Pandeglang, ELrolumNews — Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kedua pada Rabu (9/9/2026). Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, dan unsur lainnya memperluas area pencarian dengan mengerahkan berbagai sarana dan teknologi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB dan area pencarian diperluas hingga 271 nautical mile . Tim SAR dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sektor-sektor yang telah ditentukan .
Berbagai sarana dikerahkan untuk mempercepat pencarian, di antaranya :
KN SAR Tetuka 247
KAL Anyer
KP Sanjaya 7016
RIB 02 Banten
RIB 02 Lampung
Drone thermal untuk pemantauan udara
Total personel yang terlibat mencapai 23 orang, terdiri dari 2 personel KP Sanjaya Mabes Polri, 5 personel Ditpolairud Polda Banten, dan 16 personel Basarnas Banten .
Berdasarkan rencana operasi SAR (SARMEP), area pencarian dibagi menjadi beberapa sektor :
| Sektor | Kapal/Sarana | Area Penyisiran |
|---|---|---|
| – | KN SAR Tetuka | Sektor sesuai rencana |
| – | KAL Anyer | Sektor sesuai rencana |
| – | RIB 02 Banten | Pulau Rakata dan Pulau Panjang |
| – | RIB 02 Lampung | Sektor sesuai rencana |
| – | KP Sanjaya 7016 | Sektor sesuai rencana |
Proses pencarian menghadapi sejumlah kendala. Kepala Kantor SAR Banten, Zainal Arifin, menyatakan bahwa tim telah menjangkau Pulau Krakatau dan Pulau Panjang pada hari pertama, namun hasil pencarian masih nihil .
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengungkapkan bahwa selama proses pencarian, kondisi cuaca di sekitar wilayah dilaporkan cerah berawan, namun terdapat sebaran abu vulkanik dengan jarak pandang sekitar satu mil .
Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, juga menyebutkan bahwa lokasi hilangnya kontak berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau yang masih aktif dan fluktuatif. “Kendala mengingat pencarian di seputaran Gunung Anak Krakatau yang sewaktu-waktu bisa erupsi dan menyemburkan material, sehingga perlu kehati-hatian,” ujarnya .
Speedboat dengan nama lambung Arupadhatu 1 berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB menuju Gunung Anak Krakatau . Delapan orang yang berada dalam speedboat adalah :
Awak Kapal dan Pemandu:
Warta (55) — Kapten kapal
Surakman (60) — Anak buah kapal (ABK)
Heriyanto (49) — Pemandu/guide
Lima Jurnalis:
M. Bagus Khoirunnas — Pewarta Foto LKBN ANTARA Biro Banten
Ari Basuki — Jurnalis Merdeka
Yudhis — Jurnalis iNews
Daus — Jurnalis Anadolu Agency
Donal — Jurnalis freelance
Sebelum berangkat, M. Bagus Khoirunnas sempat mengirimkan foto di dalam kapal bersama empat rekannya kepada istrinya, Desi Purnamasari .
Pada pukul 14.42 WIB, Bagus berkomunikasi dengan jurnalis ANTARA Biro Lampung, Abay, yang berada di Pulau Sebesi. Saat itu, Bagus mengirimkan informasi lokasi terkini .
Pada pukul 15.04 WIB, Abay hilang kontak dengan Bagus .
Pada pukul 18.13 WIB, guide kapal Heriyanto sempat mengirimkan foto sedang berada di sekitaran Gunung Anak Krakatau .
Pada Selasa (8/9) siang, pimpinan ANTARA Biro Banten, Bayu Kuncahyo, melaporkan pewartanya hilang kontak kepada Basarnas .
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan keprihatinannya dan meminta seluruh instansi terkait mengoptimalkan pencarian guna memastikan keberadaan kelima jurnalis tersebut. DPR juga terus memonitor perkembangan upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan di lapangan.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan Polri berkomitmen mendukung penuh proses pencarian dengan mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki serta berkolaborasi dengan unsur terkait .
Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang menyatakan sikap siaga penuh dan terus memperkuat koordinasi terpadu pascakejadian ini.
(fvs)





