92 Persen Pekerja Pengetahuan RI Gunakan AI! Wamen Nezar Patria Peringatkan Kesenjangan Digital Baru

Jakarta, ElrolumNews – Tingkat adopsi kecerdasan artifisial (AI) di kalangan pekerja pengetahuan Indonesia menunjukkan angka yang mengesankan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa 92 persen pekerja berbasis pengetahuan di Indonesia telah mengintegrasikan teknologi AI generatif dalam pekerjaan profesional mereka sehari-hari .

Angka ini disampaikan Nezar dalam acara Garuda AI Impact Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6) . Menurutnya, angka adopsi ini bahkan berada di atas rata-rata global dan menunjukkan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar penonton dalam perkembangan teknologi AI di tingkat dunia .

“Berdasarkan Work Trend Index 2024 yang diterbitkan Microsoft dan LinkedIn, sebanyak 92 persen pekerja berbasis pengetahuan di Indonesia telah menggunakan generative AI dalam pekerjaannya sehari-hari,” kata Nezar .

Nezar mengaitkan integrasi cepat ini dengan penurunan signifikan dalam biaya pemanfaatan AI, yang merosot lebih dari 280 kali lipat antara tahun 2022 dan 2024 . Penurunan biaya ini membuat teknologi yang sebelumnya mahal kini dapat diakses oleh semua kalangan.

“AI yang dulu mahal kini bisa diakses siapa pun,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa teknologi tersebut telah berhasil bertransisi dari fase eksperimental ke sektor sosial dan ekonomi arus utama .

Nezar mengutip AI Index Report 2024 yang mencatat tingkat adopsi generative AI telah mencapai 53 persen populasi dalam waktu tiga tahun . Laju adopsi tersebut lebih cepat dibandingkan adopsi komputer personal maupun internet pada fase awal perkembangannya . Selain itu, sebanyak 88 persen organisasi juga telah mengadopsi AI dalam berbagai aktivitas operasionalnya .

Meskipun angka adopsi menjanjikan, Nezar mengingatkan bahwa adopsi yang cepat harus diimbangi dengan upaya untuk memastikan akses yang adil dan meningkatkan kapasitas publik untuk memanfaatkan teknologi secara produktif .

Ia memperingatkan bahwa tantangan utama transformasi digital ke depan bukan lagi sekadar menghubungkan orang ke internet, tetapi menjembatani jenis kesenjangan digital baru.

“Kesenjangan masa depan bukan hanya terjadi antara mereka yang terhubung dan tidak terhubung, tetapi antara mereka yang mampu menggunakan AI secara produktif dan mereka yang tertinggal dari transformasi tersebut,” tegas Nezar .

Nezar menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan talenta digital dan literasi AI agar manfaat teknologi tersebut dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar, guru, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat umum di seluruh Nusantara .

Pemerintah menganggap pengembangan talenta AI sebagai prioritas dalam pelaksanaan transformasi digital nasional menuju visi Indonesia Emas 2045 . Program AI Ready Asia yang dijalankan bersama ASEAN Foundation telah menjangkau lebih dari 5,3 juta warga Indonesia dan jangkauannya akan terus diperluas hingga tahun 2028 . Pemerintah juga mengembangkan Garuda SPARK Innovation Hub yang mempertemukan talenta, industri, akademisi, dan pemerintah dalam satu ekosistem inovasi.

(*/fvs)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

1.069 Personel Gabungan Dikerahkan di Tiga Titik Jakarta Pusat!...

Jakarta, ElrolumNews – Sebanyak 1.069 personel gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan...

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Rumah di Intan Jaya,...

Jakarta, ElrolumNews – Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Papua Tengah. Seorang ibu hamil bernama Melkiana Duwitau tewas bersama bayi yang...

Prabowo Terima PM Singapura di Istana, 26 MoU Ditandatangani!...

Jakarta, ElrolumNews – Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta,...

More

Recomended

Read More