Jakarta, ElrolumNews – Industri perfilman Indonesia kembali kedatangan karya horor baru yang berbeda dari biasanya. Film berjudul “Dosa: Penebusan atau Pengampunan” resmi tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis (11/6/2026). Film ini tidak hanya mengandalkan adegan jumpscare, tetapi juga menghadirkan cerita penuh misteri yang menguji sisi moral para penontonnya .
Film yang disutradarai oleh Sondang Pratama ini menjadi proyek perdana rumah produksi HAS Pictures dan HAS Creative . Yang menarik perhatian, aktris Irish Bella dipercaya sebagai Eksekutif Produser untuk pertama kalinya dalam kariernya .
Bagi Irish Bella, debut sebagai eksekutif produser adalah pengalaman baru yang penuh tantangan. Ia mengakui bahwa tanggung jawabnya kini jauh lebih besar dibandingkan saat hanya menjadi aktris.
“Tantangannya banyak. Karena memang ini suatu hal yang baru buat saya. Banyak belajarnya,” ungkap Irish Bella dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026) .
“Yang tadinya mungkin hanya di depan kamera, sekarang ternyata di belakang kamera itu banyak sekali. Kayak orkestra, dan ini adalah yang memimpinnya,” sambungnya .
Ia menjelaskan bahwa tugasnya tidak main-main. Mulai dari hal-hal besar hingga hal kecil seperti katering, semua harus dipastikan berjalan lancar.
“Dari hal-hal besar sampai hal-hal yang kecil kayak katering dan segala macam, semuanya tuh dikupas tuntas. Jadi pastinya waw, tanggung jawab yang besar,” jelasnya .
Irish Bella juga membantah anggapan bahwa film bergenre horor selalu diproduksi dengan biaya murah. Menurutnya, film debut HAS Pictures ini justru membutuhkan banyak treatment khusus yang berdampak pada besarnya anggaran produksi .
“Kenapa milih horor? Karena supaya murah ya? Supaya main aman ya? Mudah-mudahan terjawab ya dengan tadi nonton filmnya,” kata Irish Bella .
“Memang banyak banget treatment-treatment dari pengambilan gambarnya, terus CGI-nya, efeknya segala macam. Jadi memang jauhlah dari kata murah,” ujarnya .
Sinopsis: Teror di Hotel Tua yang Mengungkit Dosa Masa Lalu
Film ini berpusat pada kehidupan sepasang suami istri muda, Bima (Riza Irsyadillah) dan Ersya (Ratu Sofya) . Cerita dimulai ketika mereka nekat melakukan perjalanan ke luar kota meskipun mendapat larangan keras dari ibu Bima, Nungki (Dominique Sanda) , yang memiliki firasat buruk .
Bahkan, Ersya melakukan tindakan drastis dengan mencekoki ibu mertuanya menggunakan obat tidur agar tidak menghalangi niat mereka . Keputusan sepihak itu langsung berbuah petaka di tengah jalan ketika kendaraan mereka mengalami kecelakaan fatal di area perbukitan .
Insiden mengerikan tersebut dipicu oleh aksi ugal-ugalan seorang sopir truk bernama Nanang (Revaldo) . Terdampar dalam kondisi terluka parah, Bima dan Ersya terpaksa mencari tempat berlindung hingga akhirnya bermalam di sebuah penginapan kuno misterius yang dijaga oleh resepsionis berkarakter dingin bernama Sheren (Jennifer Eve) .
Niat awal mencari perlindungan justru menjebak mereka ke dalam pusaran teror gaib. Di dalam hotel tua itu, batas antara realitas dan mimpi buruk menjadi bias. Mereka kembali dipertemukan dengan Nanang dan dihantui pesan misterius mengenai kesalahan masa lalu .
Film “Dosa” tidak hanya menyuguhkan ketegangan, tetapi juga mengangkat tema berat tentang kesalahan, penyesalan, konsekuensi, dan pengampunan . Film ini mengajak penonton untuk merenungkan makna penebusan atas dosa-dosa masa lalu .
Produser Reza Aditya mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja memilih genre horor karena melihat besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap cerita-cerita menegangkan.
“Kami yakin dengan genre film horor, karya perdana kami bisa diterima masyarakat. Karena film horor potensinya besar,” kata Reza .
Ke depan, HAS Pictures juga berencana mengangkat konten podcast populer “PWK” ke layar lebar .
Gala premiere film “Dosa: Penebusan atau Pengampunan” yang digelar di Jakarta pada Senin (8/6/2026) mendapat sambutan hangat. Banyak penonton yang mengaku tidak hanya merasa takut, tetapi juga terbawa emosi hingga merenungkan makna hidup .
Beberapa penonton menilai kekuatan utama film ini bukan hanya terletak pada kemunculan sosok-sosok misterius, melainkan pada konflik batin yang dialami para karakter .
Karakter Bima menjadi salah satu tokoh yang paling banyak diperbincangkan. Penonton mengaku dapat merasakan pergulatan emosional karakter tersebut ketika harus menghadapi masa lalu dan konsekuensi dari tindakan yang pernah dilakukan .
Selain itu, karakter Bunda Nungki juga mendapat perhatian tersendiri. Kehadiran sosok ibu yang terus mengkhawatirkan anaknya dianggap menjadi salah satu bagian paling emosional yang mampu menyentuh perasaan penonton di tengah suasana horor yang mendominasi film.
(*/dbs)






