TUBAN, ElrolumNews — Kapal kargo MV Khatulistiwa 8 tenggelam di perairan utara Kabupaten Tuban, Jawa Timur, setelah bertabrakan dengan sebuah kapal tongkang pada Rabu malam, 7 Oktober 2026. Insiden ini mengakibatkan satu anak buah kapal hilang dan 17 lainnya berhasil diselamatkan.
Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Terminal Khusus PT Semen Indonesia Group (SIG) Tuban pada pukul 17.30 WIB menuju Sampit, Kalimantan Tengah, dengan membawa muatan sekitar 1.850 ton Semen Gresik Polysling Bags.
Berdasarkan keterangan Syahbandar Wilker Jenu, Bobby Mulya Kusuma, awak kapal meninggalkan KM Khatulistiwa 8 sekitar pukul 21.37 WIB. Pihak agen pelayaran menerima laporan dari kepala kamar mesin bahwa kapal mengalami tabrakan dengan kapal tongkang yang menyebabkan kebocoran.
Informasi tersebut kemudian diteruskan melalui VTS Surabaya dan siaran radio Marine Channel 16. Lokasi kejadian berada di koordinat 06°33’460″ Lintang Selatan dan 112°59’219″ Bujur Timur, sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.
Kapolsek Perairan Tuban, Aipda Joko Nurcahyo, menyatakan bahwa akibat tabrakan tersebut, kapal kargo sempat mengalami blackout atau mati listrik total hingga akhirnya tenggelam. “Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,” ujar Joko.
Operasi evakuasi melibatkan kapal tunda TB Amazon Harbour dan TB Multi yang dikerahkan atas perintah Syahbandar sekitar pukul 22.45 WIB. Selain itu, perahu nelayan setempat turut membantu proses penyelamatan di tengah kondisi laut yang gelap.
Sebanyak 16 ABK berhasil diselamatkan oleh TB Amazon Harbour, sementara satu ABK lainnya diselamatkan oleh perahu nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Seluruh korban selamat kemudian dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban pada Kamis, 8 Oktober 2026, sekitar pukul 01.30 WIB.
Dari 17 ABK yang selamat, 15 di antaranya adalah laki-laki dan dua perempuan. Mereka saat ini beristirahat di Hotel Fortuna, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Satu ABK yang masih dalam pencarian diidentifikasi sebagai Mayan Petter Saba, warga Desa Tabun, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia menjabat sebagai Perwira Pertama Mualim I.
Terdapat perbedaan informasi mengenai usia korban dalam sejumlah laporan. Beberapa sumber menyebutkan usia 29 tahun, sementara sumber lain menyebutkan 39 tahun.
Kasihumas Polresta Tuban, Iptu Muhammad Iksan, menyatakan bahwa tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan operasi pencarian korban hilang di sekitar lokasi kapal mengalami kecelakaan dan blackout sejak Kamis pagi. “Untuk satu ABK yang belum ditemukan masih dilakukan pencarian,” kata Iksan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan belum diketahui secara resmi. Syahbandar masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui rangkaian kejadian serta memastikan penyebab insiden sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Identitas kapal tongkang yang bertabrakan dengan KM Khatulistiwa 8 juga belum diketahui. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.




