Jambi, ELrolumNews — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus meluas. Koalisi Keadilan Iklim (KKI) Warsi mencatat luas karhutla di Jambi mencapai 20,8 ribu hektare berdasarkan analisis citra satelit Sentinel-2.
“Berdasarkan analisis citra satelit Sentinel-2, luas karhutla di Jambi mencapai 20,8 ribu hektare. Kebakaran tersebar di sembilan kabupaten,” ujar Rina Marlena, peneliti KKI Warsi, dalam keterangannya di Jambi, Minggu (20/9/2026).
Rina merinci sebaran karhutla di sembilan kabupaten di Jambi, dengan luas terbesar berada di Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur.
| No | Kabupaten | Luas (Hektare) |
|---|---|---|
| 1 | Muaro Jambi | 5.200 |
| 2 | Tanjung Jabung Timur | 4.800 |
| 3 | Tanjung Jabung Barat | 3.500 |
| 4 | Batang Hari | 2.700 |
| 5 | Sarolangun | 1.900 |
| 6 | Tebo | 1.200 |
| 7 | Bungo | 800 |
| 8 | Merangin | 500 |
| 9 | Kerinci | 200 |
| Total | 20.800 |
Rina menambahkan bahwa sekitar 2 ribu hektare dari total luas karhutla berada di kawasan gambut. Kebakaran di lahan gambut lebih sulit dipadamkan karena api menjalar di bawah permukaan tanah.
“Kebakaran di lahan gambut sangat berbahaya karena api menjalar di bawah permukaan. Butuh penanganan khusus dan waktu yang lebih lama untuk memadamkannya,” jelas Rina.
Karhutla yang meluas ini menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat dan perekonomian. Kabut asap yang ditimbulkan mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kasus ISPA.
Dr. Andini Putri, dokter spesialis paru di RSUD Raden Mattaher Jambi, menyatakan bahwa kasus ISPA di Jambi meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami mencatat peningkatan kasus ISPA hingga 40 persen dibandingkan bulan lalu. Ini dampak langsung dari kabut asap karhutla,” ujar Andini.
Selain kesehatan, karhutla juga berdampak pada sektor ekonomi. Joko Susilo, seorang petani di Muaro Jambi, mengaku mengalami kerugian akibat lahan pertaniannya terbakar.
“Saya kehilangan lahan seluas dua hektare. Ini sumber penghidupan keluarga. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
KKI Warsi mendorong pemerintah untuk memastikan perlindungan bagi masyarakat terdampak karhutla. Menurut Rina, pemerintah harus segera memberikan bantuan kesehatan, ekonomi, dan tempat tinggal bagi warga yang terdampak.
“Kami mendorong pemerintah untuk memastikan perlindungan masyarakat terdampak. Bantuan kesehatan, ekonomi, dan tempat tinggal harus segera diberikan,” tegas Rina.
Pemerintah Provinsi Jambi terus melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan personel gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, dan masyarakat. Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga terus dilakukan untuk memicu hujan di wilayah terdampak.
Bachyuni, Kalaksa BPBD Jambi, menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya maksimal untuk memadamkan karhutla.
“Kami akan terus melakukan upaya maksimal. OMC akan terus dilakukan selama kondisi memungkinkan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Bachyuni.
KKI Warsi akan terus memantau perkembangan karhutla di Jambi dan mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam penanganan dan pencegahan. Mereka juga akan mendampingi masyarakat terdampak untuk mendapatkan hak-haknya.
“Kami akan terus mengawal isu ini. Karhutla bukan hanya bencana lingkungan, tetapi juga bencana kemanusiaan,” pungkas Rina.
(fvs)





