Religi, ELrolumNews –
“Kisah nyata Hudson Taylor, seorang pemuda Inggris yang meninggalkan segalanya untuk membawa Injil ke Tiongkok. Ia tidak hanya mengubah hidup jutaan orang, tetapi juga mengubah cara dunia Kristen memandang misi — dengan iman yang bergantung sepenuhnya pada pemeliharaan Tuhan.”
Seorang Anak yang Didoakan Sejak Lahir
Aku lahir pada tanggal 21 Mei 1832 di Barnsley, Yorkshire, Inggris . Namaku James Hudson Taylor. Orang tuaku adalah keluarga Kristen yang taat. Mereka bahkan telah mendoakan sejak sebelum aku lahir bahwa aku akan menjadi misionaris ke Tiongkok .
Ketika aku masih remaja, aku mengalami masa keraguan. Aku tidak yakin dengan iman yang diajarkan orang tuaku. Aku mulai mempertanyakan segala sesuatu.
Tetapi Tuhan memiliki cara-Nya sendiri. Pada suatu hari, ketika aku sedang mencari-cari di toko obat milik ayahku, aku menemukan sebuah traktat Kristen. Aku membacanya. Dan di situ, Tuhan membuka mataku . Aku menyadari bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamatku. Aku menyerahkan hidupku kepada-Nya.
Beberapa bulan setelah pertobatanku, aku menyerahkan diri sepenuhnya untuk pekerjaan Tuhan . Dan aku merasakan panggilan yang jelas: Tiongkok.
Persiapan dengan Iman
Aku mulai mempersiapkan diri untuk pergi ke Tiongkok.
Aku belajar kedokteran. Aku berlatih hidup sederhana — bahkan sangat sederhana. Aku ingin belajar bergantung sepenuhnya pada Tuhan untuk setiap kebutuhan . Aku mulai bangun jam lima pagi untuk belajar, dan aku menulis kepada saudariku: “Aku harus belajar jika aku ingin pergi ke Tiongkok. Aku sudah memutuskan sepenuhnya untuk pergi, dan aku membuat segala persiapan yang aku bisa.”
Aku belajar bahasa Mandarin sendiri, dengan susah payah. Aku bahkan belum punya kamus — terlalu mahal. Tetapi aku menggunakan Injil Lukas dalam bahasa Tionghoa dan membandingkannya dengan bahasa Inggris, dan dengan sabar aku menemukan makna lebih dari enam ratus karakter .
Pada tahun 1853, ketika aku berusia dua puluh satu tahun, aku berlayar ke Tiongkok sebagai agen dari sebuah perkumpulan misi . Aku tiba di Shanghai pada musim semi berikutnya.
Tahun-Tahun Pertama yang Sulit
Tahun-tahun pertamaku di Tiongkok sangat berat.
Dana dari Inggris jarang datang. Tetapi aku bertekad untuk bergantung pada Tuhan untuk setiap kebutuhanku. Aku tidak pernah meminta uang kepada teman-temanku di Inggris . Aku berkata berulang kali: “Percayalah. Pekerjaan Tuhan, yang dilakukan dengan cara Tuhan, tidak akan pernah kekurangan persediaan.”
Pada masa itu, orang asing tidak diizinkan masuk ke pedalaman Tiongkok. Mereka hanya diizinkan di lima pelabuhan. Tetapi aku merasakan beban untuk jutaan orang Tiongkok yang belum pernah mendengar tentang Kristus. Aku mengabaikan pembatasan politik dan berkeliling melalui kanal-kanal pedalaman, memberitakan Injil .
Aku juga mulai mengenakan pakaian Tionghoa. Aku ingin menghilangkan hambatan yang tidak perlu, agar Kristus dapat didengar .
China Inland Mission: Langkah Iman yang Besar
Pada tahun 1860, kesehatan yang buruk memaksaku kembali ke Inggris bersama istri dan putri kecilku . Aku pikir ini adalah kemunduran. Tetapi ternyata itu adalah langkah maju.
Selama di Inggris, aku menyelesaikan studi kedokteranku. Aku merevisi Perjanjian Baru dalam bahasa Tionghoa. Dan aku menulis sebuah buku berjudul China’s Spiritual Need and Claims pada tahun 1865 . Buku itu menggugah banyak orang untuk peduli pada Tiongkok. Aku menulis: “Oh, untuk kefasihan untuk membela perkara Tiongkok, untuk pena yang dicelupkan dalam api untuk melukiskan kondisi bangsa ini.”
Pada tanggal 25 Juni 1865, di Brighton, aku menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan untuk mendirikan sebuah perkumpulan baru yang akan menginjili provinsi-provinsi pedalaman Tiongkok yang belum terjangkau .
Aku mendirikan China Inland Mission (CIM).
Prinsip-prinsipnya radikal pada masa itu:
Menerima misionaris dari denominasi apa pun, selama sehat dalam iman
Tidak menjamin penghasilan apa pun — semua bergantung pada Tuhan
Tidak boleh berutang — hanya mengeluarkan sesuai yang diterima
Tidak ada permohonan pribadi untuk dana — kebutuhan hanya dibawa kepada Tuhan dalam doa
Aku percaya: Pekerjaan Tuhan, yang dilakukan dengan cara Tuhan, tidak akan pernah kekurangan persediaan.
Kembali ke Tiongkok dengan Iman
Pada tanggal 26 Mei 1866, aku dan keluargaku berlayar ke Tiongkok bersama tim misi baru — “Lammermuir Party” . Kami adalah kelompok misionaris terbesar yang pernah dikirim ke Tiongkok pada masa itu.
Dalam perjalanan, kapal kami hampir karam. Kami melewati dua topan. Tetapi kami tiba dengan selamat di Shanghai pada tanggal 30 September 1866 .
Pekerjaan dimulai. Aku melihat lebih dari 200 pasien setiap hari di klinik. Operasi katarak yang aku lakukan tampak seperti mukjizat bagi orang Tionghoa . Aku berdiri di atas meja, memberitakan Injil di tengah keramaian .
Tetapi penderitaan juga datang bertubi-tubi. Putriku meninggal karena hidrosefalus. Keluargaku hampir terbunuh dalam Kerusuhan Yang Chow tahun 1868. Istri pertamaku, Maria, meninggal saat melahirkan. Istri keduaku meninggal karena kanker .
Tetapi pekerjaan Tuhan tidak berhenti.
Doa yang Dijawab dengan Luar Biasa
Aku percaya pada kuasa doa. Aku percaya bahwa ketika kita berdoa sesuai kehendak Tuhan, Dia menjawab.
Pada tahun 1881, aku meminta 70 misionaris baru untuk bergabung sebelum akhir tahun 1884. Aku mendapat 76 orang .
Pada akhir tahun 1886, aku berdoa untuk 100 misionaris lagi pada tahun 1887. Seorang misionaris veteran berkata kepadaku: “Aku senang mendengar bahwa engkau berdoa untuk bala bantuan yang besar. Engkau tentu tidak akan mendapat seratus dalam tahun ini, tetapi engkau akan mendapat lebih banyak daripada jika engkau tidak memintanya.”
Aku menjawab: “Terima kasih atas perhatianmu. Kami memiliki sukacita karena mengetahui doa-doa kami dijawab sekarang. Dan aku yakin, jika engkau masih hidup, engkau akan turut bersukacita menyambut yang terakhir dari seratus itu ke Tiongkok!”
Aku juga memiliki kebiasaan berdoa dari jam dua sampai jam empat pagi — waktu ketika aku bisa paling yakin tidak terganggu untuk menunggu Tuhan .
Warisan yang Tidak Pernah Padam
Pada tahun 1895, China Inland Mission memiliki 641 misionaris dan 462 pekerja Tionghoa di 260 stasiun . Di bawah kepemimpinanku, CIM telah menyediakan lebih dari setengah dari kekuatan misionaris Protestan di Tiongkok .
Ketika aku meninggal pada tanggal 3 Juni 1905, CIM telah mengirim lebih dari 800 misionaris ke Tiongkok. Mereka mendirikan 125 sekolah dan menghasilkan 18.000 pertobatan. Lebih dari 300 stasiun kerja dengan lebih dari 500 pekerja lokal didirikan di delapan belas provinsi .
Aku tidak pernah melihat semua ini dengan mataku sendiri. Tetapi aku percaya bahwa Tuhan akan menyelesaikan apa yang Dia mulai.
Salah satu kalimatku yang paling terkenal adalah: “Jika aku memiliki seribu pound, Tiongkok harus mendapatkannya. Jika aku memiliki seribu nyawa, Tiongkok harus memilikinya. Tidak! Bukan Tiongkok, tetapi Kristus. Dapatkah kita melakukan terlalu banyak untuk Dia? Dapatkah kita melakukan cukup untuk Juruselamat yang begitu berharga?”
Pelajaran dari Hudson Taylor
Dari kehidupan Hudson Taylor, kita belajar banyak hal:
Pertama, iman berarti bergantung sepenuhnya pada Tuhan. Hudson Taylor tidak pernah meminta uang kepada siapa pun. Ia percaya bahwa jika pekerjaan itu adalah pekerjaan Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan menyediakannya. Ia berkata: “Pekerjaan Tuhan, yang dilakukan dengan cara Tuhan, tidak akan pernah kekurangan persediaan.”
Kedua, doa adalah kunci untuk pekerjaan yang besar. Hudson Taylor berdoa dari jam dua sampai jam empat pagi. Ia berdoa untuk 70 misionaris dan mendapat 76. Ia berdoa untuk 100 misionaris dan mendapatkannya. Doa bukanlah tambahan — doa adalah fondasi .
Ketiga, pengorbanan adalah bagian dari panggilan. Taylor kehilangan putrinya, istri pertamanya, dan istri keduanya. Ia hampir mati dalam kerusuhan. Ia mengalami sakit yang berkepanjangan. Tetapi ia tidak pernah menyerah. Ia berkata: “Kehidupan yang mudah dan tidak menyangkal diri tidak akan pernah menjadi kehidupan yang penuh kuasa. Menghasilkan buah melibatkan memikul salib.”
Saya tidak tahu apa yang Anda hadapi hari ini.
Mungkin Anda merasa Tuhan memanggil Anda untuk melakukan sesuatu yang besar — tetapi Anda takut. Mungkin Anda merasa tidak memiliki cukup iman, cukup uang, atau cukup kemampuan.
Ingatlah Hudson Taylor.
Ia adalah pemuda biasa yang tidak memiliki apa-apa. Tetapi ia memiliki iman yang luar biasa. Ia percaya bahwa Tuhan yang memanggil adalah Tuhan yang akan menyediakan. Dan Tuhan tidak pernah mengecewakannya.
“Percayalah. Pekerjaan Tuhan, yang dilakukan dengan cara Tuhan, tidak akan pernah kekurangan persediaan.” — Hudson Taylor
KESIMPULAN
Tiga Pelajaran dari Hudson Taylor
1. Iman Berarti Bergantung Sepenuhnya pada Tuhan
Hudson Taylor tidak pernah meminta uang kepada manusia. Ia percaya bahwa Tuhan yang memanggil akan menyediakan. Prinsipnya: “Pekerjaan Tuhan, yang dilakukan dengan cara Tuhan, tidak akan pernah kekurangan persediaan.”
“Pandanglah burung-burung di langit… Bapamu yang di sorga memberi makan burung-burung itu. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Matius 6:26)
2. Doa adalah Fondasi Pekerjaan yang Besar
Hudson Taylor berdoa dari jam dua sampai jam empat pagi. Ia berdoa untuk 70 misionaris dan mendapat 76. Ia berdoa untuk 100 misionaris dan mendapatkannya. Doa bukanlah tambahan — doa adalah fondasi .
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7)
3. Pengorbanan adalah Bagian dari Panggilan
Taylor kehilangan putrinya, istri pertamanya, dan istri keduanya. Ia hampir mati dalam kerusuhan. Ia mengalami sakit yang berkepanjangan. Tetapi ia tidak pernah menyerah. Ia berkata: “Kehidupan yang mudah dan tidak menyangkal diri tidak akan pernah menjadi kehidupan yang penuh kuasa.”
“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Matius 10:38)
Untuk Renungan
Apakah Anda percaya bahwa Tuhan akan menyediakan kebutuhan Anda jika Anda mengikuti panggilan-Nya?
Apakah doa menjadi fondasi hidup Anda, atau hanya tambahan?
Apakah Anda bersedia berkorban untuk pekerjaan Tuhan?
Bacalah Matius 6:25-34 — tentang pemeliharaan Tuhan.
Bacalah Matius 7:7-12 — tentang kuasa doa.
Kabar baiknya: Tuhan yang memanggil adalah Tuhan yang akan menyediakan. Dia tidak pernah mengecewakan mereka yang percaya kepada-Nya.
(el)
Sumber Utama
Christian Classics Ethereal Library. “Author info: J. Hudson Taylor”. Sumber yang mencatat kelahiran (21 Mei 1832), kematian (3 Juni 1905), pertobatan melalui traktat di toko obat ayahnya, pelayaran pertama ke Tiongkok (1853), dan prinsip hidupnya: “God’s work, done in God’s way, will never lack for supplies.”
Moody Publishers. “Hudson Taylor’s Spiritual Secret”. Sumber yang mencatat kutipan Taylor: “An easy, non-self-denying life will never be one of power. Fruit-bearing involves cross-bearing.”
Christian History Institute. “Pushing Inward”. Sumber yang mencatat pelayaran dengan kapal Lammermuir (1866), pekerjaan CIM di Hangchow dan Hsiaoshan, pelayanan medis Taylor (200 pasien per hari), dan doanya untuk 70 misionaris (mendapat 76) serta 100 misionaris (mendapatkannya) .
Google Books. “J. Hudson Taylor”. Sumber yang mencatat pendirian CIM, pengiriman 800 misionaris, 125 sekolah, 18.000 pertobatan, dan 300 stasiun kerja di 18 provinsi .
NLB eResources (Wikipedia). “Hudson Taylor”. Sumber yang mencatat penahbisan diri Taylor pada 25 Juni 1865 di Brighton, prinsip-prinsip CIM, pelayaran Lammermuir Party (26 Mei 1866), dan penulisan buku China’s Spiritual Need and Claims (1865) .
Hudson Taylor’s Spiritual Secret (eBook). Sumber yang mencatat persiapan Taylor untuk Tiongkok: bangun jam lima pagi, belajar bahasa Mandarin sendiri, dan kutipan: “I have begun to get up at five in the morning… I must study if I mean to go to China.”
Bible Hub. “What is Hudson Taylor’s biography, quotes, and legacy?”. Sumber yang mencatat kelahiran (21 Mei 1832), panggilan ke Tiongkok, dan pendirian CIM .
博客來. “Hudson Taylor’s Spiritual Secret”. Sumber yang mencatat kutipan Taylor: “If I had a thousand pounds, China should have it. If I had a thousand lives, China should have them. No! Not China but Christ.”
Union Church Hong Kong. “U Matters” (24 September 2020). Sumber yang mencatat kebiasaan doa Taylor dari jam 2 hingga 4 pagi: “from two to four a.m. was the time he usually gave to prayer; the time when he could be most sure of being undisturbed to wait upon God.”
Wikipedia. “Hudson Taylor”. Sumber yang mencatat prinsip-prinsip CIM dan pelayaran Lammermuir Party .
Catatan: Hudson Taylor meninggal pada 3 Juni 1905. Warisannya — China Inland Mission (sekarang OMF International) — terus bekerja hingga hari ini, membawa Injil ke berbagai bangsa di Asia Timur.




