Cotabato Selatan, ELrolumnews — Penembakan terjadi di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Cotabato Selatan, Filipina. Insiden ini menewaskan 2 orang dan melukai 7 lainnya.
Menurut laporan kepolisian setempat, pelaku diduga merupakan seorang siswa yang membawa senjata api ke dalam lingkungan sekolah. Korban terdiri dari siswa dan staf sekolah. Pihak berwenang telah mengamankan pelaku dan melakukan evakuasi terhadap korban luka ke rumah sakit terdekat.
Berdasarkan informasi awal, penembakan terjadi saat jam istirahat sekolah. Pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah kerumunan siswa dan guru. Kepanikan pun terjadi, siswa dan guru berhamburan menyelamatkan diri.
Petugas keamanan sekolah yang mendapat laporan segera menghubungi kepolisian. Tidak lama kemudian, tim kepolisian tiba di lokasi dan berhasil melumpuhkan serta mengamankan pelaku.
Korban tewas terdiri dari satu siswa dan satu guru. Sementara itu, tujuh orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. Beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
Pihak sekolah telah menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar untuk memberikan dukungan psikologis kepada siswa dan guru yang terdampak.
Polisi masih menyelidiki motif di balik penembakan tersebut. Berbagai kemungkinan sedang didalami, termasuk apakah pelaku memiliki masalah pribadi dengan korban atau terpengaruh konten kekerasan di media sosial. Pihak berwenang juga tengah menelusuri asal senjata api yang digunakan pelaku.
Pemerintah setempat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Mereka juga menekankan pentingnya penguatan keamanan di lingkungan sekolah untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
(fvs)





