Jakarta, ElrolumNews — Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi. Langkah ini diputuskan dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bidang kesehatan di Jakarta pada Sabtu, 17 Oktober 2026, yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Tujuh provinsi yang menjadi sasaran penanganan adalah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Rapat melibatkan kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, kepala puskesmas, serta kepala unit pelaksana teknis Kementerian Kesehatan di daerah.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan pengiriman tambahan 500 ribu masker untuk setiap provinsi terdampak. Bantuan juga mencakup konsentrator oksigen dan pasokan obat-obatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
“Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah,” kata Budi dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, 19 Oktober 2026.
Selain masker, Budi mewajibkan seluruh puskesmas di wilayah terdampak membuka layanan rumah oksigen. Puskesmas juga diminta menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.
“Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan tenaga kesehatan setempat menyiapkan layanan Posyandu dari rumah ke rumah. Program ini menyasar anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia agar tetap memperoleh pelayanan kesehatan saat masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah.
Tenaga kesehatan juga diminta memberikan pertolongan kepada petugas pemadam kebakaran yang membutuhkan layanan medis saat bertugas di lapangan.
Menko PMK Sugiono menekankan pentingnya respons darurat terpadu antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan medis dan logistik tidak boleh tertunda.
“Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak Karhutla,” ujar Sugiono.




