Tangerang, ElrolumNews — Dua peristiwa kebakaran besar terjadi secara bersamaan di wilayah sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Rabu (16/9/2026) siang. Kebakaran pertama melanda pabrik lampu PT Global Teguh Indonesia di Jalan Pembangunan I, Batujaya, Batuceper, Kota Tangerang, sementara kebakaran kedua menghanguskan kawasan pergudangan di Kosambi Permai, Kabupaten Tangerang.
Kebakaran di pabrik lampu PT Global Teguh Indonesia dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat para karyawan sedang beristirahat makan siang . Kepala UPT Pemadam Kebakaran Batuceper, Ucok Negara, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung menerjunkan personel ke lokasi .
Petugas menghadapi kendala serius dalam proses pemadaman. “Banyaknya material mudah terbakar seperti plastik dan kardus, ditambah tiupan angin yang luar biasa kencang, menjadi faktor utama yang menyulitkan petugas. Penanganan api jadi kurang maksimal,” ujar Ucok di lokasi kejadian .
Kebakaran melahap tiga blok bangunan, yaitu Gudang A, B, dan C. Sebanyak 60 personel dan 15 unit armada pemadam dikerahkan untuk menjinakkan api . Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyampaikan bahwa proses pemadaman telah mencapai sekitar 80 persen hingga sore hari .
Seorang karyawan pabrik, Irman, menceritakan bahwa kepulan asap awal terlihat dari ventilasi udara di area pembuangan limbah bagian belakang. “Pas banget lagi istirahat jam 12.00, kelar makan. Tiba-tiba di ventilasi dekat limbah belakang keluar asap, terus ada yang teriak kebakaran,” kata Irman .
Karyawan lain, Adit, menambahkan bahwa para pekerja sempat berupaya memadamkan api menggunakan APAR, namun kobaran api sudah terlanjur membesar. “Makanannya langsung dilempar dan lari ke dalam ambil APAR mau memadamkan tapi api sudah membesar, tidak tertolong, jadi semua langsung dievakuasi keluar, sampai ada yang bongkar tembok,” terangnya .
Kebakaran kedua terjadi di kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyatakan bahwa laporan kebakaran pertama kali diterima petugas sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, saat petugas tiba di lokasi, kondisi struktur bangunan pergudangan sudah ambruk .
“Kondisi di sana pada saat itu pergudangan sudah ambruk, mungkin karena lambat melaporkan,” ujar Achmad Taufik .
Sebanyak 26 gudang terdampak dalam kebakaran ini. Sebagian gudang dalam kondisi kosong, sementara sebagian lainnya berisi stok kasur busa. Material busa yang mudah terbakar sempat menyulitkan proses pemadaman. “Ini yang agak menghambat pemadaman karena busa, beda dengan bahan-bahan lainnya,” jelas Achmad Taufik .
BPBD merelokasi sekitar 35 personel yang dibantu 8 unit mobil pemadam kebakaran serta 4 unit mobil tangki penyuplai air. Pihak Bandara Soekarno-Hatta juga turut mengirimkan satu unit armada pemadam ke lokasi .
Meskipun asap hitam pekat dari kedua kebakaran terlihat hingga Jalan Tol Kunciran, manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan seluruh operasional penerbangan tetap berjalan normal .
Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyatakan bahwa berdasarkan pemantauan Airport Operation Control Center (AOCC), insiden tersebut tidak mengganggu operasional penerbangan. “Seluruh pergerakan keberangkatan dan kedatangan pesawat dipastikan berjalan sesuai jadwal,” ujar Yudistiawan .
Manajemen bandara juga mengimbau para pengguna jasa untuk tetap tenang dan memantau informasi resmi dari kanal komunikasi bandara atau maskapai terkait .
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam kedua insiden kebakaran tersebut . Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara petugas masih berfokus pada proses pemadaman dan pendinginan di lokasi .
(fvs)





