Jakarta, ElrolumNews — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengimbau para buruh dan seluruh peserta aksi demonstrasi pada Rabu, 28 Oktober 2026, untuk menyampaikan aspirasi secara damai tanpa kekerasan dan kerusuhan. Imbauan ini disampaikan menjelang aksi yang digelar bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan hak konstitusional warga negara yang dilindungi undang-undang. Namun, ia menekankan bahwa penyampaian pendapat harus tetap mengedepankan ketertiban dan tanggung jawab.
“KSPI mengimbau para buruh dan peserta aksi demonstrasi pada tanggal 28 Oktober 2026 hendaknya aksi dilakukan secara damai tanpa kekerasan dan kerusuhan sesuai konstitusi dan peraturan yang berlaku,” kata Said Iqbal dalam keterangan di Jakarta.
Menurut Said Iqbal, aksi damai justru akan membuat pesan dan substansi tuntutan tersampaikan lebih efektif dan jernih kepada pemerintah. Ia juga berharap cita-cita luhur bangsa untuk membangun negara yang adil dan makmur dapat tercapai.
Kepolisian Negara Republik Indonesia mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa perbedaan pandangan dan kritik merupakan bagian dari demokrasi yang sehat.
“Polri menghormati setiap aspirasi masyarakat. Kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Mari sampaikan aspirasi secara damai, jaga ruang publik bersama, dan jangan mudah terprovokasi,” kata Isir.
Untuk mengamankan jalannya aksi, sebanyak 14.324 personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait disiagakan di Jakarta Pusat. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi merinci jumlah personel tersebut.
Rekayasa lalu lintas disiapkan secara situasional di kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI, Monas, dan Tugu Tani. Aksi penyampaian pendapat dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Masyarakat diimbau menghindari kawasan tersebut, menggunakan rute alternatif, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama berbagai elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Sementara itu, sejumlah pemimpin buruh lainnya turut menyerukan aksi damai. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi mengimbau mahasiswa dan elemen masyarakat yang mengikuti aksi untuk menyampaikan aspirasi dengan cara damai dan tertib, serta memedomani semangat persatuan Sumpah Pemuda.
Di sisi lain, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Andi Gani Nena Wea dan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menyatakan tidak mengerahkan massa di Bundaran HI. Keputusan ini diambil karena gerakan buruh tengah berkonsentrasi mengawal pembentukan Peraturan Pemerintah sebagai aturan turunan Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan.




