Jakarta, ELrolumNews — Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, mengungkapkan bahwa Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, telah mundur dari kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Pengunduran diri tersebut dilakukan lebih dari enam bulan lalu.
“Pak Nusron sudah mundur dari kepengurusan DPP Golkar sejak lebih dari enam bulan lalu. Beliau sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian,” ujar Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Sarmuji menjelaskan bahwa pengunduran diri Nusron merupakan keputusan pribadi yang bersangkutan. Menurutnya, Nusron ingin lebih fokus pada tugasnya sebagai Menteri ATR/BPN.
“Beliau ingin fokus pada tugas sebagai menteri. Itu keputusan pribadi beliau,” jelas Sarmuji.
Sarmuji menegaskan bahwa pengunduran diri Nusron tidak ada kaitannya dengan kasus hukum yang sedang menimpa Dirjen ATR/BPN, Lampri. Menurutnya, Nusron mundur jauh sebelum kasus tersebut mencuat.
“Tidak ada kaitan dengan kasus yang sedang ramai sekarang. Beliau mundur sudah lama, jauh sebelum kasus itu muncul,” tegas Sarmuji.
Nusron Wahid merupakan politikus senior Partai Golkar yang telah lama berkarier di dunia politik. Sebelum menjabat sebagai Menteri ATR/BPN, ia pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dan Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar.
Ia diangkat sebagai Menteri ATR/BPN dalam Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024.
Hingga berita ini diturunkan, Nusron Wahid belum memberikan pernyataan resmi terkait pengunduran dirinya dari kepengurusan DPP Golkar. Namun, ia sebelumnya menyatakan akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait kasus di Kementerian ATR/BPN.
Pengunduran diri Nusron dari kepengurusan DPP Golkar menambah dinamika politik di partai berlambang beringin tersebut. Partai Golkar saat ini tengah mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.
(fvs)





