Jakarta, ElrolumNews – Industri smartphone global memasuki babak baru pada tahun 2026. Jika dalam beberapa tahun terakhir persaingan didominasi oleh kamera dan desain, kini fokus utama bergeser pada daya tahan baterai dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih.
Pengamat gadget Aryo Meidinato menyebut perkembangan AI yang masif justru memicu kebutuhan akan baterai berkapasitas besar.
“Fitur seperti AI generatif dan pengenalan gambar membutuhkan konsumsi energi lebih besar dibanding fitur biasa. Inilah yang mendorong produsen untuk menghadirkan baterai jumbo,” ujar Aryo.
Sejumlah perusahaan teknologi mulai memperkenalkan smartphone dengan baterai raksasa. Kapasitas tersebut dinilai mampu mendukung aktivitas berat seperti bermain game, streaming, hingga penggunaan seharian penuh tanpa perlu sering mengisi daya.
Berikut beberapa perangkat dengan baterai terbesar yang hadir di 2026:
| Perangkat | Kapasitas Baterai | Fitur Unggulan |
|---|---|---|
| Realme P4 Power | 10.000 mAh | Titan Battery, AI Gaming Engine |
| iQOO Z11 | 9.300 mAh | Layar AMOLED 144Hz, Snapdragon 7s Gen 4 |
| Lenovo Legion Y70 | 8.000 mAh | Bypass charging, layar 7.000 nits |
| OnePlus Turbo 6X Pro | 8.000 mAh | SuperVOOC 80W, Dimensity 7400 Super |
| Tecno POVA 8 | 8.000 mAh | Layar “Alive Matrix” dot-matrix[citation:?] |
| OnePlus Turbo 6X | 7.000 mAh | SuperVOOC 45W, Dimensity 7360 Super |
Menariknya, beberapa produsen mulai menghadirkan chip AI langsung di dalam perangkat. Teknologi AI on-device itu memungkinkan fitur kecerdasan buatan berjalan lebih cepat tanpa harus bergantung penuh pada internet atau layanan cloud.
MediaTek baru saja meluncurkan chip Dimensity 8550 yang diproduksi dengan proses TSMC 4nm. Chip ini mendukung Gemini Nano V3 dari Google dan menghadirkan LLM Booster yang memungkinkan perangkat menjalankan model bahasa besar secara offline.
“Kemampuan AI on-device ini memungkinkan pengalaman pengguna yang lebih cepat dan lebih aman karena data tidak perlu dikirim ke server cloud,” jelas laporan Vietnam.vn.
Kehadiran chip khusus AI disebut membantu meningkatkan efisiensi penggunaan daya dan performa perangkat secara keseluruhan.
Selain baterai besar, fitur AI kini menjadi daya tarik utama pada smartphone terbaru. Teknologi tersebut mulai digunakan untuk:
Pengedit foto otomatis dengan hasil profesional
Penerjemah real-time tanpa koneksi internet
Pencarian pintar berbasis gambar dan suara
Asisten virtual yang lebih responsif dan adaptif
Ringkasan percakapan secara instan
Di sektor gaming, sejumlah produsen menyematkan fitur AI Gaming Engine. Realme P4 Series, misalnya, dilengkapi dengan teknologi AI yang mampu mengoptimalkan performa perangkat secara menyeluruh, mulai dari mencegah salah sentuh (mistouch prevention), menjaga stabilitas jaringan, hingga mengatur efisiensi memori latar belakang saat bermain game berat.
Lenovo juga kembali ke pasar smartphone dengan Legion Y70 (2026), perangkat gaming yang dibekali baterai 8.000mAh dan layar dengan kecerahan puncak 7.000 nits—salah satu yang tertinggi di industri saat ini.
Menurut laporan Counterpoint Research, pasar smartphone AI diperkirakan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Pengguna disebut semakin tertarik pada perangkat yang mampu menghadirkan fitur pintar untuk membantu aktivitas sehari-hari.
Perubahan ini menunjukkan industri smartphone mulai bergerak dari “perang spesifikasi” menuju pengalaman penggunaan yang lebih cerdas dan efisien. AI, efisiensi daya, dan ketahanan baterai diperkirakan akan menjadi fokus utama pasar gadget dalam beberapa tahun mendatang.
“Kami melihat pergeseran signifikan. Konsumen kini lebih peduli pada bagaimana smartphone dapat membantu mereka secara cerdas, bukan hanya seberapa cepat prosesornya,” ujar analis industri yang diwawancarai terpisah.
Bagi pasar Indonesia, tren ini menjadi kabar baik. Beberapa perangkat dengan baterai jumbo seperti Realme P4 Series dan Tecno POVA 8 dikabarkan akan segera hadir di Tanah Air. Harga yang kompetitif juga menjadi nilai tambah, dengan OnePlus Turbo 6X dibanderol mulai 1.899 yuan (sekitar Rp5 jutaan) dan Lenovo Legion Y70 mulai €390 (sekitar Rp6,7 jutaan).
(*/dbs)






