Jakarta, ElrolumNews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah signifikan pada perdagangan Jumat (24/7). Indeks kehilangan 132,32 poin atau 2,1 persen ke level 6.182,99.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa Asia. Pelaku pasar mengambil sikap hati-hati di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan kebijakan tarif baru AS.
Sentimen negatif pertama berasal dari lonjakan harga minyak yang menembus level 100 dolar AS per barel. Konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah, mengancam jalur pelayaran strategis Bab el-Mandeb.
Harga minyak mentah jenis Brent melonjak lebih dari 6 persen hingga menembus 100 dolar AS per barel, atau tertinggi sejak awal Juni 2026.
Sentimen negatif kedua adalah pemberlakuan tarif impor baru AS terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia . Presiden AS Donald Trump secara resmi memberlakukan tarif sebesar 10 persen dan 12,5 persen terhadap berbagai produk impor, dengan alasan negara-negara tersebut tidak cukup ketat dalam menegakkan larangan produk yang dibuat menggunakan tenaga kerja paksa.
Pergerakan IHSG didominasi 586 saham melemah, 93 saham menguat, dan 117 saham stagnan . Indeks LQ45 turun 6,66 poin atau 1,06 persen ke posisi 620,46.
Pelemahan juga terjadi di seluruh bursa Asia. Indeks Nikkei melemah 3,12 persen, Kospi turun 3,35 persen, Hang Seng melemah 1,14 persen, dan Shanghai turun 0,55 persen.
(*/fvs)





