Jakarta, ELrolumNews — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia pada Senin (14/9/2026) sore di Istana Negara, Jakarta. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan .
Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden yang dibacakan sebelum prosesi pengambilan sumpah jabatan. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang di bidang fiskal dan kebijakan ekonomi .
Pasar keuangan Indonesia merespons positif pelantikan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat tertekan di zona merah berhasil bangkit dan ditutup menguat tipis 0,1% ke level 6.534 setelah pengumuman pelantikan .
IHSG sempat menyentuh level terendah 6.371 pada awal sesi, namun berbalik menguat ke level tertinggi 6.550 setelah kabar pelantikan Menteri Keuangan baru tersebar. Nilai transaksi mencapai Rp17,7 triliun dengan volume 333,8 miliar saham dan kapitalisasi pasar sekitar Rp11.371 triliun .
Beberapa sektor saham mengalami tekanan, di antaranya:
Sektor kesehatan: turun 2,95%
Sektor energi: turun 1,66%
Sektor infrastruktur: turun 1,45%
Sektor bahan baku: turun 1,41%
Sektor konsumen non-primer: turun 1,19%
Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta Menteri Keuangan baru untuk menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global .
“Kesehatan APBN adalah fondasi utama bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Saya minta Menteri Keuangan baru untuk memastikan pengelolaan fiskal yang prudent dan akuntabel,” tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya .
Suahasil Nazara merupakan ekonom yang telah lama berkarier di Kementerian Keuangan. Sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan memiliki pengalaman di berbagai lembaga internasional, termasuk Bank Dunia .
Pelantikan ini menjadi bagian dari penyegaran kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo untuk memperkuat tim ekonomi dalam menghadapi tantangan global, termasuk tekanan inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan fluktuasi harga energi dunia .
(fvs)





