Jakarta, ELrolumNews — Hari Perdamaian Internasional diperingati pada 21 September 2026 dengan tema “Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day” atau “Berinvestasi dalam Perdamaian: Untuk Semua, di Mana Saja, Setiap Hari”. Direktur Eksekutif Visions of Peace Initiative, Princess Natasha Dematra, menggaungkan pesan perdamaian dalam momentum tersebut.
Peringatan ini juga bersamaan dengan Hari Perdamaian Nusantara yang mendorong generasi muda menjaga toleransi, persaudaraan, dialog, dan kemanusiaan.
Princess Natasha Dematra mengatakan perdamaian perlu dijaga melampaui batas negara dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, perbedaan sejarah, budaya, dan latar belakang tidak menghilangkan harapan bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih damai.
“Perdamaian menyatukan kita lintas negara. Kita mungkin memiliki sejarah, budaya, dan latar belakang yang berbeda, tetapi kita membagi harapan yang sama: agar generasi setelah kita dapat hidup di dunia yang lebih damai,” ujar Natasha dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).
Pesan tersebut juga diperkuat Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, yang menyampaikan ucapan dalam momentum Hari Perdamaian Nusantara.
Natasha mengatakan pesan yang disampaikan Xanana Gusmão memperkuat semangat perdamaian yang ingin diteruskan melalui Hari Perdamaian Nusantara.
“Pesan perdamaian dari PM Xanana Gusmão menjadi bagian dari semangat yang sama bahwa perdamaian menyatukan masyarakat lintas negara dan harus terus diteruskan,” ujarnya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menekankan bahwa perdamaian tidak hanya dibangun melalui perundingan, tetapi juga melalui tindakan sehari-hari di lingkungan masyarakat, sekolah, dan komunitas. Tema Hari Perdamaian Internasional 2026 mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.
PBB memberikan penghargaan kepada para “arsitek perdamaian sehari-hari” — orang-orang yang menggerakkan aksi lokal, meletakkan dasar stabilitas, dan membangun perdamaian dari tingkat paling bawah. PBB menegaskan bahwa perdamaian tidak hanya dibangun di dalam ruang konferensi, melainkan dibentuk oleh semua orang, di mana saja, setiap hari.
Hari Perdamaian Nusantara pertama kali dideklarasikan pada 3 September 2019 di Yogyakarta. Gerakan tersebut digagas oleh mendiang Prince Dr. Damien Dematra dan sejak awal diarahkan untuk bersinergi dengan semangat Hari Perdamaian Internasional PBB.
Dalam perkembangannya, Hari Perdamaian Nusantara diisi dengan edukasi, dialog, kegiatan kemanusiaan, dan pelibatan anak muda. Pada peringatan 2026, rangkaian kegiatan digelar di sejumlah lokasi dan melibatkan ratusan anak serta generasi muda.
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan Visions of Peace Initiative adalah pembacaan Ikrar Hari Perdamaian Nusantara. Melalui ikrar tersebut, generasi muda diajak menghormati sesama, menjaga persaudaraan, mengutamakan dialog, serta memperlakukan orang lain sebagaimana mereka ingin diperlakukan.
PBB mengimbau setiap individu untuk mengambil langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui aksi-aksi sederhana, antara lain meluangkan waktu untuk membantu sesama, menyuarakan pendapat demi mendorong perubahan positif, menggagas dialog antargenerasi, serta mempromosikan gerakan perdamaian dan harapan melalui berbagai platform media sosial.
(fvs)





