IHSG Merah di Akhir Juni! Dibuka Turun 0,33%, Asing Lepas Saham Rp881 Miliar, 388 Saham Melemah!

Jakarta, ElrolumNews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan di hari terakhir bulan Juni dengan pelemahan. Pada pembukaan Selasa (30/6/2026), IHSG tercatat turun 19,34 poin atau 0,33 persen ke level 5.801,45 . Namun, dalam lima menit pertama perdagangan, indeks langsung anjlok lebih dalam hingga menyentuh level 5.745 .

Pada awal perdagangan, IHSG sempat bergerak di rentang 5.795 hingga 5.811. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 388 saham melemah, 130 saham menguat, dan 135 saham stagnan .

Tim Analis Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak sideways atau stagnan di rentang 5.700–5.900 karena minimnya katalis positif dan tingginya kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik .

“Katalis positif dalam jangka pendek minim, disertai tingginya kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik. IHSG diprakirakan akan bergerak ‘sideways’ di rentang 5.700–5.900 pada perdagangan hari ini,” ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas .

Investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp881,58 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, asing menjual bersih Rp854,10 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai asing juga mencatat jual bersih Rp27,48 miliar .

Mayoritas saham berkapitalisasi besar yang dilepas asing pada perdagangan Senin (29/6) adalah saham perbankan dan telekomunikasi :

SahamNet Sell Asing
BBCA (BCA)-Rp423,63 miliar
BMRI (Mandiri)-Rp97,82 miliar
TLKM (Telkom)-Rp71,29 miliar
BBRI (BRI)-Rp53,78 miliar
BBNI (BNI)-Rp40,21 miliar

Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.093,16 triliun. Volume perdagangan mencapai 1,72 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,36 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 146.052 kali . Berdasarkan volume perdagangan, investor domestik mendominasi dengan porsi 79,90 persen, sementara investor asing hanya 20,10 persen .

Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung positif dengan fokus investor kembali pada sektor teknologi setelah koreksi tajam pekan lalu. Namun, pelaku pasar masih berhati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat pada Kamis (1/7), yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed .

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata memproyeksikan, “Apabila rebound terjadi, IHSG berpotensi menguji resistance 5.996-6.013, dan jika mampu menembus area tersebut, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.097 hingga 6.221-6.287. Namun, apabila support 5.722 gagal dipertahankan, risiko koreksi yang lebih dalam menuju 5.677 hingga 5.594 masih terbuka” .

IHSG sendiri telah melemah 33,51 persen sejak awal tahun dan 20,31 persen dibandingkan tahun lalu.

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

IHSG naik 1,82 persen sepekan ke 6.636, volume transaksi melonjak 35,9 persen

IHSG Sepekan Naik 1,82%, Volume Transaksi Melonjak 35,9%! Analis:...

Jakarta, ElrolumNews — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja positif pada pekan 31 Agustus hingga 4 September 2026....
IHSG dan rupiah kompak menguat di penutupan perdagangan 3 September 2026

Rupiah dan IHSG Kompak Menguat! Dolar AS Tertekan Data...

Jakarta, ELrolumNews — Pasar keuangan Indonesia menutup perdagangan Kamis (3/9/2026) dengan sentimen positif. Nilai tukar rupiah berhasil menguat...
Ilustrasi

Rupiah Menguat ke Rp17.715 Per Dolar AS di Awal...

Jakarta, ELrolumNews — Pasar keuangan Indonesia mengawali bulan September 2026 dengan sentimen positif. Nilai tukar rupiah terhadap dolar...

More

Recomended

Read More