Teheran, Elrolumnews — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sebuah tanker berbendera Togo, “Trend,” yang mencoba melintas secara ilegal di Selat Hormuz. Klaim ini disampaikan IRGC melalui pernyataan resminya, Jumat (18/9/2026).
Dalam pernyataannya, IRGC menyatakan bahwa tanker tersebut mengabaikan peringatan yang diberikan dan tidak mematuhi aturan pelayaran yang ditetapkan Iran.
“Tanker Trend mencoba melintas tanpa izin dan mengabaikan peringatan kami. Kami terpaksa mengambil tindakan tegas,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip Press TV.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, tanker Trend terdeteksi memasuki perairan Selat Hormuz tanpa koordinasi dengan otoritas Iran. IRGC mengklaim telah memberikan peringatan melalui radio, namun kapal tersebut terus melanjutkan pelayarannya.
“Kami memberikan peringatan berulang kali, tetapi kapal itu tidak mengindahkan. Kami kemudian melancarkan serangan untuk menghentikannya,” ujar sumber IRGC.
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) sebelumnya melaporkan insiden serangan terhadap sebuah tanker di Selat Hormuz. UKMTO menyatakan bahwa tanker tersebut terkena proyektil tak dikenal hingga menyebabkan kebakaran.
“Api telah dipadamkan. Seluruh kru dalam kondisi selamat. Dampak lingkungan dari insiden ini masih belum diketahui,” demikian pernyataan resmi UKMTO.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi jalur utama ekspor minyak dunia. Sejak konflik AS-Iran memanas pada awal tahun, lalu lintas pelayaran di selat tersebut mengalami penurunan drastis.
Data pelacakan kapal menunjukkan hanya sekitar 10 kapal komoditas per hari yang melintasi Selat Hormuz dalam 10 hari terakhir, angka terendah sejak Mei 2026. Sebelum konflik, lebih dari 100 kapal melintas setiap hari.
Ketegangan yang terus berlanjut di Selat Hormuz turut memengaruhi harga minyak dunia. Harga minyak Brent berada di level US$107 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$102 per barel.
Dr. Fatih Birol, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz.
“Stabilitas pasokan energi di kawasan ini sangat penting bagi ekonomi global. Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri,” ujar Birol.
UKMTO mengimbau seluruh kapal yang melintas di Selat Hormuz untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan. Operator kapal juga diminta untuk mempertimbangkan rute alternatif jika situasi semakin membahayakan.
(fvs)





