Jakarta, ElrolumNews — Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud), Giring Ganesha, merespons kabar mengenai dugaan tiga korban meninggal akibat sound horeg pada awal September 2026. Ia menyatakan bahwa Kementerian Kebudayaan akan menelaah lebih teliti penyebab kejadian tersebut sebelum mengambil langkah selanjutnya .
“Kami akan telaah dulu penyebabnya. Apakah murni karena sound horeg-nya atau ada faktor lain. Kami tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan,” ujar Giring dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026) .
Sound horeg merupakan fenomena di mana sekelompok orang membawa perangkat suara berukuran besar dan memainkannya dengan volume sangat tinggi di ruang publik. Kejadian ini dilaporkan terjadi di sejumlah daerah dan memicu kontroversi karena dianggap mengganggu ketertiban umum .
Dugaan korban meninggal akibat sound horeg ini menjadi perhatian publik setelah beredar informasi mengenai tiga orang yang meninggal dalam insiden terpisah di awal September 2026 .
Giring menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan memiliki peran dalam mengawasi ekspresi seni dan budaya di masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil langkah yang justru membatasi kreativitas masyarakat .
“Kami mendukung ekspresi seni dan budaya, tetapi tentu harus ada batasan agar tidak mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan orang lain,” jelasnya .
Giring mengatakan bahwa Kementerian Kebudayaan akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Polri, dan pemerintah daerah, untuk mencari solusi terbaik .
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ini bukan hanya tanggung jawab Kementerian Kebudayaan, tetapi juga semua pihak,” ujarnya .
Giring mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban umum dan tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain .
“Kami mengimbau masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga ketertiban bersama. Ekspresi seni boleh, tapi jangan sampai merugikan orang lain,” pungkasnya .
(fvs)





