Teheran/Washington, ELrolumNews — Iran menetapkan syarat tegas untuk kembali ke meja negosiasi dengan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Teheran hanya akan bernegosiasi jika Washington memenuhi tiga prasyarat utama.
“Kami tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan. Jika AS ingin Iran kembali ke meja perundingan, mereka harus menghentikan perang di semua front, membebaskan aset Iran yang dibekukan, dan mencabut blokade laut,” ujar Araghchi dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Araghchi merinci tiga syarat tersebut:
Menghentikan perang di semua front — Termasuk serangan terhadap infrastruktur dan kapal Iran
Membebaskan aset Iran yang dibekukan — Senilai puluhan miliar dolar yang tersebar di berbagai negara
Mencabut blokade laut — Termasuk blokade di Selat Hormuz dan perairan sekitar Iran
“Kami serius ingin menyelesaikan konflik ini melalui jalur diplomatik. Tetapi, AS harus menunjukkan itikad baik dengan memenuhi syarat-syarat tersebut,” tegas Araghchi.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim telah berhasil membantu mengirim lebih dari 1 miliar barel minyak melalui Selat Hormuz. Juru bicara CENTCOM, Letnan Kolonel Angkatan Laut Tim Hawkins, menyatakan bahwa operasi pengawalan dan pengamanan pelayaran telah berjalan sukses.
“Kami telah membantu mengirim lebih dari 1 miliar barel minyak melalui Selat Hormuz. Ini menunjukkan komitmen kami untuk menjaga kebebasan pelayaran dan stabilitas pasar energi global,” ujar Hawkins.
Hawkins juga menegaskan bahwa ekspor minyak Iran saat ini berada di angka nol barel. Menurutnya, sanksi dan blokade yang diterapkan AS telah berhasil memutus akses Iran ke pasar minyak internasional.
“Ekspor minyak Iran saat ini nol barel. Sanksi kami bekerja dengan efektif,” tegas Hawkins.
Iran membantah klaim CENTCOM tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa Iran masih mengekspor minyak melalui jalur alternatif.
“Klaim AS tidak benar. Kami masih mengekspor minyak kami. Kami memiliki cara untuk mengatasi blokade dan sanksi,” tegas Baghaei.
Ketegangan di Selat Hormuz masih terus berlanjut. Sejak konflik AS-Iran memanas pada awal tahun, lalu lintas pelayaran di selat tersebut mengalami penurunan drastis. Harga minyak dunia juga terus bergejolak.
Di tengah ketegangan, sejumlah negara terus mendorong upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik. Qatar, Pakistan, dan Turki dilaporkan tengah melakukan mediasi antara AS dan Iran.
“Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mencari solusi damai. Konflik ini tidak menguntungkan siapa pun,” ujar Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.
(fvs)





