Jalak Bali, Si Cantik Putih Bermata Biru yang Pernah Hampir Punah, Kini Populasinya Mulai Membaik!

Jakarta, ElrolumNews – Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) atau yang akrab disebut curik Bali adalah salah satu burung endemik paling ikonik di Indonesia. Dengan bulu putih bersih, jambul di kepala, dan lingkaran mata biru terang, burung ini sering dijuluki sebagai “permata” Pulau Dewata.

Sejak tahun 1991, Jalak Bali resmi dinobatkan sebagai maskot fauna Provinsi Bali. Bahkan, keunikannya membuat burung ini diabadikan sebagai gambar pada uang logam 200 rupiah yang diterbitkan pada tahun 2003 .

Namun, di balik keindahannya, Jalak Bali menyimpan kisah pilu tentang perjuangan melawan kepunahan.

Habitat yang Semakin Sempit

Jalak Bali hanya dapat ditemukan di habitat alaminya di Taman Nasional Bali Barat, tepatnya di kawasan Semenanjung Tanjung Gelap, Prapat Agung, dan Cekik . Mereka menyukai ekosistem hutan mangrove, hutan rawa, hutan sabana, dan hutan dataran rendah pada ketinggian 210 hingga 1.144 meter di atas permukaan laut.

Pada tahun 1970, luas habitat Jalak Bali diperkirakan mencapai 300.000 hektare, terbentang dari pesisir selatan hingga utara Bali. Namun pada tahun 2005, ruang huniannya menyusut drastis menjadi hanya 1.000 hektare akibat deforestasi dan alih fungsi lahan .

Kini, habitat Jalak Bali juga terancam oleh Proyek Strategis Nasional pembangunan bandara di Sumberklampok, Bali Utara, yang akan mengalihfungsikan sekitar 64 hektar hutan Taman Nasional Bali Barat .

Nyaris Punah: Dari 300.000 Hektare Hingga 6 Ekor

Jalak Bali telah mengalami penurunan populasi yang mengkhawatirkan sejak beberapa dekade lalu. Berdasarkan data, pada tahun 1970 populasinya tercatat hanya 112 ekor di alam . Angka ini terus menyusut akibat perburuan liar dan perdagangan ilegal.

Puncaknya terjadi pada tahun 2005-2006, ketika Jalak Bali yang bertahan hidup di alam liar hanya enam ekor saja di kawasan Taman Nasional Bali Barat .

Status Jalak Bali saat ini berada dalam kategori Kritis (Critically Endangered) dalam daftar merah IUCN dan termasuk dalam Appendiks I CITES, yang berarti dilarang untuk diperdagangkan .

Upaya Konservasi dan Penangkaran

Berbagai upaya konservasi telah dilakukan untuk menyelamatkan Jalak Bali dari kepunahan. Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerapkan aturan bagi para penangkar untuk menyerahkan 10 persen hasil penangkaran untuk dilepasliarkan ke alam .

Beberapa langkah konservasi yang dilakukan antara lain:

  1. Penangkaran: Sejak tahun 1991, penangkaran Jalak Bali dilakukan secara legal dengan sistem registrasi untuk memastikan keberlanjutan populasi .

  2. Pelepasliaran: Burung hasil penangkaran dilepasliarkan ke habitat alami di Taman Nasional Bali Barat dan lokasi lainnya seperti Nusa Penida serta Desa Tengkudak, Jembrana. Hingga Mei 2025, di Desa Tengkudak tercatat 74 ekor Jalak Bali hasil pelepasliaran yang berkembang biak dengan baik .

  3. Peran Serta Masyarakat: Di Desa Tengkudak, masyarakat mendukung penuh pelestarian Jalak Bali melalui peraturan adat (awig-awig) yang melarang penangkapan dan perburuan satwa. Desa ini bahkan memproklamasikan diri sebagai Kampung Jalak Bali .

  4. Kerja Sama Internasional: Pada tahun 2000-an, pemerintah melakukan repatriasi dengan mendatangkan Jalak Bali dari penangkaran di Jepang dan Amerika Serikat untuk dilepasliarkan di Bali Barat .

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Bali, Ratna Hendratmoko, menyatakan bahwa saat ini populasi Jalak Bali di alam sudah meningkat menjadi sekitar 600 ekor, termasuk di Taman Nasional Bali Barat dan kawasan Gilimanuk .

Harga Jalak Bali di Pasaran

Keindahan Jalak Bali membuatnya menjadi buruan para kolektor. Harga jalak bali di pasaran pernah mencapai angka fantastis hingga Rp50 juta sampai Rp60 juta per pasang. Kini, setelah upaya konservasi dan penangkaran berhasil, harga jalak bali legal besertifikat turun menjadi sekitar Rp5 juta sampai Rp6 juta per pasang.

(*/fvs)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Dijual Rumah - Nego langsung dengan pemilik-Tanpa Perantara

Rumah di Mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi:
Pemilik: wa: 0811439028

More like this

Mengenal Cenderawasih, Burung Surga Endemik Papua yang Kini Terancam...

Jakarta, ElrolumNews – Keindahan burung cenderawasih telah dikenal dunia sejak berabad-abad lalu. Julukan "burung surga" (bird of paradise)...

Kekayaan Alam Indonesia Diakui Dunia! Ini 6 Taman Nasional...

Jakarta, Elrolumnews – Indonesia terkenal dengan pesona alam yang indah, dari bawah laut, pegunungan, hingga hutan yang menjadi...

Gadis Petani Buta Huruf yang Memimpin Pasukan di Usia...

History, ElrolumNews - Siapa yang tak mengenal Joan of Arc? Namanya abadi sebagai pahlawan nasional Prancis dan santa...

More

Recomended

Read More