Arlington, ElrolumnNews – Mesir memastikan langkah bersejarah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Australia melalui adu penalti dengan skor 4-2. Pertandingan babak 32 besar di Stadion AT&T, Arlington, Jumat (3/7/2026) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB, berakhir imbang 1-1 hingga 120 menit .
Kemenangan ini mencatatkan sejarah baru bagi Mesir. Untuk pertama kalinya, negara Afrika Utara tersebut memenangkan pertandingan fase gugur Piala Dunia, sekaligus menjadi negara Afrika kedua yang berhasil memenangi adu penalti di putaran final Piala Dunia setelah Maroko .
Australia memulai laga dengan agresif. Cristian Volpato hampir membawa Australia unggul pada menit kelima setelah tembakan spektakulernya menghantam mistar gawang Mesir .
Namun, justru Mesir yang berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu pada menit ke-13. Berawal dari tendangan bebas, Emam Ashour menyambul umpan silang Karim Hafez dengan sundulan yang gagal diantisipasi kiper Australia Patrick Beach. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Mesir .
Australia berusaha mengejar ketertinggalan. Pada awal babak kedua, Mesir nyaris menggandakan keunggulan melalui Omar Marmoush, namun tembakannya masih melebar tipis dari gawang .
Kesempatan yang terbuang itu berbuah petaka bagi Mesir. Pada menit ke-55, Mohamed Hany secara tidak sengaja menyundul bola tendangan bebas Aiden O’Neill ke gawangnya sendiri, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 untuk Australia .
Gol bunuh diri ini mencatatkan rekor tidak diinginkan. Mohamed Hany menjadi pemain pertama yang mencetak dua gol bunuh diri dalam satu edisi Piala Dunia. Secara keseluruhan, turnamen 2026 kini telah menghasilkan 13 gol bunuh diri, rekor terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia .
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Mesir mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Rami Rabia nyaris mencetak gol kemenangan di masa injury time babak kedua, namun kiper Australia Patrick Beach melakukan penyelamatan gemilang dengan satu tangan. Harry Souttar juga harus bekerja keras menggagalkan peluang Haissem Hassan di detik-detik akhir .
Tidak ada gol tambahan tercipta hingga 120 menit usai. Pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Australia melakukan pergantian kiper pada menit ke-119, memasukkan Mathew Ryan untuk menggantikan Patrick Beach yang tampil gemilang sepanjang laga. Namun, keputusan ini tidak membuahkan hasil .
Australia menendang pertama, namun Harry Souttar gagal setelah tendangannya melambung di atas mistar. Mesir tampil sempurna. Mahmoud Saber, Rami Rabia, dan Mohamed Salah berhasil mengeksekusi penalti mereka. Salah bahkan menunjukkan kelasnya melalui tendangan Panenka yang mengecoh Ryan .
Australia kembali gagal pada tendangan keempat. Lucas Herrington, pemain berusia 18 tahun, menghantamkan bolanya ke mistar gawang. Hossam Abdelmaguid kemudian menjadi penentu kemenangan Mesir setelah mengarahkan bola ke pojok kiri bawah gawang, membawa Mesir menang 4-2 dalam adu penalti .
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Australia. Harapan Asia yang tersisa di Piala Dunia 2026 kini pupus setelah Jepang dan Australia tersingkir. Dari sembilan wakil Asia, hanya dua yang lolos ke fase gugur, dan kini keduanya sudah pulang .
Bagi Mesir, kemenangan ini mengukuhkan status mereka sebagai salah satu tim Afrika yang patut diperhitungkan. Setelah gagal di tiga edisi sebelumnya (1990, 2018, 2022), The Pharaohs akhirnya menembus fase gugur dan langsung mencatatkan kemenangan bersejarah.
(*/fvs)





