Banjarmasin, ElrolumNews — Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa memasuki hari ke-12 pada Kamis (24/9/2026). Tim SAR gabungan terus memperkuat upaya pencarian dengan menambah sejumlah aset militer untuk menjangkau korban yang masih terjebak di dalam bangkai kapal.
TNI Angkatan Laut mengerahkan dua kapal perang, yaitu KRI I Gusti Ngurah Rai dan KRI Sultan Iskandar Muda, serta satu helikopter Panther untuk mendukung operasi pencarian. Penguatan ini bertujuan untuk mempercepat proses evakuasi korban, terutama yang diduga masih berada di dalam badan kapal.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyatakan bahwa tambahan aset tersebut akan dimaksimalkan untuk penyisiran di sekitar lokasi bangkai kapal.
“Kami terus mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Tambahan KRI dan helikopter Panther akan sangat membantu operasi pencarian di laut,” ujar Sudayana dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Pada hari ke-11, Rabu (23/9/2026), tim penyelam gabungan Basarnas Special Group (BSG) dan TNI AL berhasil mengevakuasi sembilan jenazah dari dalam bangkai KM Virgo Transport 8. Satu jenazah pertama ditemukan sekitar pukul 11.20 WITA, disusul delapan jenazah lainnya pada sore hari.
Seluruh korban dievakuasi menggunakan KN SAR Pacitan dan diterbangkan dengan Helikopter Basarnas HR 3601 menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, untuk proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin.
“Seluruh korban yang ditemukan hari ini telah dievakuasi dan diserahkan ke tim DVI untuk proses identifikasi,” jelas Sudayana.
Berdasarkan data Basarnas hingga Kamis (24/9/2026), jumlah korban yang telah ditemukan mencapai 136 orang, terdiri dari:
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Total Penumpang (Manifes) | 243 orang |
| Selamat | 108 orang |
| Meninggal | 28 orang |
| Masih Dicari | 107 orang |
Sudayana mengakui bahwa operasi penyelaman masih menghadapi sejumlah kendala, terutama arus bawah laut yang kuat dan visibilitas yang terbatas. Tim penyelam harus bekerja ekstra hati-hati karena bangkai kapal yang terus bergeser dan material yang rapuh.
“Kondisi arus bawah laut masih menjadi tantangan utama. Kami juga harus memastikan keselamatan tim penyelam,” tegasnya.
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak 12 September 2026 dengan membawa 243 orang sesuai manifes. Kapal dilaporkan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA setelah menghadapi cuaca buruk, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang terus bekerja tanpa henti. Ia juga berharap seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.
“Kami akan terus bekerja maksimal. Setiap korban adalah prioritas kami,” tegas Syafii.
(fvs)





