Jakarta, ELrolumnews — New Priok Container Terminal One (NPCT1) mulai memulihkan operasional secara bertahap setelah kebakaran sejumlah kontainer berisi barang berbahaya (dangerous goods) pada Senin (21/9/2026). Kebakaran yang terjadi di area terminal peti kemas tersebut berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Direktur Utama NPCT1, Iwan Suhardi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengaktifkan protokol darurat dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk menangani insiden tersebut.
“Kami memastikan seluruh karyawan dan pekerja dalam kondisi aman. Operasional terminal mulai kami pulihkan secara bertahap setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai,” ujar Iwan dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di area penyimpanan kontainer yang berisi barang berbahaya. Petugas keamanan terminal yang melihat kepulan asap langsung melaporkan kejadian tersebut ke tim pemadam kebakaran.
Tim pemadam kebakaran dari NPCT1, dibantu oleh petugas dari Pelindo dan pemadam kebakaran setempat, berjibaku memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam sebelum api berhasil dikendalikan.
“Kami mengerahkan seluruh personel dan peralatan pemadam yang ada. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa,” jelas Iwan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Tim investigasi dari NPCT1 bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dugaan awal karena reaksi kimia dari barang berbahaya yang tersimpan di kontainer. Namun, kami belum bisa memastikan. Kami serahkan sepenuhnya kepada tim investigasi,” tegas Iwan.
Untuk mencegah penumpukan kontainer selama proses pemulihan, NPCT1 mengalihkan sebagian pelayanan bongkar muat ke terminal lain di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus barang tetap terjaga.
“Kami telah berkoordinasi dengan terminal lain untuk mengalihkan sementara sebagian pelayanan. Ini untuk memastikan tidak ada penumpukan kontainer,” ujar Iwan.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemulihan NPCT1. Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, menyatakan bahwa pihaknya akan membantu proses investigasi dan pemulihan operasional.
“Kami akan membantu NPCT1 untuk segera pulih. Keselamatan dan kelancaran arus barang adalah prioritas utama,” ujar Arif.
NPCT1 mengimbau seluruh pengguna jasa untuk memantau informasi terbaru terkait operasional terminal melalui kanal resmi. Mereka juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat insiden tersebut.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk memantau informasi resmi dari kami. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini,” pungkas Iwan.
(fvs)





