Los Angeles, ElrolumNews – Tahun 2026 menjadi tahun yang sibuk bagi industri film Hollywood. Sejumlah film yang sangat dinantikan akan segera tayang, didukung oleh proyek ambisius dari para sutradara ternama dan kehadiran aktor-aktor papan atas. Namun di balik gemerlap itu, industri perfilman juga tengah menghadapi perdebatan sengit seputar penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan tekanan dari raksasa teknologi yang mengubah peta bisnis Hollywood.
Salah satu film yang paling menarik perhatian adalah The Odyssey garapan sutradara Christopher Nolan. Film adaptasi dari wiracarita Yunani kuno karya Homerus ini dibintangi oleh jajaran bintang super seperti Matt Damon, Anne Hathaway, Tom Holland, Robert Pattinson, dan Zendaya.
Hype film ini begitu besar hingga tiket IMAX untuk akhir pekan pertama langsung ludes terjual dan sistem penjualan tiket seperti AMC Theatres dan Fandango sempat kewalahan . Bahkan, tiket yang dijual dengan harga sekitar 30 dolar AS dijual kembali oleh calo dengan harga ratusan hingga ribuan dolar AS.
Film yang dibiayai dengan anggaran sekitar 250 juta dolar AS ini menjadi film komersial pertama yang seluruhnya difilmkan dengan kamera 70mm IMAX . Dengan durasi 2 jam 52 menit, ini menjadi film terpanjang kedua dalam karier Nolan . Aktor Tom Holland memuji persiapan Nolan yang sangat matang, sementara Matt Damon menyebut keterlibatan dalam film berskala besar dengan pengambilan gambar di lokasi nyata sebagai kesempatan langka.
Dari jagat superhero, Superman: Man of Tomorrow yang disutradarai James Gunn mulai produksi pada April 2026 setelah kesuksesan film Superman 2025 yang meraup lebih dari 611 juta dolar AS di seluruh dunia . Sekuel ini dijadwalkan rilis pada 9 Juli 2027, dengan proyek lain seperti Supergirl dan Clayface dijadwalkan pada 2026.
Sementara itu, The Fantastic Four: First Steps dari Marvel Studios siap tayang di Disney+ mulai 11 Februari 2026 . Film retro-futuristik yang dibintangi Pedro Pascal, Vanessa Kirby, Ebon Moss-Bachrach, dan Joseph Quinn ini akan dihadirkan dalam setting dunia bergaya 1960-an . Trailer film ini memecahkan rekor dengan 202 juta tayangan dalam 24 jam . Pada 2025, film ini telah tayang di bioskop dan Julia Garner yang memerankan Silver Surfer menyebut karakternya sebagai “nenek moyang” Galactus.
Di balik gemerlap film-film besar, industri Hollywood tengah bergejolak. Sejumlah proyek film yang mengkritik bos-bos teknologi raksasa (Big Tech) dibatalkan atau ditahan di tengah hubungan bisnis yang semakin erat antara studio dan perusahaan AI.
Film berjudul Artificial yang disutradarai Luca Guadagnino dan dibintangi Andrew Garfield sebagai CEO OpenAI (Sam Altman) awalnya dibeli Amazon MGM Studios namun kemudian dibatalkan karena Amazon memiliki kontrak bisnis besar dengan OpenAI, termasuk investasi 50 miliar dolar AS . Film ini akhirnya diakuisisi oleh Neon tanpa jaminan minimum dan mendapat respons dingin dari studio-studio besar.
Proyek film tentang Elon Musk yang disutradarai Darren Aronofsky di A24 juga tertahan selama tiga tahun tanpa perkembangan berarti . Sementara film Killing Gawker yang dibintangi Ben Affleck dan Matt Damon tentang Peter Thiel juga dihentikan pengembangannya di Netflix.
Seorang agen bintang Hollywood membandingkan situasi ini dengan ketakutan studio untuk menyinggung pasar China 10 tahun lalu: “Eksekutif film mempertahankan pekerjaan mereka dengan memaksimalkan keuntungan, bukan dengan menjadi provokator budaya”.
Kontroversi juga muncul dengan debut Tilly Norwood, aktor AI yang memicu perdebatan sengit di Hollywood setelah diumumkan akan membintangi film Misaligned dari studio Particle 6 . Film komedi-drama ini bercerita tentang entitas AI yang ingin menjadi manusia, dan memicu kekhawatiran serikat pekerja dan para aktor tentang tergerusnya lapangan kerja dan kreativitas manusia.
Particle 6 menegaskan bahwa produksi film akan menggabungkan proses pembuatan film tradisional dengan teknologi AI, namun tetap melibatkan sutradara, penulis skenario, editor, dan tenaga film lainnya . Salah satu tokoh di balik proyek ini menyatakan bahwa AI hanya efektif jika dikombinasikan dengan pengalaman dan pemikiran kreatif manusia.
Meski demikian, Sony Pictures berencana merilis film The Social Reckoning tentang Mark Zuckerberg (diperankan Jeremy Strong) pada 9 Oktober 2026, namun film ini sudah selesai syuting jauh sebelum “pembekuan” AI melanda Hollywood . Para analis menyebut film ini sebagai peninggalan dari era kebebasan kreatif sebelum aturan tak tertulis yang baru terbentuk.
(*fvs)





