Rupiah Kembali Tembus Rp18.000, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Kenaikan Harga Minyak! BI Siap Jaga Stabilitas

Jakarta, ElrolumNews — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan pada awal perdagangan Selasa (4/8/2026). Mata uang Garuda gagal mempertahankan penguatan dua hari beruntun dan kembali berada di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 0,17 persen ke posisi Rp18.027, sementara data Refinitiv mencatat posisi Rp18.000 per dolar AS.

Pelemahan ini terjadi setelah pada penutupan Senin (3/8/2026), rupiah sempat menguat ke posisi Rp17.997 per dolar AS.

Analis menilai pelemahan rupiah disebabkan oleh sejumlah sentimen negatif, baik dari faktor eksternal maupun domestik :

- Advertisement -

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali meningkat menjadi pemicu utama pelemahan rupiah. Eskalasi konflik antara AS dan Iran yang mulai berdampak pada produksi kilang minyak memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, kembali naik di atas level 84 dolar AS per barel pada perdagangan Selasa, setelah sebelumnya sempat turun lebih dari 5 persen pada awal pekan.

“Kenaikan harga minyak dipengaruhi oleh eskalasi konflik Timur Tengah yang melebar ke sisi produksi kilang minyak,” ujar Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, kepada ANTARA .

Konflik tersebut sebelumnya telah mendorong lonjakan harga minyak Brent sekitar 25 persen sepanjang Juli 2026, setelah perang AS-Iran menggagalkan kesepakatan damai sementara dan memperburuk gangguan pasokan energi di Selat Hormuz dan Laut Merah.

Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, kembali bergerak di atas level psikologis 100, setelah sebelumnya sempat menyentuh posisi terendah dalam satu setengah bulan . Penguatan ini turut menekan rupiah dan mata uang emerging market Asia lainnya.

Analis Pasar Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas akibat rebound dolar AS setelah data manufaktur AS lebih kuat dari ekspektasi.

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri. Investor masih mencermati defisit neraca perdagangan Indonesia yang dirilis sebelumnya, serta penurunan cadangan devisa yang mencapai sekitar US$11 miliar hingga Juni lalu . Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai hal ini memberikan gambaran bahwa Bank Indonesia telah melakukan intervensi cukup besar untuk menahan tekanan terhadap rupiah.

Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga kebijakannya dalam jangka pendek untuk meredam tekanan terhadap rupiah . Menurutnya, BI masih memiliki ruang untuk satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) apabila tekanan inflasi dan volatilitas rupiah semakin meningkat.

“Apabila tekanan inflasi dan volatilitas Rupiah semakin meningkat,” ucap Rully kepada RRI.

Sementara itu, Analis Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, memprakirakan rupiah masih berpeluang menguat kembali ke kisaran Rp17.950 per dolar AS seiring dengan faktor pendukung seperti defisit neraca perdagangan yang mengecil dan inflasi yang mulai melandai.

Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas rupiah. BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik serta terus melakukan intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar domestik maupun luar negeri.

(*/fvs)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

IHSG Anjlok 1,51% ke Bawah 6.050, Rupiah Melemah ke...

Jakarta, ElrolumNews — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan hingga pertengahan sesi I perdagangan Rabu (29/7)....

Anggaran MBG Dipangkas Rp40 Triliun! Purbaya: “Saya Setuju, Apalagi...

Jakarta, ElrolumNews – Pemerintah resmi memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar Rp40 triliun, sebagai bagian dari upaya...

Danantara Bonds Rp1.500 M dan Suntikan Rp400 T ke...

Jakarta, ElrolumNews – Dua langkah strategis pemerintah Indonesia dalam mengelola keuangan negara menjadi sorotan media internasional Bloomberg pada...

More

Recomended

Read More