Jakarta, Elrolumnews — Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyepakati program pendidikan negeri gratis yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun ajaran 2027/2028. Kesepakatan ini dicapai dalam rapat kerja gabungan antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), serta Kementerian Keuangan dengan Komisi X dan Komisi XI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan persetujuannya terhadap program ini. “Kalau saya setuju-setuju saja. Pendidikan negeri gratis itu bagus untuk rakyat. Kita akan rapatkan dulu, kita lihat anggarannya, kita lihat kemampuan negara,” ujar Prabowo.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa program pendidikan negeri gratis akan mencakup seluruh jenjang pendidikan negeri, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi negeri.
“Untuk tahap pertama, kami akan memprioritaskan jenjang SD dan SMP terlebih dahulu pada tahun ajaran 2027/2028. Selanjutnya, jenjang SMA/SMK dan perguruan tinggi negeri akan menyusul pada 2028/2029,” ujar Abdul Mu’ti dalam konferensi pers di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya mencakup biaya sekolah, tetapi juga kebutuhan penunjang seperti seragam, buku, dan transportasi bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp150 triliun untuk tahap pertama program pendidikan negeri gratis. Anggaran tersebut bersumber dari APBN dan optimalisasi penerimaan negara, termasuk dari pengembalian uang hasil korupsi.
“Kami telah mengalokasikan Rp150 triliun untuk tahap pertama. Ini akan kami evaluasi setiap tahun. Sumbernya dari APBN dan optimalisasi penerimaan negara, termasuk dari pengembalian aset korupsi,” ujar Suahasil.
Ia menegaskan bahwa program ini tidak akan mengganggu stabilitas fiskal. “Kami sudah menghitung dengan cermat. Program ini akan berjalan tanpa mengorbankan prioritas pembangunan lainnya,” tegasnya.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyatakan dukungan penuh terhadap program pendidikan negeri gratis. Menurutnya, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kami mendukung penuh program ini. Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Kami akan mengawal implementasinya agar berjalan tepat sasaran,” ujar Hetifah.
Rencana pendidikan negeri gratis ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak orang tua yang berharap program ini dapat meringankan beban biaya pendidikan anak-anak mereka.
Siti Rahmawati, seorang ibu rumah tangga di Jakarta, menyatakan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, kalau benar-benar gratis, kami sangat terbantu. Selama ini biaya sekolah cukup memberatkan,” ujarnya.
Namun, beberapa pengamat mengingatkan pentingnya pengawasan agar program ini tidak disalahgunakan. Dr. Indra Charismiadji, pengamat pendidikan, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan.
“Program ini sangat bagus, tetapi harus diawasi dengan ketat. Jangan sampai ada penyimpangan yang membuat program ini tidak tepat sasaran,” tegas Indra.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa regulasi teknis dan petunjuk pelaksanaan program pendidikan negeri gratis akan disusun dalam waktu dekat. Ia menargetkan regulasi tersebut selesai pada awal 2027.
“Kami akan segera menyusun regulasi teknis dan petunjuk pelaksanaan. Sosialisasi kepada pemerintah daerah dan sekolah-sekolah akan dilakukan secara bertahap mulai awal 2027,” ujar Abdul Mu’ti.
Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan pencairan anggaran berjalan tepat waktu. Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menggandeng pemerintah daerah untuk memastikan program ini berjalan sesuai target.
“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan program ini tepat sasaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
(fvs)





