Jakarta, ELrolumNews – Upacara pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Azteca, Meksiko, tidak hanya menyuguhkan penampilan megah para bintang dunia. Di tengah kemeriahan yang digelar Jumat dini hari (12/6/2026) waktu setempat, seorang bintang tamu tak terduga berhasil mencuri perhatian penonton global: Labubu .
Karakter lucu dengan telinga runcing, gigi tajam, dan senyuman misterius dari merek hiburan global POP MART itu tampil di panggung utama, menemani para penari dan musisi dalam rangkaian pertunjukan spektakuler .
Bahkan, dalam sebuah segmen yang membuat puluhan ribu penonton di stadion dan jutaan penonton di rumah terpana, Labubu terlihat mengangkat replika trofi Piala Dunia . Tidak berhenti di situ, boneka besar itu juga ikut menari bersama Shakira saat sang diva Kolombia membawakan lagu resmi Piala Dunia 2026 berjudul “Dai Dai” bersama Burna Boy.
Kemunculan Labubu ini sontak mengguncang jagat maya. Tagar #LabubuWorldCup langsung menjadi trending topic di platform X (dulu Twitter) dan TikTok, dengan puluhan ribu unggahan, meme, dan video reaksi.
“GUA NGGAK PERCAYA MATA GUA! LABUBU ADA DI PIALA DUNIA, GENDONG TROFI LAGI! INI BUKAN DUNIA NYATA, INI SIMULASI! ” tulis akun @suryanation dengan huruf kapital semua.
“First they took our wallets, now they take the World Cup. Labubu is inevitable. (Pertama mereka ambil dompet kita, sekarang mereka ambil Piala Dunia. Labubu tidak bisa dihindari),” tulis akun kolektor Pop Mart Anonymous di X.
“Labubu benar-benar mencapai puncak tertinggi peradaban manusia. Dari TikTok, buka tote bag, beli blind box, sekarang main di Piala Dunia. Lalu apa lagi besok? Terbang ke bulan? ” komentar akun @barbieumy, sambil menyertakan tangkapan layar Labubu yang berdiri di samping trofi emas.
Kemunculan Labubu di ajang sebesar Piala Dunia menandai sebuah babak baru dalam sejarah budaya pop. Karakter yang awalnya populer sebagai mainan koleksi “blid box” ini telah menjadi ikon global yang melampaui batasan usia, geografi, dan subkultur.
Keputusan FIFA untuk menampilkan Labubu dianggap sebagai langkah cerdas untuk menjangkau generasi muda yang akrab dengan karakter tersebut. Apalagi, edisi Piala Dunia 2026 ini adalah yang pertama digelar di tiga negara (Meksiko, Kanada, Amerika Serikat), dan menargetkan penonton lintas benua.
Dalam sebuah wawancara singkat yang diputar di layar raksasa stadion, Diretur Kreatif POP MART menjelaskan bahwa kolaborasi ini adalah “perayaan atas imajinasi dan kebahagiaan tanpa batas” yang menyatukan olahraga dan seni.
Pihak FIFA sendiri melalui akun resmi mereka di X mengunggah video pendek berdurasi 15 detik yang menampilkan Labubu sedang berjalan mondar-mandir di pinggir lapangan hijau Stadion Azteca, dengan latar belakang kemeriahan kembang api.
“Who let the Labubu out? #WorldCup2026,” tulis akun @FIFAcom, disertai emoji trofi dan boneka.
Unggahan FIFA tersebut langsung dibanjiri lebih dari 2 juta likes dalam hitungan jam, dengan ribuan komentar yang sebagian besar berisi keterkejutan dan tawa.
Tak hanya warganet biasa, para kolektor Labubu yang tergabung dalam berbagai komunitas juga ikut meramaikan. Mereka mengungkapkan kebanggaan campur aduk dengan rasa geli.
“Setelah sekian tahun mengeluarkan uang untuk beli boneka, akhirnya Labubu membalas jasaku dengan naik ke panggung dunia,” tulis Sarah di grup Facebook “Labubu Addict Indonesia”.
“Anakku sampai teriak-teriak lihat Labubu di TV. Padahal cuma muncul 10 detik. Ini kekuatan karakter yang gila,” tulis Dewi di Instagram Stories.
Spekulasi pun mulai bermunculan. Beberapa netizen menduga bahwa kemunculan Labubu ini adalah awal dari kolaborasi yang lebih besar antara POP MART dan FIFA, mungkin berupa edisi khusus mainan Piala Dunia 2026 yang akan dijual terbatas.
Jika benar, dipastikan para kolektor akan berbondong-bondong mengantre untuk mendapatkan “blind box” edisi spesial tersebut, yang mungkin berisi karakter-karakter POP MART dengan kostum tim nasional sepak bola.
Sebelumnya, Labubu dan karakter-karakter lain dari seniman Hong Kong Kasing Lung telah “menginvasi” berbagai aspek kehidupan: dari tas belanja, gantungan kunci, hingga menjadi koleksi selebritas seperti Blackpink Lisa dan berbagai idol K-Pop lainnya. Kini, mereka telah menaklukkan dunia olahraga.
Malam itu, Stadion Azteca bukan hanya menjadi saksi pertandingan sepak bola, tetapi juga panggung kemenangan bagi fenomena budaya pop yang paling tidak terduga. Labubu telah resmi menjadi legenda.
(rri/fifa/popmart)






