Banjarmasin, ELrolumnews — Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari kesepuluh pada Selasa (22/9/2026). Tim SAR gabungan akan menerima tambahan kekuatan berupa tim penyelam dari Koarmada 2 Surabaya serta 22 personel KRI Nala yang membawa perlengkapan selam.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyatakan bahwa tambahan tim penyelam akan memperkuat operasi evakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam bangkai kapal.
“Kebetulan besok ada tambahan tim penyelam dari Koarmada 2 Surabaya. KRI Nala juga akan kembali bergabung setelah melakukan bekal ulang di Surabaya,” ujar Sudayana dalam konferensi pers di Banjarmasin, Senin (21/9/2026) malam.
KRI Nala membawa 22 tim penyelam, sehingga total penyelam yang beroperasi di lapangan diperkirakan mencapai 34 orang.
“Jadi tim-tim inilah yang akan kita maksimalkan untuk melaksanakan proses evakuasi dari badan kapal yang sudah tenggelam ini,” tegasnya.
Sudayana mengungkapkan bahwa area paling sulit dan berbahaya dalam operasi pencarian adalah kompartemen bawah kapal. Stabilitas posisi kapal yang tidak diketahui menjadi risiko utama bagi tim penyelam.
“Yang paling sulit dan paling berbahaya dijangkau adalah kompartemen yang bagian bawah. Di sanalah yang paling berisiko, karena begitu kita masuk ke bagian bawah kapal, kita tidak tahu kestabilan kapal saat ini,” jelasnya.
Risiko lain adalah saat memecahkan kaca untuk mengakses ruangan. Menurut Sudayana, pecahan kaca dapat menimbulkan dorongan yang membahayakan penyelam.
“Tidak bisa kaca dipecahkan, kita berada di depannya. Karena begitu kaca pecah akan ada dorongan yang luar biasa, ini akan membahayakan tim penyelam sendiri,” ungkapnya.
Berdasarkan data Basarnas hingga Senin (21/9/2026) malam, jumlah korban yang telah ditemukan mencapai 123 orang. Rinciannya sebagai berikut:
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Total Penumpang (Manifes) | 243 orang |
| Selamat | 108 orang |
| Meninggal | 15 orang |
| Masih Dicari | 120 orang |
Dari 15 korban meninggal, tiga jenazah ditemukan terjebak di dalam bangkai kapal oleh penyelam Basarnas Special Group (BSG), sementara dua jenazah lainnya ditemukan terdampar di Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah.
Sudayana berharap cuaca pada hari kesepuluh pencarian sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Tinggi gelombang diperkirakan berada di kisaran 0,5 hingga 1,5 meter.
“Jadi ini bagus ya cocok. Kalau kami mengharapkan sih flat ya, jadi tidak ada gelombang,” ujarnya.
Kondisi laut dengan gelombang yang tidak tinggi akan memudahkan pelaksanaan operasi pencarian dan penyelaman.
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak 12 September 2026 dengan membawa 243 orang sesuai manifes. Kapal dilaporkan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA setelah menghadapi cuaca buruk, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
(fvs)





