Lyrics, ElrolumNews – Lagu “Ada titik-titik di ujung doa” dirilis pada 30 April 2024 melalui kanal YouTube resmi Sal Priadi . Video musik resminya dirilis pada 11 Maret 2026, disutradarai oleh Bernardus Raka dan dibintangi oleh aktor Seteng Sadja.
Lirik Lengkap “Ada titik-titik di ujung doa”
Sal Priadi
[Verse 1]
Ada titik-titik di ujung doa
Doa keselamatan penutup malam
Yang harus diisi nama
Maka kuisi dengan namamu
Nama lengkapmu hurufnya kuhias berjuta warna
Sebisanya aku gambarkan juga bunga-bunga
Lengkap dengan kupu-kupu
Terbang di sekitarnya oh-oh-uh-yeah
Aku mencoba gambarkan juga
Bentuk wajahmu meski yang kuingat matamu saja
Kalau jelek kamu jelas ga boleh marah-marah
Kapan terakhir bertemu bahkan ku sudah lupa oh-oh-uh
[Reff]
Ada titik-titik di ujung doa-doa
Keselamatan penutup malam
Kuisi dengan namamu
Kucoba memaafkanmu selalu
Kalau di situ ada salahku
Maafkanku juga
[Verse 2]
Ini rasanya sulit sekali
Ingat hatiku dihancurkan jadi berkeping-keping
Hari ini aku coba merakitnya lagi
Meski kalau diamati
Agak aneh bentuknya ah ah ah
[Outro]
Terselipkah aku di sana
Di doa-doamu juga
(Di mana pun kau kini berada)
Ada titik-titik…
Lagu “Ada titik-titik di ujung doa” adalah salah satu karya paling puitis dari Sal Priadi. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang masih menyimpan rasa sayang kepada seseorang yang telah menjauh—meski hubungan mereka telah berakhir, ia tetap menyebut namanya dalam doa setiap malam sebagai bentuk kasih sayang, harapan, dan sekaligus ikhtiarnya untuk mengikhlaskan .
Beberapa makna mendalam dari lirik lagu ini:
“Ada titik-titik di ujung doa / Doa keselamatan penutup malam / Yang harus diisi nama / Maka kuisi dengan namamu” – Lirik pembuka ini menggambarkan kebiasaan dalam doa malam, ketika seseorang menyebutkan nama orang lain dalam harapan akan keselamatan. “Titik-titik” menjadi ruang kosong yang bisa diisi dengan nama siapa pun yang masih memiliki tempat di hati .
“Nama lengkapmu hurufnya kuhias berjuta warna” – Menggambarkan betapa berharganya nama orang tersebut di mata sang penyanyi. Ia menghiasnya dengan penuh cinta, seperti melukis sebuah karya seni .
“Bentuk wajahmu meski yang kuingat matamu saja” – Menunjukkan bahwa waktu boleh saja menghapus sebagian kenangan, tetapi perasaan yang pernah ada belum benar-benar hilang. Mata sering dianggap sebagai jendela hati, dan itulah yang paling membekas .
“Ini rasanya sulit sekali / Ingat hatiku dihancurkan jadi berkeping-keping / Hari ini aku coba merakitnya lagi / Meski kalau diamati / Agak aneh bentuknya” – Menggambarkan upaya seseorang untuk kembali merakit hatinya yang pernah hancur. Luka memang sulit dipulihkan, dan hasilnya mungkin tidak sempurna—tapi proses penyembuhan tetaplah perjuangan yang patut dihargai .
“Kucoba memaafkanmu selalu / Kalau di situ ada salahku / Maafkanku juga” – Pesan tentang saling memaafkan. Penyanyi tidak hanya berusaha memaafkan mantan kekasihnya, tetapi juga berani mengakui bahwa dirinya mungkin juga turut berbuat salah di masa lalu . Sal Priadi menekankan bahwa permintaan maaf tidak selalu bertujuan untuk menyembuhkan orang lain, melainkan sebagai cara menghentikan luka diri sendiri .
“Terselipkah aku di sana / Di doa-doamu juga” – Penutup yang menyayat hati: sebuah pertanyaan apakah ia juga masih diingat dan didoakan oleh orang yang pernah ia cintai .
Video musik “Ada titik-titik di ujung doa” dirilis pada 11 Maret 2026 dan langsung menjadi trending di YouTube Indonesia . Disutradarai oleh Bernardus Raka, video ini berdurasi 8 menit 9 detik dan dibintangi oleh aktor Seteng Sadja sebagai seorang ayah yang menjalani hari-hari dengan bekerja keras .
Dalam keheningan rutinitas, terselip rasa rindu kepada anak dan istrinya, rasa lelah, serta harapan yang tidak selalu terucap. Meskipun demikian, ada satu hal yang selalu ia lakukan: menyebut nama orang-orang yang ia cintai di dalam doa .
Lagu ini mengajarkan bahwa cinta sejati tidak selalu harus berakhir dengan kebersamaan. Kadang, cara terbaik untuk mencintai adalah dengan mendoakan—menyimpan nama seseorang di ujung doa, memaafkan kesalahan masa lalu, dan belajar merakit kembali hati yang pernah hancur. Memaafkan bukanlah hal yang mudah, melainkan proses yang penuh perjuangan .
“Apakah kamu juga masih menyisipkan nama seseorang di ujung doamu? Atau sedang berusaha merakit kembali hati yang hancur? Bagikan ceritamu di kolom komentar, dan biarkan lagu ini menjadi teman untuk perjalanan penyembuhanmu.”
Jika artikel ini menyentuh hatimu, jangan ragu untuk membagikannya kepada sahabat atau keluarga yang sedang melalui masa penyembuhan. Klik tombol share di bawah! Jangan lupa tonton video musik “Ada titik-titik di ujung doa” di YouTube untuk merasakan emosinya secara lebih mendalam.
(*)





