Stockholm, Elrolumnews — Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengumumkan pengunduran dirinya setelah blok kanannya kalah mayoritas di pemilu. Keputusan ini diambil setelah hasil penghitungan suara menunjukkan koalisi oposisi berhasil meraih kursi mayoritas di parlemen.
Kristersson menyatakan akan menyerahkan mandat kepada ketua parlemen dan memastikan transisi kekuasaan berjalan lancar. Partai oposisi diperkirakan akan membentuk pemerintahan baru dalam waktu dekat.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, koalisi oposisi yang terdiri dari Partai Sosial Demokrat dan sekutunya berhasil meraih kursi mayoritas di Riksdag (parlemen Swedia). Kemenangan ini menandai perubahan arah politik di negara Skandinavia tersebut.
Blok kanan yang dipimpin Kristersson hanya meraih kursi minoritas, sehingga tidak cukup untuk membentuk pemerintahan. Partai-partai oposisi kini tengah bernegosiasi untuk membentuk koalisi pemerintahan baru.
Dalam konferensi pers di Stockholm, Kristersson menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung dan menyatakan akan menghormati hasil pemilu.
“Saya telah menyerahkan mandat kepada ketua parlemen. Ini adalah keputusan yang saya ambil setelah mendengar suara rakyat,” ujar Kristersson.
Ia juga menekankan pentingnya transisi kekuasaan yang damai dan lancar.
Ketua parlemen Swedia akan memulai proses konsultasi dengan semua partai politik untuk menentukan siapa yang akan membentuk pemerintahan baru. Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa hari hingga pekan.
Partai Sosial Demokrat yang memimpin koalisi oposisi diperkirakan akan mengajukan kandidat perdana menteri baru untuk disetujui parlemen.
Pengunduran diri Kristersson menandai berakhirnya era pemerintahan blok kanan di Swedia. Perubahan ini diperkirakan akan membawa dampak pada kebijakan domestik dan luar negeri Swedia, termasuk isu imigrasi, iklim, dan hubungan dengan Uni Eropa.
(fvs)





