Manado, ElrolumNews — Upaya penyelundupan puluhan kilogram emas batangan ke luar negeri melalui gerbang udara utama Sulawesi Utara, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, berhasil dipatahkan tuntas pada Jumat (4/9/2026). Dua orang warga negara asing (WNA) asal China diamankan untuk diusut tuntas.
Operasi penggagalan ini merupakan hasil kerja sama Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Sulut dengan Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara, Tenggara, dan Kepulauan, serta Keamanan Penerbangan Bandara Sam Ratulangi Manado .
Upaya penyelundupan berhasil terendus saat petugas melakukan pemeriksaan rutin menggunakan mesin X-ray di area pemeriksaan bandara . Petugas mendeteksi kejanggalan pada tas milik kedua WNA yang memiliki berat sekitar 27 kilogram.
Sekitar pukul 12.45 WITA, tepat saat keduanya hendak naik pesawat rute Singapura maskapai Scoot Air, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh di titik pengawasan. Dari dalam tas tersebut, petugas menemukan 16 batang emas dengan total berat mencapai 16,098 kilogram.
Petugas mengamankan sejumlah barang bukti dari kedua tersangka :
| No | Barang Bukti | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Emas Batangan | 16 batang, total berat 16,098 kg |
| 2 | Uang Tunai | Rp5.000.000 |
| 3 | Telepon Seluler | 5 unit |
| 4 | Paspor | Atas nama XU QUN dan XU QINGDI, warga Provinsi Fujian, China |
| 5 | Dokumen Pendukung | Sertifikat emas, kartu identitas, dokumen penerbangan |
Meskipun sebagian emas dilengkapi surat sertifikat, pihak Bea dan Cukai menegaskan bahwa dokumen pembelian tidak sama dengan izin sah untuk membawa emas ke luar negeri. Setiap emas yang akan dibawa keluar wilayah Indonesia wajib dilaporkan sepenuhnya, dinyatakan jujur di pabean, serta memiliki seluruh izin resmi yang berlaku.
Nilai total 16 batang emas tersebut diperkirakan mencapai Rp42,6 miliar jika dihitung berdasarkan harga emas Antam saat ini. Kedua WNA tersebut kini telah dibawa ke Markas Besar Polda Sulawesi Utara untuk menjalani pemeriksaan intensif .
Penyelidikan tidak berhenti sekadar menangkap pembawanya. Aparat akan terus menelusuri asal usul emas, siapa pemilik sebenarnya di belakang layar, serta apakah ada jaringan yang lebih besar yang beroperasi di wilayah Sulawesi Utara.
Pihak Polda Sulut mengonfirmasi akan memberikan keterangan resmi lebih rinci dalam konferensi pers terpisah.
(*/fvs)





