Jakarta, ELrolumNews – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat lonjakan signifikan jumlah peserta Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) tahun 2026.
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengumumkan bahwa total peserta OSN-K untuk jenjang SD dan SMP sederajat mencapai 716.873 orang. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan OSN .
Angka tersebut terdiri dari 418.918 peserta dari jenjang SD/MI dan 297.955 peserta dari jenjang SMP/MTs . Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan sebesar 21 persen untuk jenjang SD dan 15 persen untuk jenjang SMP .
“Peningkatan partisipasi ini menunjukkan semakin tumbuhnya semangat belajar dan kecintaan murid terhadap sains. Kami berharap OSN-K menjadi sarana untuk mengembangkan potensi terbaik peserta didik sekaligus membangun karakter yang jujur, disiplin, dan tangguh,” ujar Irene di Jakarta, Minggu (14/6/2026) .
Peserta OSN-K jenjang SD berasal dari 38 provinsi di Indonesia serta 6 Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di berbagai negara, antara lain Malaysia, Thailand, Arab Saudi, Mesir, Belanda, dan Amerika Serikat . Hal ini menunjukkan antusiasme pelajar Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri, terhadap kompetisi sains nasional.
OSN-K tahun 2026 mempertandingkan 7 bidang lomba bagi jenjang SD dan SMP :
| Jenjang | Bidang 1 | Bidang 2 | Bidang 3 | Bidang 4 | Bidang 5 | Total Bidang |
|---|---|---|---|---|---|---|
| SD | Matematika | IPA | – | – | – | 2 bidang |
| SMP | Matematika | IPA | IPS | TIK | Bahasa Inggris | 5 bidang |
| TOTAL | – | 7 bidang | ||||
Untuk menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan OSN-K, panitia menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan pengawas silang, pemantauan panitia pusat dan daerah, siaran langsung, serta dokumentasi pelaksanaan dari berbagai wilayah, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) .
“Langkah ini kami lakukan guna memastikan proses seleksi berlangsung transparan, akuntabel, dan objektif. Kami ingin memastikan bahwa siswa-siswa terbaik yang benar-benar lolos ke jenjang berikutnya,” tegas Irene .
Hasil OSN-K nantinya akan menjadi dasar penetapan peserta yang berhak melaju ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) yang akan digelar pada bulan Agustus mendatang. Dari OSN-P, peserta terbaik akan melaju ke OSN-X (tingkat nasional) yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada bulan November .
“Kami telah menyiapkan jenjang seleksi yang berkelanjutan dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Setiap jenjang memiliki standar penilaian yang ketat dan transparan,” jelas Irene .
Melalui penyelenggaraan OSN yang inklusif dan berintegritas, Kemendikdasmen berkomitmen menghadirkan ekosistem prestasi yang adil dan berkelanjutan . Target jangka panjangnya adalah meningkatkan prestasi siswa Indonesia di kancah olimpiade sains internasional seperti International Science Olympiad (ISO), International Biology Olympiad (IBO), International Chemistry Olympiad (IChO), International Physics Olympiad (IPhO), dan International Mathematical Olympiad (IMO).
Seperti diketahui, pada ajang IMO 2025 yang digelar di Australia, tim Indonesia berhasil meraih 2 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu serta menduduki peringkat 8 dunia . Dengan meningkatnya jumlah peserta dan kualitas pembinaan, diharapkan prestasi ini dapat terus ditingkatkan.
Bagi para orang tua dan siswa yang mengikuti OSN-K tahun ini, pengumuman hasil akan diumumkan secara resmi oleh Dinas Pendidikan masing-masing provinsi dalam waktu dekat.
“Kami ucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti OSN-K 2026. Teruslah belajar dan berlatih. Prestasi kalian adalah kebanggaan bangsa,” tutup Irene.
(*/kemendikdasmen***)




