Cara Membuat Website Pertama untuk Pemula (Tanpa Coding)

Website & Hosting, ELrolumNews — Punya website sendiri itu seperti punya rumah di dunia digital. Anda bebas mau diapakan—mau jadi toko, portofolio, blog, atau sekadar kartu nama online. Tapi banyak orang urung karena merasa “tidak bisa coding” atau “takut ribet”.

Artikel ini cocok untuk: Anda yang belum pernah membuat website sama sekali, dan ingin membuatnya dari nol—tanpa perlu bisa coding.

Kabar baiknya: membuat website di tahun 2025 tidak butuh coding. Yang Anda butuhkan cuma tiga hal: domainhosting, dan WordPress. Sisanya tinggal klik-klik. Prosesnya bisa selesai dalam 1-2 jam, bahkan oleh orang yang belum pernah membuat website sekalipun.

Di artikel ini, kita akan bahas langkah deminya—dari beli domain hingga website Anda online dan bisa diakses siapa saja. Tanpa istilah teknis yang bikin pusing.

Apa Saja yang Anda Butuhkan untuk Membuat Website?

Sebelum mulai, mari pahami dulu tiga komponen utama:

KomponenAnalogiFungsi
DomainAlamat rumahNama website Anda (contoh: elrolum.com)
HostingTanah & bangunanTempat menyimpan file website
WordPressPerabot rumahSistem untuk mengelola konten website

Ketiganya saling melengkapi. Domain tanpa hosting = alamat tanpa rumah. Hosting tanpa domain = rumah tanpa alamat. WordPress tanpa keduanya = perabot tanpa tempat.

Berapa Biaya Membuat Website?

Ini pertanyaan paling umum. Jawabannya bervariasi, tapi untuk pemula:

KomponenBiaya per Tahun
Domain (.com)Rp150.000 – Rp200.000
Hosting (shared)Rp300.000 – Rp1.000.000
WordPressGratis
TemaGratis (atau Rp500.000+ untuk premium)
TotalRp450.000 – Rp1.200.000/tahun

💡 Tips Pro: Untuk website pertama, jangan langsung beli hosting mahal. Mulai dari paket shared hosting termurah yang sesuai kebutuhan. Anda bisa upgrade nanti setelah website Anda berkembang.

Langkah 1: Pilih dan Beli Domain

Domain adalah nama website Anda. Ini yang akan diketik orang di browser—misalnya elrolum.com atau namablogku.com.

Tips Memilih Domain yang Baik

PrinsipContoh BaikContoh Kurang Baik
Pendek & mudah diingatelrolum.comwebsite-teknologi-terlengkap-2025.com
Hindari angka & tanda hubungtokobuku.comtoko-buku-123.com
Gunakan .com jika bisablogku.comblogku.xyz
Sesuai brand/namarezablog.comwebsitekeren.com

Di Mana Beli Domain?

Ada banyak penyedia domain. Beberapa yang populer:

  • Namecheap — murah, interface bagus

  • Cloudflare Registrar — harga “at cost”, tanpa markup

  • Niagahoster — lokal Indonesia, support bahasa Indonesia

  • Rumahweb — lokal, populer di Indonesia

Cara beli domain:

  1. Buka situs penyedia domain

  2. Cari nama domain yang Anda inginkan

  3. Jika tersedia, tambahkan ke keranjang

  4. Checkout dan bayar

  5. Domain akan aktif dalam beberapa menit hingga beberapa jam

💡 Tips Pro: Beli domain dan hosting di tempat yang sama jika memungkinkan. Ini memudahkan setup, karena nameserver biasanya sudah otomatis terkonfigurasi.

Langkah 2: Pilih dan Beli Hosting

Hosting adalah “rumah” untuk website Anda. Ini tempat semua file website disimpan dan diakses oleh pengunjung.

Jenis-Jenis Hosting

JenisCocok UntukHarga
Shared HostingWebsite pemula, trafik rendahRp300.000 – Rp1.000.000/tahun
VPSWebsite berkembang, trafik sedangRp1.500.000 – Rp5.000.000/tahun
Dedicated ServerWebsite besar, trafik tinggiRp10.000.000+/tahun

Untuk website pertama, shared hosting sudah cukup. Jangan membayar lebih untuk yang belum Anda butuhkan.

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Hosting?

FaktorRekomendasi
UptimeMinimal 99,9%
KecepatanServer LiteSpeed lebih baik
Support24/7, bahasa Indonesia lebih baik
FiturSSL gratis, cPanel/aaPanel, 1-klik install WordPress
HargaSesuai budget, jangan terlalu murah (curiga)

💡 Tips Pro: Jika hosting Anda menggunakan LiteSpeed atau OpenLiteSpeed, Anda bisa menggunakan plugin LiteSpeed Cache (gratis) untuk optimasi kecepatan. Ini menghemat biaya plugin cache berbayar seperti WP Rocket. Baca panduan lengkapnya di artikel kami: Kupas Tuntas LiteSpeed Cache.

Cara Beli Hosting

  1. Pilih paket shared hosting

  2. Tentukan periode (biasanya 1 tahun)

  3. Masukkan domain yang sudah Anda beli (atau beli baru sekalian)

  4. Checkout dan bayar

  5. Tunggu email aktivasi dari provider hosting (biasanya beberapa menit)

Langkah 3: Hubungkan Domain ke Hosting

Jika Anda membeli domain dan hosting di tempat berbeda, Anda perlu menghubungkan keduanya. Caranya: mengubah nameserver domain ke nameserver hosting.

Cara Mengubah Nameserver

  1. Login ke panel domain Anda (misalnya Namecheap)

  2. Cari menu Nameservers atau DNS Management

  3. Ubah nameserver ke nameserver hosting Anda (biasanya diberikan via email)

  4. Simpan perubahan

  5. Tunggu propagasi DNS (biasanya 1-24 jam, kadang lebih cepat)

💡 Tips Pro: Propagasi DNS bisa dicek di dnschecker.org. Masukkan domain Anda, dan lihat apakah sudah mengarah ke hosting baru.

Jika Anda membeli domain dan hosting di tempat yang sama, langkah ini biasanya otomatis—tidak perlu konfigurasi manual.

Langkah 4: Install WordPress

Sekarang bagian yang menyenangkan. Sebagian besar hosting menyediakan 1-klik install WordPress. Caranya:

Cara Install WordPress (1-Klik)

  1. Login ke cPanel atau aaPanel hosting Anda

  2. Cari menu WordPress Installer atau Softaculous

  3. Klik Install Now

  4. Isi form:

    • Domain: pilih domain Anda

    • Nama Situs: nama website Anda

    • Username & Password: untuk login admin

    • Email: email Anda

  5. Klik Install

  6. Tunggu 1-2 menit

  7. Selesai! WordPress sudah terpasang

Verifikasi WordPress Terpasang

Buka browser, ketik:

  • https://domainanda.com → website Anda (masih kosong)

  • https://domainanda.com/wp-admin → halaman login admin

Jika muncul halaman login, berarti WordPress sudah berhasil terpasang.

Langkah 5: Pilih dan Pasang Tema

Tema adalah “baju” website Anda. Ini yang menentukan tampilan visualnya.

Cara Memilih Tema untuk Pemula

KriteriaRekomendasi
RinganTema yang tidak membebani loading
ResponsiveTampil bagus di HP & desktop
Mudah dikustomisasiTidak butuh coding untuk ubah tampilan
Support aktifUpdate rutin, kompatibel dengan versi WordPress terbaru

Rekomendasi tema gratis untuk pemula:

  • Astra — ringan, cepat, banyak template

  • GeneratePress — ringan, fokus kecepatan

  • Kadence — modern, banyak opsi kustomisasi

  • OceanWP — fleksibel, cocok untuk berbagai jenis website

Cara Install Tema

  1. Login ke WordPress Admin (domainanda.com/wp-admin)

  2. Masuk ke Appearance > Themes

  3. Klik Add New

  4. Cari nama tema (misalnya “Astra”)

  5. Klik Install, lalu Activate

Langkah 6: Buat Halaman Penting

Website kosong tidak akan berguna. Minimal, buat halaman-halaman ini:

HalamanFungsi
HomeHalaman utama
AboutTentang Anda/website
ContactCara menghubungi Anda
BlogTempat artikel (jika blog)
Privacy PolicyKebijakan privasi (penting untuk SEO & legal)

Cara Membuat Halaman

  1. Masuk ke Pages > Add New

  2. Isi judul halaman

  3. Tulis konten

  4. Klik Publish

  5. Ulangi untuk halaman lainnya

💡 Tips Pro: Setelah membuat halaman, atur menu navigasi di Appearance > Menus. Ini yang akan muncul di header website Anda.

Langkah 7: Pasang Plugin Penting

Plugin adalah “aplikasi” untuk WordPress. Untuk website baru, minimal pasang plugin berikut:

PluginFungsi
LiteSpeed CacheOptimasi kecepatan (jika hosting LiteSpeed)
Yoast SEO atau RankMathOptimasi SEO
Wordfence atau Solid SecurityKeamanan
UpdraftPlusBackup otomatis
WPFormsForm kontak

Cara Install Plugin

  1. Masuk ke Plugins > Add New

  2. Cari nama plugin

  3. Klik Install, lalu Activate

  4. Konfigurasi sesuai kebutuhan

⚠️ Peringatan: Jangan pasang terlalu banyak plugin. Setiap plugin menambah beban. Mulai dari yang penting dulu, tambahkan nanti jika perlu.

Langkah 8: Website Anda Sudah Online!

Selamat! Website Anda sudah online dan bisa diakses siapa saja. Tapi perjalanan baru dimulai. Beberapa langkah selanjutnya:

LangkahKeterangan
Aktifkan SSLPastikan website Anda https://, bukan http://
Pasang Google AnalyticsUntuk melacak pengunjung
Daftar Google Search ConsoleAgar website terindeks Google
Buat konten rutinBlog, artikel, atau produk
Optimasi kecepatanGunakan plugin cache

Kesalahan Umum Pemula dan Cara Menghindarinya

KesalahanAkibatSolusi
Beli hosting termurahWebsite lambat, sering downPilih hosting dengan uptime 99,9%
Pilih domain panjang & sulitSusah diingat, susah di-brandingPilih domain pendek & mudah
Install terlalu banyak pluginWebsite lambat, konflikMulai dari yang penting saja
Tidak aktifkan SSLWebsite “not secure”, turun rankingAktifkan SSL gratis dari hosting
Tidak backupData hilang jika ada masalahPasang plugin backup otomatis
Menyerah sebelum mulaiMulai dulu, sempurnakan sambil jalan

 

Membuat website pertama itu tidak sesulit yang dibayangkan. Kuncinya:

  1. Beli domain — nama website Anda

  2. Beli hosting — tempat menyimpan website

  3. Hubungkan keduanya — via nameserver

  4. Install WordPress — 1-klik dari hosting

  5. Pilih tema — tampilan website

  6. Buat halaman penting — home, about, contact

  7. Pasang plugin — cache, SEO, keamanan, backup

  8. Website online!

Total waktu: 1-2 jam. Total biaya: mulai Rp450.000/tahun. Tidak butuh coding sama sekali.

Yang terpenting: mulai dulu. Website pertama tidak harus sempurna. Anda bisa memperbaikinya sambil jalan—seperti yang dilakukan semua pemilik website.

Sudah siap membuat website pertama Anda?

📖 Baca juga: Kupas Tuntas LiteSpeed Cache: Cara Bikin WordPress Ngebut
🔧 Tutorial terkait: Cara Setup Redis Object Cache di WordPress
💬 Punya pertanyaan? Tinggalkan di kolom komentar!

(el)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Ilustrasi setup email profesional dengan domain sendiri, MX record, SPF/DKIM/DMARC, dan akses di HP

Cara Setup Email Profesional di Hosting (Panduan Lengkap)

Website & Hosting, Elrolum.com — Anda sudah punya website dan domain. Tapi apakah email Anda masih menggunakan namablog@gmail.com? Untuk...

More

Recomended

Read More