Kronologi Kematian Pedagang Cermin Bambang Setiyawan di Tengah Kerusuhan Demo DPR! Polisi Tetapkan 48 Tersangka, Dalami Keterlibatan Ormas

Jakarta, ElrolumNews — Kericuhan usai aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis (27/8/2026) malam menelan korban jiwa. Bambang Setiyawan (59), seorang pedagang cermin warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tewas diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Pejompongan. Polisi telah menangkap 322 orang dan menetapkan 48 tersangka terkait kerusuhan ini.

Bambang sehari-hari berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya. Pada Kamis sore sekitar pukul 16.30 WIB, istrinya, Sudarsi (56), meminta Bambang menutup lapaknya karena melihat massa mulai berdatangan dalam jumlah besar.

“Saya lihat massa udah dari sana udah banyak, akhirnya saya bilang sama bapaknya, ‘Itu massa udah banyak’, saya bilang tutup. Pas dia melihat, ‘Oh, ya, sudah, tutup.’ Saya bantuinlah,” ujar Sudarsi saat ditemui di rumah duka.

- Advertisement -

Setelah menutup dagangan, Bambang sempat mengantar seseorang yang sakit ke Rumah Sakit Pelni bersama anaknya menggunakan sepeda motor. Ia kembali ke rumah sekitar pukul 21.00-21.30 WIB.

Saat itu, situasi di Jalan Pejompongan Raya sedang memanas. Massa yang dipukul mundur dari kawasan DPR bergerak masuk ke wilayah Pejompongan dan Palmerah. Bambang kemudian kembali keluar menuju area tokonya setelah menganggap situasi telah mereda. Namun, ia tidak pernah kembali ke rumah.

- Advertisement -

Sekitar pukul 01.30 WIB, Sudarsi masih berusaha mencari keberadaan suaminya. Ia mendatangi tempat teman-teman Bambang dan meminta mereka menyampaikan pesan agar Bambang segera pulang jika bertemu.

Keluarga baru menerima kabar mengenai kondisi Bambang sekitar pukul 04.00 WIB. Belakangan, mereka melihat video yang memperlihatkan Bambang diseret dan diduga dikeroyok oleh sejumlah orang .

“Justru kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas nih posisi mayat ini, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita nggak tahu,” tutur Sudarsi .

Ketua RT 02 RW 06 Benhil, Aban Sobandi, menegaskan bahwa Bambang sama sekali tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa. Para korban hanya berada di lokasi untuk menjaga keamanan lingkungan saat kericuhan mulai meluas ke pemukiman .

“Main comot saja yang dapat siapa saja. Padahal itu enggak ikutan demo. Warga sini enggak ada yang ikut-ikutan demo,” ujar Aban.

Polda Metro Jaya mengamankan total 322 orang pasca-kerusuhan. Sebanyak 48 orang ditetapkan sebagai tersangka—45 orang untuk perusakan dan penganiayaan, serta tiga orang untuk kepemilikan senjata tajam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin mengungkapkan bahwa modus operandi para tersangka meliputi perusakan fasilitas umum, penganiayaan terhadap orang dan barang, serta kekerasan berkelompok di muka umum .

Polisi saat ini tengah mendalami dugaan keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) dalam pengeroyokan yang menewaskan Bambang . Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan pihaknya masih mengumpulkan fakta-fakta hukum terkait dugaan tersebut.

Sebelumnya sempat beredar narasi di media sosial bahwa kerusuhan disebabkan oleh oknum ormas . Namun, Budi meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. “Banyak unggahan di media sosial yang berisi disinformasi, provokasi, hingga hoaks,” ujarnya.

Insiden lain yang mencuri perhatian adalah aksi mobil pikap yang menabrak Gerbang Pancasila Gedung DPR/MPR. Budi Hermanto mengungkapkan bahwa pengemudi pikap tersebut sedang dalam pengaruh alkohol saat melakukan aksinya.

“Ya, pada saat ditemukan yang bersangkutan masih dalam kondisi pengaruh alkohol,” kata Budi dalam konferensi pers . Pengemudi diketahui berasal dari Jember, Jawa Timur, dan saat diamankan, petugas menemukan senjata tajam di dalam mobil pikap tersebut .

Polisi masih mendalami apakah pengemudi terhubung dengan organisasi masyarakat tertentu.

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
Polda Sulut bongkar jaringan love scamming eks Kamboja, kerugian Rp1 miliar

Polda Sulut Bongkar Jaringan Love Scamming Eks Kamboja, Kerugian...

Manado ElrolumNews — Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Utara berhasil membongkar jaringan...
KPK tahan Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, sita Rp200 juta dan ungkap gratifikasi Rp11,14 miliar

KPK Tahan Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, Sita Rp200 Juta...

Jakarta,  ElrolumNews — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, setelah...
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo

KPK Tangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena dalam...

Jakarta, ELrolumNews — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow...
Advertisement

Lainnya

Popular