondisi yang sangat berbahaya. Perjalanan yang seharusnya ditempuh beberapa hari, kami tempuh dalam berminggu-minggu. Kami menghadapi kelaparan, kelelahan, dan ancaman maut.

Tapi kami tidak berhenti.

Ketika anak-anak itu kelelahan, aku menggendong mereka. Ketika makanan habis, aku berdoa dan Tuhan menyediakan. Ketika kami kehilangan arah, Tuhan menjadi pemanduku.

Akhirnya, kami selamat. Seratus anak yang nyaris mati itu sampai ke tempat yang aman. Dan dunia mulai mendengar nama Gladys Aylward.

Dari Biasa Menjadi Luar Biasa

Aku sering bertanya pada diriku sendiri: “Mengapa Tuhan memakai orang sepertiku?”

Aku tidak pintar. Aku tidak kaya. Aku tidak memiliki latar belakang yang mengesankan. Aku hanyalah seorang pembantu rumah tangga biasa.

Tapi aku belajar bahwa Tuhan tidak mencari orang yang hebat. Tuhan mencari orang yang mau dipakai. 

Aku juga belajar bahwa semua yang kita bawa kepada Yesus — sekecil apa pun — dapat diubah menjadi berkat yang besar. Seperti para pelayan di pesta pernikahan di Kana, mereka hanya membawa air. Tapi ketika air itu dibawa kepada Yesus, Dia mengubahnya menjadi anggur yang terbaik.

Aku membawa diriku yang sederhana. Dan Tuhan mengubahnya menjadi berkat bagi ribuan jiwa.

Pelajaran dari Gladys Aylward

Dari kehidupan Gladys Aylward, kita belajar banyak hal:

Pertama, Tuhan tidak melihat kemampuan kita, tetapi ketersediaan kita. Gladys ditolak oleh sekolah misi. Tapi dia tidak ditolak oleh Tuhan. Dia memilih untuk tetap melangkah meskipun semua orang berkata dia tidak layak.

Kedua, panggilan Tuhan selalu disertai dengan penyertaan-Nya. Gladys tidak memiliki apa pun secara manusia. Tapi Tuhan menyertainya setiap langkah. Dia melindunginya di tengah perjalanan yang berbahaya. Dia menyediakan kebutuhan anak-anak yang dia pimpin.

Ketiga, hasil yang kita lihat adalah karya Tuhan, bukan karya kita. Gladys tidak pernah membayangkan bahwa seorang wanita sederhana seperti dirinya akan menjadi inspirasi bagi jutaan orang. Itu semua adalah anugerah Tuhan.

Untuk Renungan:

  • Apa yang Anda miliki yang bisa Anda bawa kepada Tuhan hari ini?

  • Apakah Anda percaya bahwa Tuhan bisa memakai Anda, meskipun Anda merasa biasa?

(el)

  1. Gladys Aylward — Misionaris asal Inggris yang melayani di Tiongkok pada abad ke-20. Ia ditolak oleh sekolah misi karena dianggap tidak memenuhi syarat, tetapi tetap pergi ke Tiongkok dengan biaya sendiri. Ia menyelamatkan lebih dari seratus anak yatim selama perang. 
  2. “God does not call the qualified. He qualifies the called.” — Pepatah yang sering dikaitkan dengan Gladys Aylward. 

Sumber Utama
  1. Burgess, Alan. The Small Woman. New York: Dutton, 1957. 
    Biografi klasik tentang Gladys Aylward yang menjadi dasar film The Inn of the Sixth Happiness (1959). Buku ini mendokumentasikan perjalanannya dari pembantu rumah tangga di London menjadi misionaris di Tiongkok, termasuk penyelamatan 100 anak yatim selama perang.
  2. Latham, R.O. Gladys Aylward, One of the Undefeated. 1950. 
    Salah satu biografi awal tentang Aylward yang ditulis segera setelah peristiwa heroiknya di Tiongkok.
  3. Thompson, Phyllis. London Sparrow. 1989. 
    Biografi yang menceritakan perjalanan iman Aylward dari London hingga ke Tiongkok dan Taiwan.
  4. Swift, Catherine. Gladys Aylward: The Courageous English Missionary. 1989. 
Arsip dan Dokumen Primer
  1. SOAS Library, University of London. Papers of Gladys Aylward (Reference: MS 291571). 
    Koleksi arsip utama yang menyimpan surat-surat pribadi, kliping koran, foto, dan artefak Gladys Aylward. Ini adalah satu-satunya koleksi arsip Gladys Aylward yang masih ada di Inggris. 
  2. Surat Pribadi Gladys Aylward kepada Eva Whitby (21 Juni 1939). SOAS Reference: MS 291571/01/03/01. 
    Surat yang menggambarkan detail kehidupan Aylward di Tiongkok dan dampak Perang Dunia Kedua.
  3. Press cutting: “How Gladys rescued 100 children” by Ivor Watkins. Enfield News. SOAS Reference: MS 291571/02/08. 
Biografi Modern
  1. Purves, Carol. Chinese Whispers: The Gladys Aylward Story. Day One Publications. 
    Biografi modern yang menggali lebih dalam kontroversi seputar kehidupan dan pelayanan Aylward, dengan bahan-bahan orisinal baru.
  2. Wickham, Laura. Gladys Aylward: The Little Woman With a Big Dream. Epsom: The Good Book Company, 2021. 
    Biografi bergambar untuk anak-anak yang memperkenalkan kisah Aylward kepada generasi baru.
Sumber Digital dan Audiovisual
  1. Christian History Institute. Gladys Aylward: The Small Woman With A Great God (Dokumenter). 
    Dokumenter yang menampilkan rekaman suara asli Gladys Aylward, foto-foto, dan wawancara dengan penulis Carol Purves.
Film
  1. The Inn of the Sixth Happiness (1959). Film yang dibintangi Ingrid Bergman, berdasarkan kisah hidup Gladys Aylward. 
Catatan Arsip Tambahan
  • Surat-surat Aylward kepada Emma “Emmie” Crisp (kepala sekolah di Shirebrook, Derbyshire) — SOAS Reference: MS 291571/01/xx. 
  • Memoirs of Eva Marie Whitby (1914-2001) — SOAS Reference: MS 291571/09/02. 
  • Memories of Gladys Aylward oleh Rev. Patrice Sessions — SOAS Reference: MS 291571/09/01. 
Catatan: Semua sumber ini dapat diverifikasi melalui SOAS Library, University of London, yang menyimpan koleksi arsip utama Gladys Aylward (Reference: GB 102 MS 291571). Koleksi ini mencakup surat-surat pribadi, kliping koran, foto, publikasi, dan artefak dari masa pelayanan Aylward di Tiongkok dan Taiwan (1936-1970). 

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Ketika Tuhan Memakai Orang Biasa untuk Hal Luar Biasa

Ketika Tuhan Memakai Orang Biasa untuk Hal Luar Biasa

Religi, ELrolumNews -"Kisah ini terinspirasi dari pergumulan nyata banyak orang percaya yang merasa biasa dan tidak layak...
Ketika Kehilangan Mengajarkanku Arti Syukur

Ketika Kehilangan Mengajarkanku Arti Syukur

Religi, ELrolumNews -"Kisah ini terinspirasi dari pergumulan nyata banyak orang percaya yang pernah kehilangan dan belajar bersyukur...
"Seseorang berdiri di depan pintu kayu tertutup dengan cahaya keemasan dari balik pintu, melambangkan harapan dan awal baru di tengah ketidakpastian."

Ketika Tuhan Menutup Satu Pintu, Dia Membuka yang Lain

Religi, ElrolumNews -"Kisah ini terinspirasi dari pergumulan nyata banyak orang percaya yang pernah mengalami kekecewaan karena pintu...

More

Popular

Read More