AS Serang Roket Iran di Selat Hormuz, IRGC Balas Serang Pangkalan AS di Yordania! 6 Bulan Perang, 8.000 Tewas dan Selat Hormuz Lumpuh

Washington DC/TEHRAN, ElrolumNews — Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki babak baru yang lebih berbahaya. Pasukan AS melakukan serangan terhadap dua peluncur roket Iran di Pulau Larak, yang terletak di Selat Hormuz, pada Minggu (30/8). Ini merupakan aksi militer pertama AS dalam sebulan terakhir di kawasan tersebut.

Serangan dilakukan setelah pasukan Garda Revolusi Iran terlihat bersiap meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut ke Selat Hormuz . Semi-resmi Iran melaporkan terdengar suara ledakan di dekat Pulau Larak. Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa serangan tersebut menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya .

IRGC melalui pernyataan resminya mengkonfirmasi bahwa “beberapa pejuang dan warga sipil” tewas atau terluka dalam serangan tersebut dan bersumpah akan membalas . Pada Senin (31/8), IRGC melancarkan serangan rudal dan drone gabungan terhadap pangkalan udara AS di Yordania .

Menurut laporan Fars News, serangan tersebut menargetkan “infrastruktur teknis dan pemeliharaan” serta area tempat “pesawat tempur musuh” ditempatkan di Pangkalan Udara King Hussein dan Al-Azraq di Yordania, dan diklaim telah menyebabkan kerusakan parah . IRGC menyatakan bahwa serangan ini adalah “hukuman bagi agresor” dan bahwa setiap tindakan militer musuh akan dihadapi dengan respons yang lebih “menghancurkan” .

Konflik ini berawal dari serangan besar AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Saat itu, Presiden Trump mengatakan operasi akan memakan waktu empat hingga lima minggu. Namun, enam bulan kemudian, perang masih berlangsung dan tujuan-tujuan awal yang disampaikan belum tercapai .

Analisis dari sejumlah media menunjukkan bahwa meskipun Iran menderita kerusakan militer dan ekonomi yang signifikan, Tehran masih mampu membalas dan mempertahankan Selat Hormuz sebagai kartu tawar-menawar .

Korban Jiwa:

  • Total korban tewas di semua pihak diperkirakan mencapai 8.080 orang, dengan 49.241 terluka .

  • 18 personel militer AS tewas dan lebih dari 538 terluka .

  • Jumlah korban tewas di pihak Iran diperkirakan lebih dari 3.400 orang .

Salah satu ujian paling nyata dari kegagalan ini adalah Selat Hormuz. Sebelum perang, sekitar seperlima dari ekspor minyak dan LNG global melewati jalur ini, dengan rata-rata 95 kapal per hari melintas. Setelah Iran menutup selat pada 1 Maret, lalu lintas turun drastis menjadi rata-rata 10 kapal per hari .

  • Hingga akhir Agustus, lalu lintas turun menjadi hanya 2-5 kapal per hari .

  • 6.000 pelaut dan 500 kapal masih terjebak di Teluk sejak awal konflik.

  • Setidaknya 20 pelaut dan pekerja dermaga tewas dalam insiden atau serangan selama enam bulan terakhir.

Perang ini juga menimbulkan dampak signifikan terhadap ekonomi global. Harga minyak global naik sekitar 25%, dan harga bensin rata-rata di AS mencapai sekitar 4 dolar per galon. Organisasi ekonomi internasional menurunkan perkiraan pertumbuhan global akibat gangguan rantai pasok.

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Ilustrasi - Kapal feri terbakar di perairan Palawan Filipina, 35 tewas dan 54 hilang

Kebakaran Kapal Feri di Filipina Tewaskan 35 Orang, 54...

Palawan, ELrolumnews — Jumlah korban tewas akibat kebakaran kapal feri di Provinsi Palawan, Filipina, terus bertambah. Tim penyelamat...
ilustrasi - Kecelakaan beruntun di Rusia tewaskan 12 orang di Arkhangelsk

Kecelakaan Beruntun di Rusia Tewaskan 12 Orang, 20 Luka-luka!...

Arkhangelsk, ELrolumnews — Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Distrik Kholmogory, wilayah Arkhangelsk, Rusia. Sebuah truk pengangkut...
Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dan Presiden Deutsche Bundesbank Joachim Nagel menghadiri konferensi pers setelah pertemuan Dewan Gubernur ECB di wisma Deutsche Bundesbank di Berlin, Jerman, 10 September 2026.

ECB Naikkan Suku Bunga Lagi! Harga Minyak Tembus $100...

Frankfurt, ELrolumNews — Bank Sentral Eropa (ECB) kembali menaikkan suku bunga acuan pada Kamis (10/9/2026) untuk kedua kalinya...

More

Recomended

Read More